Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 80


__ADS_3

kini nanda dan juga radit sudah sampai di rumah mereka. Radit menggendong nanda menuju kamar mereka. Radit duduk di tepi ranjang.


" maafkan aku gara2 aku kau jadi terluka parah" kata Radit


nanda tersenyum ke arah Radit.


" kau dari tadi selalu minta maaf, apa yang membuat mu kesetanan seperti tadi malam hm..?" kata nanda


" maaf.... aku semalam terlalu banyak minum" kata Radit


" aku tau itu..... yang aku tidak mengerti, kenapa kamu marah kepada ku?" kata nanda


" apa kamu mempunyai seorang kekasih?" kata Radit


" Hehehe... pertanyaan macam apa itu? bagaimana mungkin aku punya pacar sementara aku sudah menikah" kata nanda


" kenapa tidak mungkin?? pernikahan kita mendadak itupun kamu meminta di rahasia kan, mungkin saja ini alasan mu dibalik semua nya?" kata Radit


" aku memang meminta pernikahan yang tertutup, itu karena aku belum siap dan itu juga salah mu sendiri yang memaksa ku menikah mendadak. jadi jangan salahkan aku" kata nanda


" lalu kamu semalam dari mana?" kata Radit


" aku semalam bertemu dengan teman-teman satu kelas ku dulu waktu Sma" kata nanda


" laki-laki apa perempuan?" kata Radit


" astaga kamu betul-betul menginterogasi ku, seharus nya kamu cocok nya jadi seorang detektif, ya tentu saja laki-laki dan juga perem

__ADS_1


puan" kata nanda


" lalu kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau kamu pergi keluar" kata Radit


" maafkan aku... semalam keadaan nya mendadak jadi aku lupa soal itu" kata nanda


" lalu kenapa ada jaket pria didalam kamar mandi, apa kamu atau dia yang sengaja meninggal kan nya disana?" kata Radit


" hahahahhaha... apa kamu mencurigai ku berseligkuh atau kamu cemburu?, kamu tau kamu sangat lucu" kata nanda


" kedua nya... curiga dan cemburu" kata Radit


" ok baiklah... tadi malam pada saat di kafe aku ditabrak seseorang dan akibat itu bajuku kotor. aku mencoba membersih kan nya di toilet, bajuku sedikit basah , temanku meminjam kan jaket nya kepadaku. jangan bilang kamu marah pada ku gara-gara itu" kata nanda


Radit tidak menjawab dia memeluk tubuh nanda dan mencium kepala nya.


" hmmmm..." kata nanda sambil menganggukkan kepala nya


" sekarang kamu makan dan minum obat, setelah itu kamu istirahat" kata Radit


" baiklah tuan Pratama" kata nanda sambil tersenyum


radit mengacak-acak rambut bagian depan nanda setelah itu dia pergi mengambil nasi nya nanda.


nanda sudah siap makan obat nya, kini aku waktunya istirahat, namun sebelumnya hp nya berdering.


" tolong ambil kan hp ku" kata nanda pada Radit.

__ADS_1


Radit mengambil hp nanda dan memberikannya, nanda melihat ternyata yanti yang menelepon.


" hallo " kata nanda


" hallo lho dimana?? kami di rumah mu, kata dokter tadi kamu sudah pulang dari rumah sakit bersama suami mu" kata yanti


" lho tau dari mana gue di rumah sakit?" kata nanda


" gue tadi yang nelpon ke nomor lho, tapi yang angkat pembatu suami lho. berikan alamat rumahnya suami lho sekarang, lho banyak utang penjelasan sama kami " kata sarah. kini sarah yang bebicara..


nanda tidak bisa mengelak lagi, namun sebelum itu dia minta ijin dulu pada Radit. Radit menyetujui nya dan nanda langsung mengirim alamat rumahnya Radit kepada kedua sahabat nya.


setelah beberapa jam kemudian yanti dan sarah sudah sampai di depan rumah Radit. mereka berdua terkejut melihat rumah Radit.


" wow.... ini rumah apa istana sih?" kata sarah


" lho bisa diam gk... kalau yang lain lihat kita nanti kita bisa malu " kata yanti


yanti mengetuk pintu rumah Radit. dan Radit sudah tau sebelumnya dari nanda .saat Radit membuka pintu kedua sahabat nanda terkejut berdiri bagaikan patung bernapas disana. Radit bingung tidak mengerti dengan sahabat istri nya.


" silahkan masuk " kata Radit mempersilahkan tamu nya


yanti dan sarah masuk, tidak ada pembicaraan diantara meteka berdua.


" kalian tunggu sebentar, aku akan memanggil nanda" kata Radit


Radit pergi meninggalkan yanti dan sarah, dia menaiki tangga menuju kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2