Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Kau ingin melakukan malam pertama kita?


__ADS_3

"Dengar, apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi istriku nona Moza, kau tidak memiliki pilihan apapun".


"Kenan mengapa kau berambisi sekali untuk menikahiku?"


"Karna dirimu juga, seandainya kau bisa membujuk adikmu untuk tidak melarikan diri di pernikahanku ini semua tidak akan terjadi. Maka dari itu kau tidak bisa berbuat apapun."


Fana tercenung sejenak memikirkan apa yang harus ia katakan berikunya, tak mungkinkan jika ia pasrah saja dengan kejadian ini.


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika kali ini aku berhasil membujuk Shifa?" Fana memandang lekat pria di hadapannya mencoba menebak apa jawaban dari pria itu.


"Aku?" Kenan kebingungan menjawab pertanyaan. "Memangnya apa yang harus ku lakukan ini soal penolakan, tidak mungkin Shifa berubah pikiran secepat itu, lagi pula pernikahan kita sudah terjadi. Apa kata keluarga Hillatop jika aku membatalkan pernikahan denganmu."


Shafana terkesiap mendengar jawaban Kenan yang dengan begitu entengnya memutuskan sebuah waktu pernikahan, apakah pria itu tidak berpikir jika pernikahan adalah komitmen seumur hidup.


"Kau menyuruhku untuk tetap menjadi istrimu?" tanyanya tak terduga.


"Ya memangnya apa yang harus ku lakukan setelah adikmu mempermalukanku? jika batal menikah denganmu mau di letakan dimana mukakku? Apa kata orang nanti?"


"Aku tidak memperdulikan apa kata orang Kenan!, yang aku hawatirkan sekarang hanyalah diriku saja, bagai mana takdir hidupku setelah menikah dengan pria sepertimu?"


"Salahkan saja adikmu."


"Lalu harus dengan apa menyalahkannya?, haruskah aku menuntutnya karna telah menolak menikah denganmu, kau harus tahu ini Kenan setiap orang berhak memutuskan setiap hidup mereka sendiri. Jangan terus memaksakan keinginanmu."


Kenan mendekati tubuh gadis itu, mencengkramkan tangan kanannya pada rahang gadis itu hingga Fana mendongak menatap manik hazel yang memabukan.

__ADS_1


"Ingat Shafana kau tidak memiliki pilihan selain menjadi istriku." Setelahnya Kenan menghempas rahangnya, dan hendak berlalu sebelum kemudian ia mematung setelahnya.


"Katakan apa kesalahanku sebenarnya? mengapa kau begitu membenciku dan selalu menyakitiku?" Tidak ada air mata dalam kalimat itu tapi suara sang gadis terdengar bergetar dan putus asa.


Kenan malas untuk mendebat lagi, lebih baik ia segera meninggalkan calon istrinya sendiri.


Kenan keluar dari ruangan dan di kejutkan dengan sang ibu yang berada tak jauh dari pintu, tidak salah lagi pasti ibunya sedang mencoba mencuri dengar pembicaraan anak dan calon menantunya.


"Mama sedang apa di sini?" Alis Kenan menukik tajam ia sungguh tidak menyukai saat ada orang yang terlalu ikut campur urusannya meskipun orang itu ibunya sendiri.


"Hanya mastikan agar dirimu tidak berbuat macam-macam pada calon menantuku?"


"Ma, apa Mama sadar dengan apa yang Mama tuduhkan padaku?"


"Mana tidak menuduh, sudah Mama katakan jika Mama hanya memastikan saja."


Tanpa keduanya sadari ada dua hati yang tersakiti oleh ucapan pemuda itu, selain Fana yang mendengar di balik pintu, ada juga orang lain yang sama terlukanya tapi ia tidak berani mengambil keputusan lainnya.


.


Fana sudah resmi menjadi istri dari seorang Kenan. Ya Tuhan Fana masih berharap ini hanyalah mimpi buruknya saja, lalu kapan ia akan terbangun dari mimpi buruk yang nyaris membuatnya gila, angannya lenyap begitu saja saat tiba-tiba kamarnya di buka seseorang.


"Mau apa kau kemari?"


"Mau salto"

__ADS_1


"Ya Tuhan selain arogan ternyata suami juga menderita gangguan jiwa."


"Hey aku mendengarkan umpatanmu."


"Aku tidak sedang mengumpat, aku sengaja mengatakannya agar kau bisa mendengarnya. " Kenan malas berdebat lagi dirinya sudah lelah karna tamu tamu sialan tadi.


"Di mana kau menyimpan handuk baru?, aku tidak terbiasa memakai handuk bekas pakai."


Meskipun Shafana tidak menginginkan pernikahan ini, tapi dirinya tidak berniat untuk menjadi istri pembangkang.


"Ken, dimana pakaianmu? biar ku ambilkan sekalian."


Kenan terkesiap mendengar pertanyaan istrinya, ah ternyata ini memang si culun tapi ia berubah jadi istri idaman, cih buruk sekali ektingnya.


"Jangan terlalu totalitas memerankan peranmu sebagai istriku, kau benar-benar tidak layak untuk menyandang gelar itu." Ada penekanan setiap kata yang Kenan ungkapkan.


"Kau pikir aku sangat bangga dan bahagia memerankan istri dari Tuan muda keluarga Moses, Tidak sama sekali." Fana menginjak kesal kaki suaminya dan berlalu menaiki ranjang.


Mengapa jadi galakan dia harusnya aku yang memarahinya, ayolah ini bukan kisah tentang suami yang di tindas oleh istrinya.


Kenan mengambil koper di kamar yang sebelumnya ia tempati kemudian mengambil pakaian ganti berupa pakaian dalam serta bokser setelahnya ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan keluar dengan bertelanjang dada.


"Ya Tuhan apa-apaan pria itu mengapa senang sekali bertelanjang di hadapanku?" Fana hanya mampu berteriak dalam hatinya saja.


"Kenan apa kau ingin melakukan malam pertama kita?". Kenan langsung melompat saking terkejutnya dengan ucapan istrinya.

__ADS_1


.


__ADS_2