
Setelah Kevin dan Nadia pulang dari pertemuan itu, Alvin langsung menemui Nadia.
" Nad,,, apa yang kalian bicarakan dengan Bella" kata Alvin
" Bella ingin menjadi pendamping wanita ku di pernikahan ku nanti. dia juga menginginkan baju dan meka-up yang sama yang aku kenakan" kata Nadia
" terus apa yang kamu katakan padanya" kata Kevin
" dia juga meminta Alvin untuk mengenakan pakaian yang sama dengan mu" kata Nadia
" apa????" kata Kevin dan Alvin
" awalnya aku menolaknya...... "
" tapi dia bilang, waktu nya tidak lama lagi sebelum dia pergi dia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pengantin walaupun itu hanya bohongan"
" dan aku tidak berdaya, akhirnya aku menuruti keinginan nya" kata Nadia
" lalu bagaimana dengan mu Al..." kata Kevin
" mari kita turuti permintaan Bella jika memang itu membuat nya bahagia" kata Alvin
" kamu serius melakukan itu Al,,, disana yang hadir bukan cuman keluarga kita Al,, disana semua para undangan kita adalah dari kalangan bisnis papah, apa pendapat mereka nanti terhadap mu dan juga Bella??"
" Media juga akan menyebar kan gosip bahwa pernikahan mu gagal, mereka akan menjadikan keluarga kita jadi topik utama di masing-masing stasiun televisi"
__ADS_1
" apa kamu tidak berpikir kesitu?? dan kamu pikir rekan-rekan papah bisa diam jika gosip itu beredar??"
" mereka semua tidak percaya dengan kebenarannya mereka hanya percaya pada apa yang mereka lihat, pikirkan kesitu juga" kata Kevin
"lalu aku harus bagaimana Kevin?? bukan kah kamu lebih tau keadaan Bella dari pada aku?" kata Alvin
" kita turuti saja permintaan Bella, untuk situasi sekarang kita harus lebih mementingkan Bella dari pada yang lainnya"
" jika memang gara-gara gosip itu usaha kita hancur lalu kenapa kita harus takut?? kita bisa membangun nya kembali dari nol?? apalagi sekarang papah sudah punya anak-anak papah yang sangat hebat, kalian bisa bantu papah nantinya" kata Radit
" terimakasih pah..." kata Alvin memeluk Radit
" lagi pula apa yang terjadi pada Bella adalah itu semua gara-gara kita. mana mungkin Kita tidak bisa menuruti permintaan kecil itu" kata Nanda
" kalau begitu kapan kita fitting bajunya" kata Alvin
" iya udah... gimana dengan besok???" kata Nadia
" oke....." kata Alvin dan Kevin
hari pun berganti,
hari ini sesuai yang mereka rencanakan, mereka berempat pergi kesebuah mall untuk melakukan fitting baju.
terlihat senyum bahagia di bibir manis Bella, Bella sangat cantik mengenakan baju tersebut, pandangan Alvin tidak terlepas dari Bella.
__ADS_1
" hei cowok mesum....kenapa lho lihat gue seperti itu??" kata Bella
" sori.... gue ngk sengaja liat" kata Alvin
" gue tau kok apa yang sedang lho pikirkan. lho berpikir kan ingin menikah dengan ku menggunakan baju ini kan??"
" kamu tidak usah terlalu banyak bermimpi, buang saja mimpi mu itu jauh-jauh karena kamu bukan tipeku" kata Bella
Hati Alvin begitu sakit mendengar perkataan Bella tapi Alvin tetap berusaha kuat.
" aku sih... lebih baik tidak menikah seumur hidup ku jika harus menikahi pria seperti mu"
" tapi lihatlah begitu besar keinginan kamu menikah denganku ku" kata Bella
" Bella......" kata Nadia
" memang benar kok.... lihatlah lah jika memang dia tidak menginginkan ku dia tidak akan mau memenuhi permintaan ku" kata Bella
" Bella.... tolong jangan bahas soal pernikahan lagi dan bajunya sudah pas di badan mu, mari kita pulang" kata Nadia
" kalian pulang lah terlebih dahulu gue masih ada urusan" kata Bella
" mari saya temani" kata Alvin
" aku tidak membutuhkan mu, tidak bisakah kamu menjauhiku?? kamu tau aku sangat membencimu" kata Bella pada Alvin
__ADS_1
Alvin sangat terkejut mendengar Bella berkata seperti itu padanya, dengan sekuat hati nya dia menahan rasa sakit nya.
" maafkan aku jika aku melakukan kesalahan, baiklah aku akan pergi. jaga dirimu" kata Alvin pergi meninggalkan Bella