Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 120


__ADS_3

Satu jam kemudian dokter yang memeriksa kan Nanda keluar dari kamarnya Nanda menemui Adrian.


" apa yang terjadi pada teman saya" kata Adrian


" teman kamu hamil...." kata dokter


" apa??? hamil??? apa kamu yakin??" kata Adrian


" iya... teman kamu hamil sudah 1 bulan" kata dokter


ada rasa bahagia pada diri Adrian dan ada rasa sedih, menurut cerita Nanda, kehamilan baginya sangatlah susah dan kini Nanda sudah hamil.


tapi dia mengingat kembali dengan keadaan Nanda, kalau dia hamil dia tidak bisa melahirkan anaknya dengan keduanya selamat.


" kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter pada Adrian


Adrian hanya menganggukkan kepalanya, dan tidak lama kemudian Nanda keluar dari kamar.


" apa kata dokter?" kata Nanda


adrian yang sangat bingung menjawab,


" kenapa wajahmu seperti itu? cepat katakan apa yang terjadi pada aku?" kata Nanda


" Nanda kamu hamil..." kata Adrian


Nanda yang begitu tidak percaya sangat terkejut..


" apa???? kamu jangan bercanda Rian!" kata Nanda

__ADS_1


" Nan aku tidak bercanda,, kamu hamil sudah 1 bulan" kata Adrian


" tidak mungkin... kamu hanya mengerjai ku" kata Nanda menggelengkan kepalanya tidak percaya


" aku pun awalnya tidak tidak percaya, tapi tidak mungkin dokter itu bohong" kata Adrian


" kita harus ke rumah sakit sekarang juga, kita harus memastikan ini langsung ke rumah sakit aja" kata Nanda


" tapi rumah sakit di sini sangatlah jauh Nanda. itu ada di kota" kata Adrian


" tidak apa-apa, ayolah cepatlah kita ke rumah sakit" kata Nanda


" kalau kamu seandainya positif hamil, apa yang akan kamu lakukan?" kata Adrian


" tentu saja aku akan mempertahankan kehamilanku" kata Nanda


" lalu bagaimana dengan keadaanmu?" kata Adrian


" tapi apakah kamu tidak ingin memberitahukan perihal kehamilan mu kepada suamimu?" kata Adrian


" aku tidak akan memberitahukannya?" kata Nanda


" kenapa??? bukankah suamimu berhak tahu kamu hamil, bagaimanapun itu dia adalah anak nya" kata Adrian


" Radit tidak akan pernah menyetujui kehamilanku" kata Nanda


" tapi aku tidak bisa menanggung resiko ini Nanda," kata Adrian


" kalau begitu tinggalkan saja aku pergilah" kata Nanda

__ADS_1


" apa yang kamu katakan Nanda? bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini" kata Adrian


" aku tidak peduli dengan keadaan aku seperti ini, yang aku inginkan adalah hanya melahirkan anak ini untuk suamiku dengan selamat" kata Nanda


" tapi kalau terjadi sesuatu apa-apa padamu, mereka akan menuntut ku" kata Adrian


" kamu tenang saja, sebelum itu terjadi, aku akan membuat beberapa surat untuk suamiku," kata Nanda


" aku mohon Nanda jangan seperti itu" kata Adrian


" kenapa kamu begitu jahat, apa kamu ingin menyuruhku membunuh anakku? siapa kau" kata Nanda


" maafkan aku, aku hanya ingin kamu mengerti" kata Adrian


" Ryan tolong... kalau kamu tidak ingin membantuku, mending kamu tinggalkan aku disini sendiri" kata Nanda


Adrian tidak punya pilihan lain, akhirnya dia menuruti apa yang Nanda minta.


" oke baiklah,, kamu harus tinggal di kota tidak di sini lagi" kata Adrian


" kenapa tidak di sini?" kata Nanda


" rumah sakit di sini sangatlah jauh, dan kehamilan mu sangat sensitif. kamu harus tinggal di dekat rumah sakit, dan aku akan mencari dokter yang hebat untuk menangani kasus kehamilan mu" kata Adrian


" terima kasih banyak kamu selalu membantuku" kata Nanda


" aku juga akan minta surat rekomendasi, agar aku dipindahkan ke kota. biar aku bisa menjagamu, aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri dalam keadaan seperti ini" kata Adrian


" terima kasih banyak, aku tidak akan melupakan jasamu. tapi berjanjilah padaku, jangan pernah memberi tahu kepada siapa pun bahwa aku hamil" kata Nanda

__ADS_1


" baiklah" kata Adrian


__ADS_2