
Delapan belas tahun telah berlalu.
Ketiga anak Kenan dan Shafana kini tumbuh menjadi anak-anak yang sehat serta menggemaskan dari ketiganya tidak ada yang memiliki wajah sama persis hanya mirip sekilas-sekilas saja.
Putri pertama dan keduanya nya diberi nama Laura dan Liora sedangkan si bungsu di beri nama Lion, untuk nama belakan mereka tentu saja nama Moses yang bertengger di sana.
Pribadi mereka juga berbeda-beda tapi Jika Laura adalah anak pemberani yang selalu melakukan hal apapun seenak hatinya tanpa memikirkan sebab dan akibatnya, ya Laura seorang anak yang ceroboh serta semaunya. Urakan dan selalu mengemukakan pendapat dan perasaannya.
Liora sendiri tumbuh menjadi anak yang pemalu serta penakut, ia tidak berani melakukan hal-hal yang menurutnya beresiko. Dia juga seorang gadis yang tertutup, selalu memendam apapun yang ia rasakan seorang diri tanpa ingin bercerita sekalipun dengan saudara kembarnya.
Lion, sifatnya sangat hati-hati dan ia juga sangat teliti dalam setiap hal, kecuali para gadis. Lion selalu mengencani setiap teman sekolah yang terlihat menarik di matanya. Rupanya sifat itu ia turunkan dari Kenan, selalu penasaran dengan hal baru dan selalu memperjuangkan apapun yang ia inginkan Lion seorang pekerja keras.
__ADS_1
"Sayang. Kau wakilkan aku untuk ke sekolan anak-anak." Kenan berteriak memerintahkan istrinya karna ia tak dapat hadir karna suatu hal penting di kantornya.
"Ada apa? Memangnya ada rapat lagi? Di sekolahan mereka." Fana menghampiri suaminya dengan membawa seutas dasi dan ia pasangkan di kerah kemeja Kenan. "Semakin hari kau srmakin menawan." puji Fana pada suaminya.
"Itu karna dirimu berhasil membuatku bahagia, sehingga tak ada alasan aku untuk terlihat jelek." Kenan mengecup kening istrinya. "Oh ya, mengenai kau kesekolah mereka. Putri tertuaku berulah kembali dia bertengkar dengan temannya kemarin dan membuat hidung temannya berdarah. Aku heran dari siapa ia mewarisi sikap brutalnya, bahkan Lion yang seorang pria saja selalu menghindari pertengkaran." Kenan memijat pangkal hidungnya yang mendadak sakit.
"Entahlah Ken, bahkan aku sudah terlalu sering menegurnya tapi dia tidak berubah. Sebagai seorang wanita Laura terlalu berani." Fana juga mengeluh atas sikaf putri tertuanya.
"Sudahlah Fana jangan terlalu di pikirkan Laura dan Liora memang dua mata pisau yang berbeda. Laura juga selalu memberontak apapun jika tidak sejalan dengan inginnya. Perasaan aku tidak seperti itu." Kenan menghela nafasnya. Senakal-nakalnya Kenan dulu ia masih takut dengan kedua orang tuanya, berbeda dengan Laura, Laura sangat berani sekalipun dengan guru Bk di sekolahnya.
"Tapi yang aku khawatirkan justru Lion sayang. Anak itu terlalu banyak memiliki kekasih di usianya yang masih terhitung jari." ujar Kenan cemas.
__ADS_1
"Jika itu menurun darimu." Fana mencebik.
"Sudahlah ini sudah siang anak-anak sudah menunggu di meja makan." Fana hendak berlalu sebelum Kenan menarik tangan Fana dan terduduk di atas pangkuannya.
"Berikan aku ciuman selamat pagi." Kenan memajukan wajahnya, dan mencium Fana dengan panas di pagi yang dingin ini.
"Kau sudah tua, Ken hentikan kemesumanmu." Fana mendorong dada suami, ia harus segera pergi sebelum ketiga anaknya menyusul.
"Mom, Dad. Cepatlah." tuh kan baru juga di katakan ketiga anaknya sudah menggedor pintu kamarnya.
.
__ADS_1
Nih Othor kasih bonus untuk para Reader kesayangan. Jika kurang bonosnya di komen okay ... Insya allah akan ada kisah masing-masing dari ketiga anak Kenan dan Fana. Hanya saja masih bingun mau di taroh di lapak mana.
Salam sayang. Dan sehat selalu untuk kalian🤗🤗🤗