Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 77


__ADS_3

Radit menarik tangan nanda kasar dan melempar kan nanda ketempat tidur mereka.


nanda ketakutan dan menangis.


" Radit.. ku mohon jangan sepeti ini, kau sedang mabuk" kata nanda sambil mencoba mundur ke sandaran tempat tidur.


Radit langsung menarik tubuh nanda dan membaring kan nya disana. dalam sekejab Radit sudah mengunci tubuh nanda menggunakan satu tangan.


nanda menangis dan barusaha untuk kabur dari sana. namun tenaga nanda tidaklah seberapa di bandingkan dengan tenaga Radit.


Radit mencium bibir nanda dengan kasar dan satu tangan nya memegangi tubuh nanda dan membuka pakaian nanda. nanda menyadari ini memang hak nya Radit, tapi nanda tidak menginginkan yang seperti ini.


dia ingin mnyerahkan dirinya di saat dia sudah jatuh cinta, bukan dengan kasar begini. nanda tidak berkata apa apa lagi. dia hanya pasrah membiarkan Radit menikmati dirinya.


air mata nanda tidak berhenti jatuh, tubuh nanda sudah bertelanjang, dan tidak ada sehelai benang membalut tubuh mungil itu.


Radit trus menikmati tubuh nanda, Radit junior sudah meronta-ronta mencari mangsa.


Radit meninggal kan banyak tanda di leher


mulus nanda. dia merasa senang melihat nanda yang tidak melawan lagi.

__ADS_1


Radit sudah tidak sabar lagi untuk menikmati nanda, dia mencium kening nanda lalu turun kepipi kiri dan pipi kanan nanda. radit menyadari nanda menangis.


Radit langsung menutupi tubuh nanda menggunaka selimut. dia. bangkit dari ranjang dan memperbaiki penampilan nya.


radit mengambil kunci mobil nya kemudian pergi meniggalkan nanda.


nanda bangun dari tidur nya, dengan langkah yang sangat berat dia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. dia bersyukur Radit masih bisa mengontrol dirinya kalau tidak dia tidak tau apa yang akan terjadi padanya.


nanda tidak sengaja menginjak kaca yang dipecahkan Radit tadi. kaki nanda terluka parah dan mengeluarkan darah yang lumayan banyak.


nanda ingin membersihkan darah yang terus mengalir, dengan satu kaki dia mencoba berjalan, namun akibat dia tidak bisa menjaga keseimbangan badan nya , nanda terjatuh kepalanya terbentur ke sudut wastafel. kepala nanda terluka dan akhirnya nanda pingsan dan jatuh ke but up yang berisi air.


kini sudah jam tujuh pagi, pembatu Radit datang untuk membersihkan rumanya. dia menuju kamar tuan nya. alangkah terkejut nya dia melihat kamar tuannya hancur sepeti itu.


Sudah lima tahun diva bekerja di rumah Radit, selama ini dia tidak pernah mendapati kamar tuan nya hancur seperti itu. diva mencoba merapikan satu persatu pakaian nanda yang berserakan dilantai.


setelah kamar tuan nya rapi dia menuju kamar mandi untuk membersihkan nya. diva terkejut melihat nanda yang tidak sadarkan diri disana dan juga tidak mengenakan pakaian.


diva meraih wajah nanda, dia melihat wajah nanda sudah membiru. diva panik, dia mengambil selimut dan menutupi badan nanda. diva menjerit meminta tolong pada satpam disana.


dua orang satpam tersebut berlari menuju tempat diva berada.

__ADS_1


" ada apa mba diva" kata anton satpam radit


" nyonya tidak sadarkan diri, tolong angkat dia ke kasur" kata diva


anton dan parmin mengangkat nanda ke kasur. setelah itu diva menelepon majikannya. diva sudah menelepon Radit lebih dari lima kali, namun Radit tidak menjawab.


kini Radit baru saja siap mandi, setelah Radit sudah rapi dia melihat hp nya, dia menyerngit kan kedua alis nya heran. tidak biasa diva


menelpon nya dan ini 8 panggilan tak terjawab. dia mencoba menghubungi diva namun tidak tersambung.


Radit semakin penasaran, dia mencoba menghubungi diva. lagi lagi tidak tersambung. akhirnya radit menelepon anton.


" hallo tuan" sapa anton


Radit mendengar seperti suara ambulans di sekitar rumahnya.


" hallo. anton dimana kau. dan juga diva dimana dia kenapa dia tidak mengangkat telepon ku."


" maaf tuan... mba diva sedang mengurus nyonya, nyonya sedang tidak sadarkan diri dan ini mba diva sedang membawa nyonya bersama ambulans tuan"


" kerumah sakit mana istri saya dibawa"

__ADS_1


__ADS_2