
" memang buktinya kan iya... aku mengalami masa pubertas yang sempurna"
" kak Cik... kakak sebagai calon Dokter,, apa yang dialami seseorang pada saat pubertas khusunya laki-laki" kata Alvin
" tumbuhnya jakun, suara berbeda, tumbuh bulu di tempat tertentu, tumbuh jerawat dan mengalami jatuh cinta" kata Chika
" nah itu dia....mengalami jatuh cinta... itu yang poin utama disini,, kamu belum mengalami ini... jadi kamu masih belum masuk kategori dewasa" kata Alvin
" berarti papah juga tidak mengalami pubertas yang sempurna pada saat mereka menikah dong" kata Kevin
"ceritanya berbeda dengan papa Kev, papah kan jatuh cinta pada Mama empat tahun sebelum pernikahan" kata Chika
" kak Chika juga ikut nyerang Kevin??" kata Kevin
" itu karena kamu anak yang paling kecil dirumah ini" kata Alvin
" umurku dan umurmu cuman berbeda lima menit doang kok. atau mungkin kita yang tertukar pada saat diruang bayi" kata Kevin
" ya tetap ajakan kenyataan nya aku yang lebih tua" kata Alvin
" ok baiklah kalau begitu. Mama papah buat kan aku adik malam ini" kata Kevin dan dia bangkit berdiri menuju kamarnya.
" ngk sopan banget lho" kata Alvin melempar bantal sofa pada Kevin
Nanda dan Radit hanya tertawa melihat tingkah anak-anak nya. Alvin dan Kevin memang dari dulu selalu saja berdebat.
malam ini Chika ingin pergi ke pesta ulang tahun sahabat nya, dia berangkat bersama dengan Kevin karena Alvin memang tidak mau menemani Chika.
tok...tok... tok.....
suara ketukan pintu kamar Kevin, Kevin keluar membuka pintu kamarnya.
" kak Chika, ada apa kak?" kata Kevin
" Kev temanin kakak yah " kata Chika
__ADS_1
" kak Chika emang nya mau ke mana kak?" kata Kevin
" kakak mau ke pesta ulang tahunnya Ira" kata Chika
" ya udah kalau begitu kakak tunggu sebentar ya" kata Kevin
" kakak tunggu di bawah" kata Chika
malam ini pesta ulang tahun Ira sangat meriah, begitu banyak tamu undangan Ira.
Kevin selalu setia bersama dengan Chika, dia tidak meninggalkan Chika sedetik pun.
" Kev, lho tunggu saja di mobil" kata Chika
" tidak... Kevin disini saja" kata Kevin
" apa kamu gak malu?? disini banyak teman-teman kakak loh" kata Chika
" kenapa harus malu?? bilang saja kakak ingin bersama para laki-laki itu" kata Kevin
" ya udah kakak tinggal pergi aja kan ke situ?" kata Kevin
" ya maksud ku semua teman-teman ku, takut sama kamu" kata Chika
" selaku mereka masih berbuat baik sama kakak aku tidak akan ngapa-ngapain mereka kok" kata Kevin
pada saat itu juga seorang laki-laki menghampiri mereka. dia adalah Aditya.
Aditya sudah lama menyukai Chika, namun dia tidak berani mengungkapkan nya.
" hai Chi...." kata Aditya
" hai Dit" kata Chika
" kamu cantik banget malam ini" kata Aditya
__ADS_1
" hehehehe... biasanya juga kan aku cantik" kata Chika
" hehehe,,, maksud nya lebih cantik lagi sekarang"
" khem..." kata Kevin berdehem
" hai Kev...." kata Aditya
" mmmmm" kata Kevin cuek
" biasakan kita ngobrol?" kata Aditya kepada Chika
" cuman ngobrol doang kan?" kata Kevin
"hehe iya" kata Aditya canggung
" ya udah ngobrol aja" kata Kevin
" maksudku, kami ingin bicara empat mata aja" kata Aditya
" Kenapa harus empat mata?? ya udah kalau mau ngobrol, ngobrol aja" kata Kevin
" ih... Kev jangan gitu dong" kata Chika
" kalau memang dia pria sejati tidak harus bersembunyi untuk berbicara"
" lagian lebih bagus kan kalau ngomong nya didepan keluarga kak Chika " kata Kevin karena Kevin tau Aditya menyukai Chika dan Chika pun sebaliknya
" Setidaknya kasih kita waktu sedikit " kata Chika
" berapa lama waktu nya" kata Kevin
" 20 menit doang kok" kata Aditya
" ok... " kata Kevin pergi meninggalkan Chika agak menjauh namun mereka masih bisa terjangkau dari pandangan Kevin.
__ADS_1
Kevin lebih protektif kepada Chika dibandingkan dengan Radit dan Alvin.