
" tentu saja kamu tidak mendengar nya, ruangan ini kedap suara"
" jadi jangan salahkan aku, ada apa bapak memanggil saya kesini"
" aku bukan bapak kamu, aku adalah suami mu."
" seorang pemimpin harus bersikap profesional dalam bekerja."
" aku tau....sikap profesional itu hanya untuk karyawan dan pimpinan. bukan untuk keluarga, kamu adalah istriku"
" bukan kah aku juga karyawan mu?"
" apa perlu aku mengumumkan bahwa kamu adalah istri ku"
" secara tidak langsung bukan kah kamu tadi sudah mengumumkan nya"
" hahahaha kamu sangat cantik tadi pada saat aku mengumumkan nya"
" dan kamu juga sangat lah tampan pada saat di ruang rapat tadi. ingin rasa nya aku memotret nya dan mengirim ke email perusahaan. dan bisa kita lihat bagaimana reaksi karyawan PT. Canis melihat presidir mereka yang terkenal gunung es ternyata bisa cemburu"
" apakah kamu ingin mencoba untuk membalas ku"
" aku tidak mengerti apa itu kata membalas, yang aku tau aku hanya melakukan apa yang mereka lakukan padaku"
lagi-lagi Radit tidak bisa menjawab nanda.
" makan lah.. bekerja penting tapi lebih penting jaga kesehatan"
" apakah ini berupa perhatian?"
" iya karena kamu adalah istri ku"
"ck... bukankah tadi pagi seseorang mengatakan untuk menjaga sikap pada saat jam kerja "
" aku adalah bos disini. jadi hanya aku yang bisa melanggar nya"
" baik lah.. temani aku makan"
__ADS_1
Radit akhirnya ikut makan kembali pada hal sebelum nya dia sudah makan bersama hendra. dia takut membuat nanda kecewa.
setelah pulang kerja hari ini Radit dan nanda pindah kerumahnya Radit. tidak banyak barang-barang nanda dia hanya membawa yang perlu saja.
" kamar kita lantai dua sebelah kanan, pintu pertama"
" hmmm baiklah"
nanda merapikan barang yang dibawa nya tadi. setelah itu dia turun kebawah menemui Radit. dia mencari cari Radit namun dia tidak menemukan nya.
sudah lumayan cape, akhirnya dia duduk di sofa ruang tamu. nandengar ada suara didapur, akhirnya dia pergi ke dapur. dia melihat Radit memasak disana.
" kamu pandai memasak?"
" tidak terlalu, hanya mengerti sedikit saja"
" kamu tau? aku bisa melakukan semuanya, tapi hanya memasak lah yang tidak bisa kulakukan"
" aku tau itu?"
" ya... ya... apa yang bisa kulakukan disini?"
" baiklah"
setelah Radit selesai memasak mereka langsung makan bersama. beberapa menit kemudian kini mereka sudah selesai makan.
" masakan mu enak."
" trima kasih, dan aku akan lebih sering memasak untuk mu"
" ok baiklah.. biar aku yang merapikan dan mencucinya"
" hm... aku mandi dulu"
nanda duduk di ruang tamu setelah selesai merapikan dapurnya, dan Radit sudah siap dengan ritual mandi nya. kini dia ikut bergabung duduk di seberang nanda.
sebelum nya nanda melihat Radit memakai baju santai sangat lah berbeda. dia terpaku memandang radit berjalan dari tangga menuju ruang tamu.
__ADS_1
hingga dia tersadar karna radit mengatakan sesuatu padanya.
" aku tau aku sangat tampan, berhenti menatap ku sepeti itu. aku sudah menjadi milik mu"
nanda sangat malu pada saat ini, di tidak ada nyali untuk berbicara. dan akhir nya mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.
" oke lah.. aku mandi dulu"
"........." Radit hanya mengangguk pertanda setuju.
beberapa menit kemudian kini nanda sudah siap dengan mandinya, setelah rapi dia turun kebawah namun tidak ada Radit disana.
" ahhhh... kemana lagi dia pergi.. dia selalu saja menghilang."
nanda naik kembali keatas, dia melihat pintu sebelah kamar mereka terbuka sedikit, dengan penasaran nanda melihat kedalam.
" ternyata kamu disini"
" ada apa? apa kamu tidak melihat ku sedetik saja langsung rindu kepadaku"
" yah tentu,, karna kamu sangat tampan dan sempurna, tapi sayang sekali....tingkat kepedean kamu sudah sangat kelebihan dosis."
" hahhhahahha..... kamu tau??? setiap hari aku semakin jatuh cinta kepada mu. kamu selalu saja mampu membuat ku tertawa"
" tapi aku semakin hari semakin tidak waras bersama mu"
" tapi aku menyukai kegilaan mu itu sayang"
" kamu mengatakan ku gila???"
" hahahhaha..... tidak.. tidak...kamu sangat lucu" Radit mencubit kedua pipi nanda.
" jangan menyentuh ku. aku akan patah kan tulang-tulang mu itu nanti"
" bahkan aku sudah mencium bibir mu"
nanda langsung pergi meninggalkan Radit di ruang kerja nya. mungkin dia malu karena Radit selalu menggoda nya.
__ADS_1
Radit hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya saat melihat nanda pergi meniggalkan nya.