
"lalu apakah kamu percaya dengan ucapanku?" kata Melati
" aku percaya kepadamu, karena tidak mungkin kamu membohongi kak Jordi. karena kak Jordi tidak akan tinggal diam. lagi pula kamu bukan seorang pembohong" kata Nanda
" tapi aku seorang penghianat" kata Melati
" lupakanlah itu, mungkin ini cara Tuhan menunjukkan jalan kepadaku bahwa jodohku yang sebenarnya bukan dia" kata Nanda
" ternyata setelah sekian lama, kamu masih sama seperti yang dulu kamu belum berubah," kata Melati
" lalu apa yang membuatmu menangis di sini." kata Nanda
"aku hamil... dan sudah 4 bulan" kata Melati
" apakah kak Jordi masih belum mau menikahimu?" kata Nanda
" dia tidak mau menikahiku,"kata Melati
" dia memang benar-benar laki-laki brengsek" kata Nanda
" ini hukuman buat ku" kata Melati
" tidak ini bukan hukuman tapi ini adalah rezeki bagimu" kata Nanda
" bagaimana cara ku melahirkan anak ini, apa yang kukatakan kepada keluarga ku. belum lagi itu, tidak mungkin aku melahirkan anak ini tanpa seorang ayah. apa yang harus kulakukan.!" kata Melati
" perjuangkan saja, tidak masalah anak ini lahir tanpa seorang ayah dia juga akan mengerti satu saat nanti." kata Nanda
" aku tidak bisa.... mungkin yang Jordi katakan benar, sebaiknya aku harus menggugurkan anak ini." kata Melati
" kamu jangan mencoba untuk menggugurkan anak ini, dia tidak berdosa. bagaimana mungkin kamu tega membunuh anakmu sendiri dan darah daging kamu sendiri," kata Nanda
__ADS_1
" tapi aku tidak bisa melahirkan nya, aku pasti malu. lagi pula bagaimana cara ku nanti untuk mengurusnya hanya seorang diri" kata Melati
" rezeki anak itu tergantung pada diri nya sendiri. jadi kamu tidak usah takut untuk mengatakan tidak bisa mengurus nya." kata Nanda
" tapi aku malu pada orang-orang di sekitarku kemana aku harus pergi" kata Melati
" menang ke mana kak Jordi? coba kita bicarakan lagi kembali, siapa tahu saja dia berubah pikiran" kata Nanda
" dia sudah kabur ke luar negeri, saat dia tahu perihal kehamilanku" kata Melati
" lalu apa kamu sudah mencoba berbicara kepada keluarganya kak jordi?" kata Nanda
" sudah tapi keluarganya juga tidak mau bertanggung jawab, mereka mengatakan akan membunuh anak ini jika pun dilahirkan."kata Melati
" benar-benar orang yang tidak bertanggung jawab rupanya " kata Nanda
" bagaimana ini,,, apa yang harus kulakukan? kemana aku harus pergi untuk melindungi anak ini, jika pun aku harus melahirkannya" kata Melati
" tapi aku juga belum siap untuk memberitahukan ini kepada keluarga aku, dan juga aku malu tinggal di tempat keluargaku. apa kata-kata orang? mereka pasti akan menghina aku dan juga ibuku" kata Nanda
" kalau kamu mau, tinggal lah di Jogja di rumah kami dulu" kata Nanda
" bukankah rumah itu sudah dijual nyonya?" kata Melati
" tapi aku kembali membeli rumahnya" kata Nanda
" terima kasih buat bantuanmu, kapan kita akan ke sana?"kata Melati
" kapan kamu mau? kata Nanda
" secepatnya kalau bisa minggu ini, karena kehamilanku sudah mulai membesar" kata Melati
__ADS_1
" bagaimana dengan lusa?" kata Nanda
" baiklah.... sekali lagi terima kasih banyak" kata melati
" bukankah kita teman? sesama teman harus saling membantu dan tidak ada kata terima kasih"kata Nanda
" hati kamu betul-betul seorang bidadari" kata Melati
" kamu selalu saja memujiku" kata Nanda tersenyum.
dua hari berlalu, kini Nanda dan Radit berada di Jogja untuk mengantarkan melatih ke rumah Nanda yang ada di Jogja.
" terima kasih buat bantuanmu, aku akan selalu mengingat jasamu padaku" kata Melati
"sudah jangan pikirkan itu, sekarang pikirkan kesehatan mu dan juga calon anak mu saja, jangan terlalu stress." kata Nanda sambil mengelus perut melati yang sudah mulai terbentuk.
" terima kasih tuan buat bantuan kalian kepada aku" kata Melati kepada Radit
Radit hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" kamu tidak usah bekerja, selama kamu hamil dan sampai anakmu berumur dua tahun aku akan membiayai kalian." kata Nanda
" terima kasih banyak aku berhutang budi kepada mu." kata Melati
" aku tidak bisa membiarkanmu hidup menderita, karena aku sudah menganggapmu saudara kita sama-sama tumbuh mulai dari kecil sampai kita dewasa" kata Nanda
" aku semakin tidak enak kepadamu" kata Melati
" sudah lah....,kalau begitu kami pamit dulu. jaga dirimu" kata Nanda
" sekali lagi terima kasih banyak, kalian hati-hati" kata Melati
__ADS_1