
Jordi sangat terkejut bahwa selama ini anaknya adalah Chika, Chika selama ini dibesarkan oleh mantan tunangannya sendiri, keluarga yang sengaja dihancurkan oleh Jordy.
akhirnya Jordy minta maaf kepada Nanda dan juga kepada melati. dia ingin memperbaiki hubungannya dengan melati, ibunya Jordi pun sudah merestui melati.
Namun melati menolak mentah-mentah keluarga Jordy.
" aku tidak membutuhkan kalian lagi. kalian kemana pada saat aku membutuhkan kalian?"
" Hanya Nanda dan suaminya yang ada bersamaku saat aku susah"
" kalian semua membuang ku, dan kalian mengancamku untuk membunuh anak ku jika anak ku lahir"
" itu salah satunya alasanku untuk memberikan anak kepada Nanda, karena aku yakin mereka akan menyayangi anakku seperti anak mereka sendiri"
" dan mereka akan melindungi anakku dari kalian, dan alasanku yang kedua adalah aku pikir Nanda tidak bisa mempunyai anak lagi" kata melati
" aku minta maaf tolong kasih aku kesempatan mel..." kata Jordi bersujud di kaki melati
" maaf aku tidak bisa... dulu pada saat aku belum sukses.. kalian selalu menghindari ku... bahkan aku 7 tahun lebih aku bersamamu, kamu hanya menganggapku sekedar hubungan **** mu aja,"
"sekarang di saat aku sudah sukses,,.. kalian semua baru datang kepadaku, sekarang mengharapkanku untuk menjadi anggota keluarga kalian. aku bukan melati yang dulu" kata melati
Melati memang sudah sukses, Melati jadi pelukis yang hebat. dia sudah terkenal di bidang seni, ukisan tangannya terjual di pasaran sangat mahal.
" maafkan kami nak" kata ibu Jordi kepada melati
" aku mau memaafkan kalian tapi aku tidak bisa menerima lamaran kalian" kata melati
" lalu bagaimana dengan Chika" kata Jordi
" ini tidak ada hubungannya dengan Chika, Chika bukan anakmu Dan juga bukan anakku. dia adalah anaknya Nanda bersama Radit. nama Chika terhubung dengan Radit dan Nanda" kata Melati
" dia adalah darah dagingku" kata Jordy
" tidak..... tidak ada hak mu untuk menuntut Chika, karena semenjak Chika ada di dalam kandunganku, kamu bahkan tidak pernah bertanggung jawab dan sampai saat ini" kata melati
__ADS_1
" Nanda maaf kan aku... jika aku menitipkan anakku kepadamu" kata melati
" aku sangat menyayangi Chika dia adalah anakku juga" kata anda
" aku tidak akan mengambil Chika dirimu, dan aku akan menentang siapa orang yang ingin mengambil Chika dari mu" kata melati
" terima kasih Mel...." kata Nanda memeluk melati
kini satu bulan berlalu, satu minggu lagi adalah hari pernikahan Marcel dan Sarah. sementara Adrian dengan dokter Wulan yang menolong nada pada saat Nanda hamil sudah menikah 2 minggu yang lalu.
LIMA TAHUN KEMUDIAN
"ini punya aku....." kata Alvin Pratama Wijaya
" tidak ini punyaku..." kata Kevin Pratama Wijaya
" ada apa kalian berantem?" kata Chika
" kak Chika.....Alvin ambil mainanku" Kata Alvin
" sudah.... sudah.... gimana kita main bareng sama kakak aja" kata Chika kepada adik-adik nya
" main apa kak?" kata si kembar
" kita main Ludo aja" kata Chika Memegang kertas Ludo ditangan nya
" caranya gimana kak?' kata Kevin
Chika mencoba menjelaskan kepada kedua adiknya..
" oke ayok..." kata Alvin
" yang kalah kena hukum,,, jika batu nya mati maka yang mematikan menghukum yang dimatikan, dan jadi hukuman nya kita coret muka , tidak boleh menangis" kata Chika
" ayok" kata Kevin
__ADS_1
kini mereka mulai bermain Ludo, putaran demi putaran punya Alvin dimatikan Kevin,
" sini muka mu" kata Kevin pada Alvin. Kevin membuat lingkaran di mata Alvin
dan kembali punya Kevin dimatikan oleh Alvin, dia membalas Kevin
" sini muka mu " kata Alvin pada Kevin
Alvin langsung membuat garis tebal dan panjang dimuka Kevin hingga lipstik nya Nanda patah. kini giliran chika tercoret.. dan begitu selanjutnya.
pada saat Nanda dan Radit bergabung dengan anak-anak nya. mereka terkejut melihat wajah anak mereka yang berubah menjadi badut. mereka berdua tertawa melihat anak-anak nya.
kini permainan selesai dan Kevin menangis gara-gara dia kalah, mukanya yang paling banyak di coret.
" Kevin cengeng.... Kevin cengeng..." kata Alvin mengejek...
Kevin yang dapat ejekan dari Alvin tambah menangis,, dia mengejar Alvin. Alvin berlari kedapur.
Kevin melihat ada tepung dan telur disana, akhirnya Kevin melempar telur ke Alvin. Alvin membalas melempar menggunakan tepung, pada saat itu juga Chika datang menemui kedua adiknya, dia juga ikut bergabung.
mereka bertiga sibuk saling melempar dan dalam sekejap dapur berubah menjadi seperti gudang. Radit dan Nanda menghampiri mereka. Radit memeluk badan Nanda dari belakang.
" mudah-mudahan keluarga kita selalu begini seterusnya sayang" kata Radit
" amin" kata Nanda
tiba-tiba si kembar melempar kedua orang tua nya menggunakan tepung dan telur. akhirnya nanda dan Radit juga bergabung. mereka berlima tertawa bahagia dan saling melempar..
***SETELAH BEGITU BANYAK COBAAN DAN PENDERITAAN YANG DIHADAPI NANDA, DAN KINI SEKARANG SUDAH BERAKHIR DAN HIDUP NYA SUDAH SANGAT BAHAGIA BERSAMA SUAMI DAN KETIGA ANAK NYA.
***"********"TAMAT******"""
Author: terimakasih saya ucapkan untuk para pembaca yang sudah mampir dinovel saya dan terimakasih buat like dan komen kalian semua. maaf untuk kata-kata yang salah,,, karena ini masih novel perdana saya mohon dimaklumi... berkat dukungan kalian para pembaca akhirnya saya bisa menyelesaikan novel ini.sekali lagi,
**"*** TERIMA KASIH BANYAK***.
__ADS_1
kalau ada waktu buat kalian singgah lah di novel ku yang kedua Jodoh ditangan Tuhan.