
Dua tahun berlalu begitu indah bagi nanda dia sangat senang dengan keberadaan teman-teman nya membuat hari- hari nya terlewat tanpa terasa.
satu minggu lebih dia tidak melihat Cheang, entah apa tang terjadi padanya.
pada saat dia pulang dari kampus seorang perempuan cantik menunggunya di parkiran.
nanda heran bahwa dia tidak mengenal perempuan itu, dan perempuan itu tersenyum hangat pada nanda.
" hi What are you doing nanda?" ( hai apakah kamu nanda)
" yes i am nanda ( ya saya nanda)
" my name suzi( nama saya suzi)
" what's wrong sister looking for me ( ada apa kakak mencari saya)
"i am the older sister of Cheang ( saya adalah kakak dari Cheang)
" ohh... mari kita berbahasa kore kak. aku mengerti " kataku
" owh baiklah nanda, tujuan ku kesini tentang Cheang"
" ada apa dengan nya kak, apakah dia baik-baik saja? dan sudah satu minggu dia tidak ada kabar"
" dia sedang sakit, dia satu minggu ini dirawat di rumah sakit"
" apa yang terjadi pada Cheang?"
" cheang mengalami gagal jantung"
" apa......? sejak kapan itu?
" sejak dia lahir"
nanda menangis karna dia sudah menganggap cheang sahabat nya , begitu banyak kenangan mereka berdua.
Cheang menganggap nanda adalah adik nya dan nanda pun sebalik nya.
" apa yang kakak ingin kan dari ku?"
" temani lah dia.... dia hanya ingin bersamamu ,,beri dia semangat"
__ADS_1
" baiklah kak"
nanda pergi kerumah sakit untuk bertemu dengan Cheang, disana keadaan Cheang sangatlah memprihatinkan.
nanda membuka pintu ruangan cheang, cheang menyadarinya dia tersenyum pada nanda, nanda mengusap mata nya yang berair.
dia dengan senyum terpaksa menghampiri Cheang.
" hai kak... gimana keadaan mu?
" aku akan jauh lebih baik jika bersamamu"
nanda menangis dan memeluk Cheang,
" nanda kamu menangis?"
" kak nanda mohon jangan seperti ini"
" jika aku seperti ini waktu mu akan lebih banyak untukku"
" aku sedih kak... aku ngk kuat lihat kakak seperti ini?
" benarkah??? apa kah kamu mencintai ku?"
" seandainya aku sehat, apa rasa sayang mu akan berkurang"
"tidak.... aku akan tetap sayang pada kakak"
" kalau begitu jadilah pacarku"
" baiklah kak... tapi berjanji lah pada ku untuk lebih semangat"
" baik lah sayang.. karna dirimu sudah hadir dalam hidupku maka aku akan lebih semangat lagi"
" jangan pernah tinggalkan aku"
" aku tidak akan pernah meninggalkan mu"
Sebulan tidak terasa mereka lalui.. nanda bahagia dan juga Cheang... kini kesehatan Cheang sudah mulai membaik. nanda memilih tinggal bersama dengan Cheang di apartemen Cheang supaya dia lebih fokus untuk mengurus Cheang.
hari ini mereka berdua duduk di taman..
__ADS_1
" sayang kamu tau??? kalau kita nanti menikah kita akan mempunyai anak yang sangat banyak"
"hahaha.... emang aku pabrik anak yah?"
" bukan begitu sayang.. dengan kehadiran mereka kita akan bahagia"
" tanpa kehadiran mereka juga aku sudah sangat bahagia bersamamu"
" jika Tuhan memberiku umur yang panjang, aku akan melindungi mu dan membahagiakan mu, tapi jika Tuhan memberiku umur yang pendek, maka cari lah laki-laki yang bisa membahagiakan mu dan mencintai mu"
" kamu bicara apa, kamu tau kau menakuti ku"
" aku bukan maksud mematkuti mu , aku hanya ingin kamu bahagia, aku ikhlas jika suatu saat nanti kamu menemukan penggati ku, aku akan merestui mu dari sana"
" kamu berbicara apa??? tolong jangan katakan itu lagi"
" aku harus mengatakan itu sayang, aku tidak punya waktu banyak"
" aku bilang padamu berhenti berbicara" kata nanda dengan emosi dia menangis
" maafkan aku sayang membuat mu sedih"
" apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu"
" terima kasih karna sudah hadir di hidupku dan terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk memiliki mu walaupun hanya sebentar."
Cheang menghapus air mata nanda yang terus mengalir, hingga membasahi baju Cheang.
" sudah sayang jangan menangis lagi, kamu sangat jelek jika menangis seperti itu, kamu hanya cantik jika tersenyum."
dan apapun yang terjadi kamu harus tersenyum tidak boleh sedih, aku akan sedih melihatmu disana jika kamu menangis"
kata Cheang lalu dia mencium kening nanda setelah itu dia memeluk nanda, dia menenggelamkan kan wajah nya di bahu nanda.
nanda juga membalas pelukan Cheang dan membiarkan Cheang tidur di bahu nya. namun sudah tiga menit berlalu Cheang tidak bergerak nanda berpikir Cheang tertidur.
" tidur lah... kamu sudah lelah... terlalu banyak mengoceh hari ini"
beberapa menif terlewat nanda sudah mulai merasa pegal, dia berniat membangun kan Cheang supaya tidur di kamar namun sepertinya tidak ada pergerakan.
"kak bangun lah.... tidur lah dikamar mu"
__ADS_1
" kak....kakak sudah nyenyak yah..."
"kak....kak...nanda menggoyang goyang kan tubuh Cheang, dia menidurkan cheang di bangku dia me dekat kan kuping nya ke badan cheang, namun Cheang sudah tidak bernapas.