
Kini waktu nanda untuk pulang kerja biasanya nanda menghabiskan waktunya dengan lembur.
tapi hari ini mut nya sedang tidak baik, nanda berpikir untuk mampir ke restoran nya Arga, sudah lumayan lama nanda tidak kesana.
hari ini nansa duduk sambil mengadu-aduk jus nya, dia menikmati pemandangan disini, angin yang berhembus seakan menyapa nanda di sore ini.
" hei.... sudah lama kita tidak bertemu" kata arga yang tiba-tiba datang.
Arga baru saja pulang dari rumah sakit, karena memang minggu ini di sift pagi.
" ehh kak Arga, kau mengagetkan ku saja"
" benarkah??? aku minta maaf kalau begitu"
" hem.. tidak perlu"
" apakah kmu ada masalah?"
" tidak, hanya kecapekan saja"
" dan kenapa kamu sudah begitu lama tidak kesini lagi"
" belakangan ini aku sedang sibuk"
" apa terlalu banyak proyek yang harus kau kerjakan?"
" yah.... kira -kira begitu lah.."
"oh ya, maaf sebelumnya, apakah hubungan mu dengan jordi masih baik-baik saja ?"
" kenapa kakak membahas itu?"
" maaf sebelumnya, buka niatku untuk ikut campur"
"hahahaha kenapa wajah kakak seserius itu?"
Arga terkejut, dia sempat berpikir nanda akan marah pada nya karena terlalu ikut campur masalah pribadinya.
" kamu tidak marah"
" buat????"
" aku terlalu kepo tentang hubungan mu"
" kenapa harus marah? buat ku itu semua hanya masa lalu ku yang sudah kutinggalkan"
" maksud kamu? kalian sudah putus hubungan?"
__ADS_1
" sudah lama kali kak,,, banget malah"
" aku benar-benar tidak tau"
" tentu saja kakak tidak tau, saat itu kakak di negri seberang"
" udah lama banget berarti yah"
" yah begitu lah"
" pantasan dua bulan yang lalu dia bersama melati kesini"
" ya wajarlah, mereka kan kekasih"
" jangan bilang kalian putus gara-gata itu"
" Astaga kak.... apa yang terjadi pada dirimu, sejak kapan kakak jadi tukang gosip seperti ini?"
" hahahahaha, aku pun tidak tau, mungkin karna berkaitan ke dirimu"
" jangan salah kan aku, itu karena kakak terlalu sering bersama perawat -perawat itu"
" mungkin saja"
" okelah kak.. waktunya aku balik, sudah malam soalnya."
tiba-tiba hp nanda berbunyi, disana sarah yang menelepon.
" nan lho dimana?"
" ni lagi di restoran, kenapa
" gue lagi di mall , kesini dong:
" ngapain??"
" temani gue cepat, buruan"
tut...tut..sarah mematikan telepon.
" siapa nan"
" sarah, udah ya kak, kapan- kapan nanda mampir lagi" nanda memberi uang kontan pada arga. namun arga tidak menerimanya
" tidak usah"
" ayolah kak...jangan seperti itu"
__ADS_1
" seperti apa maksud mu nanda? kamu dari dulu selalu seperti ini padaku, tidak pernah kamu menganggap ku sebagai teman mu, kamu selalu menganggap ku orang lain" dengan nada agak sedikit keras
"kakak kenapa? apa yang kakak bicara kan?"
" tidak bisakah kamu melihat ku sekalipun nanda?"
" kak... kakak kenapa?? kakak kok ngomong nya gitu?"
" kamu tidak menerima apa pun yang ku beri, kamu selalu mengabaikan ku, kamu selalu menghindari ku"
" kak... bukan seperti itu"
"aku cinta sama kamu nanda.... dari dulu sampai sekarang rasa itu tidak berubah"
" maaf kak"
" sudah kuduga kamu akan mengatakan itu. dulu aku bisa memahaminya, tapi sekarang apa nan???apa??"
" aku tidak bisa kak"
" apa kamu masih mencintai dia"
" tidak.., aku tidak mencintai nya lgi"
" tlalu apa, tolong kasih aku kesempatan nanda"
" aku tidak bisa kak....."
" sebegitu buruknya kah aku hingga kamu menolakku tanpa berpikir"
" bukan kak...kakak laki-laki yang baik dan sempurna yang pernah ku kenal"
" lalu kenapa kamu tidak memberiku kesempatan"
" maaf kak aku sudah menikah:
" hem.... bahkan kamu berbohong demi menghindariku, baiklah nanda setidaknya aku mengerti perasaan mu pada ku"
" maaf kak, aku tidak berbohong"
"ohya bukan kah kamu mau ke mall sekarang?
" iya kak"
" tolong untuk kali ini jangan tolak aku, tidak usah dibayar minumannya ayo aku antar kamu ke mall"
nanda terpaksa menuruti permintaan arga, dia tidak mau arga sakit hati lagi.
__ADS_1
sepanjang perjalanan dari restoran sampai mall tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua.
Setelah nanda turun Arga langsung melajukan mobil nya tanpa berkata sedikit pun.