
"Kevin tidak berani menemuimu, Dia menyuruh Alvin untuk menemuimu dan dan mengaku sebagai Kevin."
" dan tanpa Alvin sadari, ternyata dia sudah jatuh cinta kepadamu. namun dia tidak mempunyai keberanian untuk mengakui kebohongannya. akhirnya dia terus menggunakan nama Kevin menemuimu" kata Chika
" jadi selama ini siapa yang sedang bersama aku" kata Kirana
" selama ini yang sedang bersamamu adalah Alvin. kamu bertemu dengan Kevin hanya sekali, itu pada saat kamu menampar dia" kata Chika
" lalu apa kakak pikir aku bisa memaafkan mereka, mereka pikir aku siapa?? mereka bisa mempermainkanku begitu saja?" kata Kirana
" maafkan kedua adikku" kata Chika
" maaf Kak,,, aku tidak bisa memaafkan mereka. aku merasa mereka berdua menipuku" kata Kirana
" tolong.... maafkan mereka berdua" kata Chika kepada Kirana
" oke baiklah kak, aku memaafkan mereka berdua. tapi aku tidak bisa memberikan kesempatan kepada Alvin." kata Kirana
" Alvin sangat mencintaimu, tolong berikan kesempatan padanya" kata Chika
" aku tidak bisa mencintai orang pembohong dan penipu" kata Kirana
" tapi dia melakukan itu karena dia takut kehilanganmu. Dia sangat mencintaimu" kata Chika
" aku tidak peduli apapun itu alasannya, aku hanya merasa dia tidak menghargaiku." kata Kirana
" tapi kan aku sudah jelaskan kepadamu "kata Chika berhenti berbicara karena Kirana langsung memotong pembicaraannya
__ADS_1
" kakak tolong jangan memaksaku kembali kepadanya. kakak sebagai perempuan aku rasa jika kakak merasakan posisiku kakak juga pasti akan melakukan hal yang sama denganku, jadi tolong tinggalkan aku" kata Kirana
akhirnya Chika pergi meninggalkan Kirana, di tempat lain Kevin dan Alvin sedang pergi untuk menemui Nadia, namun sudah 3 jam lebih mereka di rumah Nadia menunggu. Nadia tidak kunjung datang.
mereka tidak tahu bahwa tadi pagi Nadia sudah berangkat ke London untuk meneruskan kan kuliah nya.
Kevin mencoba menelpon Nadia, Namun nomor Nadia tidak dapat dihubungi.
akhirnya keduanya pulang ke rumah, Kevin merasa frustasi karena dia tidak bisa menemui Nadia.
Kevin Alvin melihat Chika bersama dengan ibunya duduk menonton.
" Di mana kalian berhasil tidak?" kata Chika
"itu makanya, pelajaran buat kalian berdua. sebesar apapun rasa cinta kalian terhadap wanita, kalian jangan pernah mencoba coba untuk membohonginya. terima saja risiko apa yang akan kalian dapat akibat kejujuran kelian"
" apa yang harus kita lakukan Mah" kata Kevin dan juga Alvin
" kalau memang kalian berdua mencintai mereka, kejarlah" kata Nanda
" tapi Mah.... Nadia tidak bisa ditemui, Kevin tidak tahu kemana dia pergi" kata Kevin
" kamu tunggu saja waktunya, suatu saat kalian pasti bertemu" kata Nanda
" bagaimana dengan Kirana kak? apa kakak berhasil?" kata Alvin
" dia mau memaafkan kalian berdua, dia tidak mau memberimu kesempatan. dia tidak mau bertemu denganmu lagi" kata Chika
__ADS_1
keduanya terduduk lemas dan mereka sama-sama menghembuskan nafas kasar.
Chika dan Nanda saling tersenyum melihat tingkah Sikembar mereka.
" kalian berdua memang sangatlah kompak, aku salut kepada kalian berdua" kata Chika
" apa maksud kakak ?kakak ingin mengajek kami" kata Alvin
" kakak hanya ingin mengatakan yang sebenarnya saja" kata Chika
" kalian berdua sangat banyak persamaan dan kemiripan"
" sama-sama jatuh cinta dan sama-sama memiliki pacar"
" sama-sama diputuskan pacar, dan sama-sama galau" kata Chika
" kak.... udah... jangan mengejek mereka lagi" kata Nanda
" awas aja kakak... pokoknya jika kita berdua tidak bisa kembali, maja kakak juga tidak boleh pacaran dengan Aditya" kata Alvin
" ehhhhh.... mana boleh seperti itu" kata Chika
"boleh..... aku akan terus mengekori kakak kemana pun kak Chika pergi " kata Kevin
" Mah lihatlah mereka begitu kejam kepadaku" kata Chika pada Nanda
Nanda hanya tertawa melihat ketiga anaknya.
__ADS_1