Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 68


__ADS_3

Hari ini nanda sengaja cepat bangun, karena dia tidak mau membuat masalah dihari pertama untuk direktur barunya.


kini semua karyawan di Pt.Canis sudah berbaris untuk menyambut direktur baru tersebut. Nanda melihat bahwa yang jadi direktur nya adalah suami nya sendiri.


namun dia begitu cepat menyesuaikan dirinya biar tidak ada yang curiga.


Radit tersenyum melihat nanda yang begitu profesional di lingkungan kerja.


" lihatlah dirinya begitu manis nya tersenyum kepada ku, tapi bukan tersenyum kepada seorang suami nya, melainkan kepada seorang pemimpin. apakah dia terus seperti itu pada pemimpin nya" batin Radit . hingga dia tidak mendengar nanda sejak tadi memanggil nya.


" pa presidir...."


" pa presidir...."


" pa presidir..."


hingga Hendra menyenggol siku nya. membuat Radit tersadar dari lamunan nya.


" eh.....i...ia... iya...?"


seketika semua heran melihat Radit, Hendra pun heran melihat tingkah sahabat sekaligus atasan nya itu tanpa sadar hendra tersenyum melihat bos nya itu. karena baru kali ini Radit bersikap seperti itu dilingkungan pekerjaan.


Radit yang menyadari dirinya, dia langsung kembali bersikap profesional nya. dengan gaya percaya diri dan tegas nya dia bebicara kepada nanda.


" apakah anda baik baik saja pa presidir?"

__ADS_1


" beginikah cara anda bersikap kepada atasan , apa anda memanggil saya, cukup panggil saya sekali saja, saya bukan tuli untuk itu, dan saya masih bisa mendengar walaupun semut dibawah tanah memanggil ku"


nanda menyerngit kan alis heran.


" sombong sekali dia kenapa jadi dia yang marah? dan harus nya gue lah yang terkejut bukan dia. dia kan tau gue kerja disini" batin nanda


" ada apa anda memanggil saya, anda malah bengong di situ.


" sepertinya akan terjadi perang antara singa dan harimau" batin hendra


" Hah.... kok dia nyerang gue sih" batin nanda


" maafkan saya pak kalau saya lancang, tolong perkenalkan diri bapak kepada kami"


" bukan kah kita saling kenal sayang? dan lihat lah akan kuberikan kamu pelajaran" batin Radit sambil tersenyum.


" kalian panggil saya presidir atau Carsons"


" jangan ada coba-coba memanggil saya Radit, karna hanya istri saya yang bisa memanggil saya Radit"


" saya sudah menikah dan istri saya adalah....... KAMU " menunjuk kearah nanda.


nanda merasa sangat terkejut terlebih para karyawan lain nya. badan nanda tegang keringat nya membasahi kening nya padahal cuaca masih pagi.


Radit yang menyaksikan itu tersenyum sangat bahagia.

__ADS_1


" maksud saya kamu sangat mirip dengan istri ku. akh.... ia siapa nama mu"


" huh....." trikan nafas nanda yang tidak dia sadari . namun Radit dan hendra bisa mendengarnya mereka berdua tersenyum.


" nama saya nanda pak" kata nanda sambil menggigit giginya hingga mengeluarkan suara dari dalam sana.


radit tidak berhenti menghilang kan senyuman dari bibir nya. karna pagi ini dia berhasil membuat nanda marah.


melihat wajah nanda pada saat marah adalah kebahagiaan bagi Radit.


" oke Radit.... sekarang aku tak berdaya, tapi lihatlah nanti pada saat di rumah tak akan ku beri kau ampun" batin nanda.


kini beberapa karyawan berkumpul di ruang rapat untuk persentase pekerjaan mereka dari unit masing masing dua orang saja termasuk nanda.


nanda bersama dengan romi dari unit nya. romi mencintai nanda, namun nanda hanya menganggap romi sebagai teman kerja tidak lebih .


nanda duduk bersebelahan dengan romi dan dari depan sana radit tidak berhenti menatap nanda. nanda yang menyadari tatapan radit akhirnya dia punya ide..


" baik lah tuan carsons waktunya bermain main " batin nanda dan sambil tersenyum.


nanda tiba tiba merangkul pundak romi. romi pun seketika kaget, dan menoleh kearah nanda. dan nanda membisik kan sesuatu pada romi.


" diam lah.... dan ikuti permainan ku" romi mengerti maksud nanda dia hanya pasrah.


dan nanda berhasil membuat Radit marah. dia membelalak kan matanya pada nanda.

__ADS_1


nanda cuek dan purapura tidak bersalah. namun dalam hatinya dia sudah sangat merasa senang. bukan cuman Radit hendra juga menyadari tingkah radit dia hanya tersenyum dan berbisik pada radit.


" apa perlu aku membuat surat rekomendasi pemecatan untuk nya? " hendra sambil tersenyum kearah radit.


__ADS_2