Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Mulut tidak berakhlak


__ADS_3

Sore harinya Fana pulang bersama keluarganya ke rumah ayahnya.


Fana sudah menyuruh Kenan pulang bersama kedua mertuanya malam itu tapi Kenan menolak. Shifa sendiri tengah pergi keluar kota untuk masalah pekerjaan.


"Ken, aku akan tidur di kamar Shifa saja. Lebih baik kau tidurlah sendiri." Fana ingin membatasi interaksi dirinya dan Kenan jujur saja Fana masih sakit hati atas perlakuan Lenan tempo hari.


Jika di jaman sekolah dulu Fana hanya bisa memendam kekesalannya sendiri maka tidak untuk kali ini Fana lebih berani mengepresikan apa yang mengganjal di hatinya dari pada dia membatin seorang diri.


"Jika kau berani keluar dari kamar ini, aku pastikan tulang kakimu patah sebelah!" Ancam Kenan tak main-main sampai Fana di buat merinding.


"Kejam sekali kau, kau ingin ibu dari anakmu cacat Ken?" jujur saja Fana terpengaruh oleh ancaman suaminya.


"Biarkan saja, biar ibu dari anakku tau diri dan tidak meminta cerai dariku karna kondisi kakinya." Kenan tetaplah Kenan pria menyebalkan dengan mulut pedasnya. Harusnya Fana bisa memaklumi hal itu tapi tetap saja ia kesal.


Mungkin Kenan pikun akan tindakan menangis-nangisnya beberapa hari lalu sehingga ia kembali berkata seenak udelnya.


"Patahkan saja. Aku tidak masalah menjadi janda satu anak yang cacat. Dan semoga penjahat itu segera di kantongi malaikat pencabut nyawa." ujar Fana ringan. Meski berucap begitu ia tetap terbaring di ranjangnya ia sudah terlalu lelah.

__ADS_1


"Hey, kau menyumpahiku untuk mati lagi. Aku hitung-hitung kau sering sekali menyumpahiku mati." Kenan tidak terima dengan ucapan istrinya padahal dirinya sendiri jika beucap bisa membuat orang sekecamatan sakit hati karna mendengarnya.


"Fana jangan tidur dulu. Minum vitaminnya." Kenan menarik kembali Fana yang sudah terbaring dan mendudukannya.


Tiga buir obat Kenan berikan dua diantaranya berbentuk pil dan salah satunya adalah asam folat yang berwarna pil kecil hijau. Asam folat sendiri merupakan vitamin tambahan yang mampu mencegah atau mengurangi kecacatan pada janin saat jaringan dan sarapnya terbentuk. Jat besi, pil berwarna putih itu lebih besar sedikit di bandingkan asan Folat, jat besi ini memiliki khasiat untuk membantu atau merangsangg perbentukan tulang dan gigi. Sedangkan capsul berwarna merah maroon adalah suplemen untuk kesehatan sang ibu, setidaknya itulah yang Kenan ketahui dari dokter tadi jika Kenan benar dalam mendengar.


Kenan juga menyerahkan segelas air saat ketiga obat itu berhasil di telan oleh Fana.


"Tidurlah." Kenan merebahkan kembali tubuh istrinya dan mengecup permukaan perut Fana yang masih rata. "Tidurlah anak Dady." Kenanpun ikut terbaring dengan membelitkan tangannya ke pinggan istrinya.


"Diam, putriku ingin ku temani tidur."


Dasar gila, Kenan menyebut janin yang berbentuk setitik putuh di foto USG itu sebagai seorang putri. Suka-suka Kenan saja lah.


Saat jarum jam masih menunjukan pukul lima pagi Fana sudah di buat mual luar biasa.


Tubuhnya yang terasa pusing mau tak mau ia membangunkan suaminya karna takut saat kekamar mandi Fana terjatuh dan dapat membahayakan bayinya.

__ADS_1


"Ken, bangun. Perutku mual sekali." Fana menggoncang kasar tubuh Kenan hingga beberapa kali.


"Ada apa?" ucapnya serak.


"Aku mual." Fana sudah menutup mulutnya, muntahannya sudah berada di kerongkongannya, jika saja ia membuka mulut maka sudah di pastikan isi perutnya berhamburan begitu saja.


Kenan langsung bangun ia segera menggendung istrinya ke kamar mandi.


"Oeek ... Oek ..."


Fana muntah sangat banyak mengeluarkan semua isi perutnya ke dalam closet, seakan tak cukup melalui mulut muntahan itu memilih jalan melalui hidung juga, bisa Kenan bayangkan betapa tersiksanya menjadi Fana.


Meski jijik pria itu membantu menggulung rambut serta menepuk pelan belakan keher istrinya. Tangannya juga terulur menyeka keringat yang mengembun di kening istrinya.


Muntahan itu kini sudah berubah menjadi cairan berupa lendir bening.


"Sudah Fana tak ada lagi yang tersisa di lambungmu. Percuma kau muntahkan. Kau ingin memuntahkan usus dan ginjalmu." Ingin sekali rasanya Fana memasukan muntahannya pada mulut Kenan yang tidak berakhlak itu

__ADS_1


__ADS_2