Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Pengantin pengganti


__ADS_3

Hari ini di mana Kenan akan menikahi Shifani Moza, pria tampan itu tidak menerima tawar aamenawar lagi. Memang Kenan adalah anak yang sangat keras kepala. Tak di dengarnya permintaan Mama serta Papanya Kenan Moses tetap Kekeh untuk menikahi wanita itu.


"Aku gugup." ucapnya lemah.


Mereka kini berada di kantor pencatatan sipil, tidak masalah Kenan harus menikah terlebih dahulu yang terpenting Shifani akan menjadi istrinya. Soal resepsi nanti bisa menyusul pikirnya.


Kenan terbayang wajjah Shifa yang cantik saat tadi mengenakan kebaya, ia sudah duduk dengan tidak sabar saat menanti ke datangan calon istrinya.


Ayah Rendy dan Shafana menghampiri mereka dengan wajah tegangnya.


Kenan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi kemana calon istrinya pergi?


"Luki, Lily, maaf putriku. Putriku Shifani melarikan diri." Ucap Ayah Rendy dengan menundukan kepalanya, sungguh ia sangat malu pada semua orang.


"Brengsekk." umpat Kenan.


Tanpa bertanya tanpa berpikir kembali Kenan menyeret Fana untuk ia nikahi.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Fana mencoba melepas cengkram kasar di tangannya.


"Jadilah pengantin pengganti untukku. Atau kalau tidak kau dan ayahmu akan ku hancurkan tanpa sisa." tekan Kenan.


Mau tak mau hari itu Fana benar-benar menjadi pengantin penggati dari adiknya yang kabur dari pernikahan.


Fana menyadari jika Kenan bukanlah orang sembaran, pria itu berkuasa di kotanya, bukan hal yang susah untuk Kenan menghancurkan seseorang. Dan karna itu Fana mau tak mau hanya bisa diam saat ia di nikahi calon adik iparnya sendiri.


,


"sepertinya ada tamu Ma". Kenan mengatakan hal itu karna melihat dua mobil mewah yang terparkir di halaman rumah yang ia yakini bukan milik Om Rendi ataupun milik Shifa.


"Ya sepertinya memang seperti itu Ken".


Kenan beserta sang ibu memasuki rumah dan di sambut dengan semua penghuni rumah di sertai tamu yang berjumlah empat orang satu diantaranya pria muda yang Kenan ketahui adalah kekasih Shifa. "Ada apa ini?" apakah Noval Hillatop sedang melamar gadis cantik pujaaannya? Yang tadi pagi pergi melarikan diri, ingin rasanya Kenan mencabik-cabik wajah gados yang dudah menjadi adik iparnya, "Aish cepat sekali pria itu melamar". pikirnya.


Tapi jika Noval Hillatop kemari ingin melamar Shifa lalu mengapa gadis itu terlihat biasa saja tidak nampak kebahagian sama sekali bukankah gadis itu sangat tergila gila pada tuan muda Hillatop itu, atau mungkin tujuan keluarga itu kemari ingin memutuskan hubungan Shifa dan Noval, Ah bukankah ini kabar baik maka Kenan akan memiliki kesempatan untuk dekat dengan Shifa, tapi tunggu dulu jika kedatangan keluarga itu untuk memutus hubungan hsrusnya Shifa menangis histeris mengingat gadis itu mencintai si tuan muda.

__ADS_1


"Kenan, Lily duduklah, kita kedatangan tamu". Aneh tiba-tiba saja Om Rendy menjadi ramah tamah padahal sebelumnya Om Rendy selalu tak bersahabat jika bersinggungan dengan Noval Hillatop anak tunggal dari keluarga itu.


"Katakan Tuan Hillatop ada hal apa yang membawa Tuan sekeluarga menginjakan kaki kemari? ". Ayah Rendy mulai membuka pembicaraan.


"Begini tuan Rendy pertama-tama perkenahkan ini adik bungsu saya dari istri muda ayah saya, namanya Zayyan Hillatop, usianya 32 tahun, dirinya seorang duda tanpa anak pekerjaannya sama seperti kami pengusaha beberapa hotel dan apartemen di negri ini sama seperti saya". Tuan Reyhan Hillatop menjelaskan dengan pelan agar mudah di pahami semua orang.


"Ya, lalu apa hubungannya?, sungguh tidak mungkin bukan kedatangan Tuan Hillatop kemari hanya untuk mengenalkan anggota lain dari keluarga anda, mengingat anda sangat sibuk apa saya benar? ". Ayah Rendy bertanya sedangkan yang lain hanya menyimak.


"Ya anda memang benar, kedatangan kami kemari untuk niat baik kami berencana meminang salah satu putri anda untuk di nikahi adik saya Zayyan".


"Wah sepertinya Shifa memang selalu jadi pusat perhatian untuk para pria lajang bujang maupun duda". pikir Kenan.


"Kami kemari untuk melamar putri sulung tuan Rendy, Shafana Moza bersediakah kau untuk menikah denganku". Zayyan bersuara dengan lantang tanpa keraguan di setiap ucapannya.


"APAAA... "


"Aku menerimamu." potong Fana cepat.

__ADS_1


__ADS_2