Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 116


__ADS_3

tentu saja aku tahu, karena di cincin kamu itu ada GPS yang sangat kecil aku bisa melihatnya." kata Dimas


" kamu tahu dari mana ada GPS di sini, aku aja tidak pernah tahu" kata Nanda


" perusahaan ku bergerak di bidang GPS dan IT Nanda" kata Dimas


" oh... aku lupa" kata Nanda


" kamu juga jangan membawa apa-apa termasuk perhiasan"


" se sebelum kamu pergi dari rumah, kalau bisa kamu hancurkan handphone mu. aku takut suamimu bisa melacak dari suara aku meneleponmu dan alamat menelepon"


" dan kamu akan tinggal di tempat yang tidak terjangkau jaringan sama sekali" kata Dimas


" di mana tempatnya?" kata Nanda


" aku juga belum tahu, aku akan coba bertanya kepada Adrian." kata Dimas


" kenapa kepada Adrian?" kata Nanda


" Dia seorang kapten di angkatan militer, pasti dia tahu di mana tempatnya" kata Dimas


" apa kita akan melibatkan Adrian juga" kata Nanda


" iya... tapi aku akan berusaha untuk tidak membuat jejak" kata Dimas


" kapan kita akan berangkat" kata Nanda


" tunggu sebentar aku kabari dulu pada Adrian. sebaiknya kamu pulang dulu, agar suamimu tidak mencurigai mu."


" setelah itu aku akan menelepon mu menggunakan telepon umum. ingat kamu harus melakukan penyamaran sebaik mungkin." kata Dimas

__ADS_1


" baiklah terima kasih untuk semua bantuanmu" kata Nanda


Nanda langsung pulang ke rumah mereka. Radit melihat GPS Nanda bergerak ke arah rumah mereka, dia tersenyum bahagia berpikir Nanda kembali ke rumah mereka.


sesampainya di rumah dia langsung melepaskan semua perhiasan nya. Dan Dia membeli alat-alat untuk bahan penyamarannya menggunakan online.


tidak berapa lama kemudian barang tersebut sudah sampai di alamat nya. dan haindphone Nanda berbunyi, disana Dimas yang menelepon.


" halo..." kata Nanda


" hallo.....kamu pergilah ke alamat ini, dan jangan membawa mobil, kamu naik bus saja ke alamat yang ku berikan. ingat menggunakan penyamaran dan jangan membawa apa-apa kecuali uang cash"


" nanti di sana Adrian sudah menunggumu" kata Dimas


" lalu bagaimana dengan identitas palsu nya?" kata Nanda


" Adrian sudah mengurusnya, kamu menggunakan identitas palsu nanti di sana" kata Dimas


" cepatlah pergi,,, nanti suamimu keburu datang,, " kata Dimas


" aku akan merindukan kalian semua" kata Nanda


" dan aku juga akan merindukanmu,,, jaga dirimu.. sampai bertemu kembali " kata Dimas


" sampai bertemu kembali" kata Nanda


Nanda pergi dari rumah Radit tidak membawa apa-apa termasuk perhiasan dan cincin kawinnya dia hanya membawa uang cash yang sangat banyak untuk nya bertahan hidup.


dia mengambil semua uang cash Radit yang tersimpan di brankas, karena memang Radit memberitahukan semua pin nya kepada Nanda.


dia naik ojek online yang sudah dipesan tadi di rumah, setelah dia selesai menggunakan handphonenya. dia membakar handphonenya dan menghancurkan sisa sisanya seperti yang dikatakan Dimas.

__ADS_1


Nanda pergi ke tempat yang sangat ramai dan tentu saja tidak terjangkau dengan CCTV, dia sekarang berada di Dufan. di sana dia mengganti pakaiannya dengan penyamarannya. setelah itu dia naik bus ke alamat yang diberikan Dimas kepadanya.


di kantor Radit sangat senang, karena dia melihat posisi Nanda masih di rumah, padahal dia tidak tahu apa yang sebenarnya. ini sudah jam 3 sore sementara Nanda pergi jam 12 siang.


Radit membawa Chika juga ke kantor nya.di kantornya chika tidak bisa tenang, dia dari tadi sibuk mau minta pulang kepada papanya untuk bertemu dengan ibunya.


akhirnya Radit pulang cepat karena Chika.


sesampainya di rumah Chika berlari ke kamar ibunya, dia merasa kangen karena sejak tadi malam dia belum bertemu dengan ibunya.


" mama......" kata Chika memanggil ibunya


Radit menyusul Chika dari belakang, Radit melihat diva ada disana.


" Bi.... di mana istriku?" kata Radit pada diva


" nyonya ada di dalam kamarnya tuan" kata diva yang tidak melihat Nanda pergi.


Radit langsung pergi menuju kamar mereka, setelah sampai di sana dia tidak mendapati Nanda. dia langsung melihat lemari Nanda, di sana semua baju Nanda masih tergantung seperti sebelumnya.


Radit mencoba mencari keruangan yang lainnya, dia menelepon handphone Nanda namun tidak aktif.


Radit membuka handphone-nya untuk melacak GPS Nanda, dia melihat GPS Nanda ada di kamarnya. Radit menemukan cincin kawin di atas meja.


dia mencoba melacak GPS yang lainnya yang diam-diam Radit pasang di perhiasannya dan termasuk di jam tangannya Nanda.


namun lagi-lagi Radit mendapatkan alamat GPS Nanda semua berada di dalam rumahnya.


seketika kaki Radit lemas saat dia sadar Nanda meninggalkan cincin kawin itu.


" ke mana dia pergi?" batin Radit

__ADS_1


__ADS_2