
" apa maksud dari perkataanmu" kata Radit
" aku mandul aku tidak bisa melahirkan keturunan mu" kata Nanda
" dari mana kamu tahu? kamu tidak bisa memberikan aku anak" kata Radit
" pada saat waktu aku SMA, aku kecelakaan dan pada saat itu aku mengalami kebutaan. namun aku tidak tahu dinding rahimku tergores akibat kecelakaan itu juga."
" aku baru mengetahuinya seminggu yang lalu sebelum aku kritis. seandainya aku tahu jauh-jauh hari sebelumnya aku tidak akan menikah denganmu" kata Nanda
" dari mana kamu tahu? " kata Radit
" aku tidak sengaja mendengar percakapan melati dan Jordi seminggu yang lalu." kata Nanda
" bagaimana jika melatih berbohong pada Jordi" kata Radit
" tidak.... melati tidak seperti itu, dan Jordi tidak akan tinggal diam pasti dia mencari tahu kebenarannya"
" maafkan aku, lagi lagi aku mengecewakanmu. sebelum terlambat caraikan sajalah aku, kamu bisa mempunyai anak dengan wanita yang lain." kata Nanda
" aku tidak akan pernah menceraikanmu apapun keadaanmu,bagaimanapun dirimu aku akan tetap bersamamu, walaupun kamu tidak bisa memberi ku keturunan itu tidak masalah bagiku, kita bisa mengadopsi anak" kata Radit
" tapi bagaimana dengan semua keluargamu? mengadopsi anak itu berbeda, itu bukan darah daging kamu dan itu bukan keturunan kamu." kata Nanda
" bagiku anak angkat atau anak kandung itu tidak masalah, asalkan aku selalu bersamamu sampai aku menutup mata. kita akan sama-sama menuai hingga ajal kita menjemput" kata Radit
" lalu bagaimana dengan keluargamu, apakah mereka akan menerima dengan keadaanku yang seperti ini?" kata Nanda
__ADS_1
" aku tidak peduli dengan mereka, terima atau tidak aku yang akan menjalaninya" kata Radit
" kamu hanya anak tunggal, tidak mungkin keturunan keluargamu berhenti sampai di dirimu saja" kata Nanda
" sayang....... dengarkan aku baik-baik, jika kamu tidak bisa melahirkan anak untukku aku tidak akan mempermasalahkannya, karena aku yakin Tuhan sudah mengatur takdir ini untukku." kata Radit
" tapi ini bukan takdir, kamu masih bisa merubahnya. kamu akan mendapatkan keturunan mu dengan wanita yang lain ." kata Nanda
"aku tidak mau, apakah kamu lupa kita sudah berjanji di hadapan Tuhan. kita tidak akan berpisah apapun yang terjadi kecuali kematian lah yang memisahkan kita, itu janji pernikahan kita pada Tuhan. aku Dan dirimu sudah menjadi satu". kata Radit
" aku tidak akan berjanji kalau seandainya aku tahu bahwa keadaanku yang seperti ini" kata Nanda
" tapi aku tidak mempermasalahkannya sayang, percayalah padaku semua akan baik-baik saja " kata Radit
" maafkan aku, aku bukan istri yang baik" kata Nanda
" terima kasih buat kasih sayang dan cintamu padaku, kau menerima semua kekurangan dari diriku aku mencintaimu" kata Nanda
" aku juga sangat mencintaimu, apapun yang terjadi jangan pernah mengatakan kata berpisah lagi padaku" kata Radit
Nanda menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan Radit. Radit mencium kening Nanda dan kedua pipinya setelah itu ciumannya nya turun ke bibir Nanda.
Nanda membalas ciuman Radit, Radit yang merasa dirinya mendapatkan lampu hijau dari Nanda akhirnya dia memperdalam ciumannya .
setelah beberapa menit ciuman mereka berhenti untuk menarik nafas. wajah Nanda merah, dia merasa malu pada Radit.
Radit tersenyum kepada Nanda dia kembali melanjutkan ciuman nya yang sempat berhenti. dan Nanda juga kembali membalas ciuman Radit.
__ADS_1
Radit tidak tinggal diam tangannya menjelajahi ke seluruh tubuh Nanda. dan Nanda tidak sadar dia semakin mempererat pelukannya kepada Radit.
sejenak aktivitas Radit berhenti dia bertanya pada Nanda.
" apakah kamu sudah siap sayang, apakah kamu betul-betul sudah mencintaiku" kata Radit pada Nanda
Nanda hanya menganggukkan kepalanya menjawab Radit.
" apakah aku sudah bisa mengambil hak ku atas dirimu?" kata Radit
" ............" Nanda tidak menjawab Dia hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
Radit kembali mencium bibir Nanda, dia menuntun Nanda ke dalam kamar mereka. setelah beberapa lama mereka bermain dengan ciuman, dan kini mereka berdua sudah tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun yang menutupi badan mereka.
Radit terkejut, saat junior Radit ingin memasuki daerah sensitif Nanda sangat lah susah.
" sayang kamu masih perawan?" kata Radit dengan heran
"..........."Nanda hanya menganggukkan kepalanya
" baiklah sayang ini akan terasa sakit karena ini masih yang pertama bagimu. tapi aku akan melakukannya dengan pelan-pelan. sakitnya hanya sebentar bertahanlah" kata Radit
Radit mencoba mengalihkan dengan berciuman agar Nanda lupa dengan rasa sakit yang Nanda rasakan.
malam ini Radit dan Nanda merasa bahagia, terlebih pada Radit penantiannya tidak sia-sia setelah begitu lamanya menunggu.
Nanda merasa bahagia juga karena malam ini dia memenuhi tanggung jawabnya sebagai istri. Dia memberikan kebutuhan Radit baik batin maupun jasmani.
__ADS_1