Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Tak akan di lepas


__ADS_3

"Aku ... "


Shifa sedikit berbinar karna Kenan tidak langsung menjawab pertanyaannya. Pria tampan itu juga tidak melepas pandangan dari kakaknya, sepertinya Kenan tidak memiliki perasaan pada kakaknya. Bukankah ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan Kenan kembali.


Ayah Rendy juga memandang menantunya penuh rasa penasaran, pasalnya tadi sebelum Kenan dan Fana datang Shifa mengatakan jika Kenan tidak mencintai Fana maka Shifa akan memawarkan pernikan kepada pria tampan itu.


Tepat perkiraan Fana, Shifa memang sudah menyiapkan rencana atas kegagalan pernikahannya.


"Tentu saja aku mencintai istriku, dia wanita yang penurut dan selalu menyenangkanku." Kenan berdusta. Kenyataannya Fana selalu terlihat menyebalkan di matanya, tapi meski demikian Kenan tak ingin mengganti istrinya.


Meskipun Kenan belum mencintai Fana, tapi ia tak ingin Fana merasa di permalukan oleh ucapannya, cukup Kenan saja yang selalu menindas istrinya ia tak rela ada orang berlaku seenaknya pada Fana sekalipun adik dan ayah wanita itu.


Fana membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang di ucapkan suaminya dan setelahnya ia mengerjapkan matanya beberapa kali merasa tersanjung sekaligus tak menyangka suaminya akan mengatakan itu.


"Memangnya kenapa kau menanyakan itu pada suamiku? Seandainya jika Kenan tidak mencintaiku kau mau mengambilnya dariku?" Fana berkata sinis, ia menyilangkan tangannya di depan dada dengan mengangkat dagunya angkuh.


"Jangan mimpi untuk memiliki Kenan. Mungkin selama ini aku selalu memberikan apapun milikku untukmu. Tapi kali ini Kenan hanya milikku." Fana menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Heh. Jika saja aku menerima ajakan Kenan menikah waktu itu mungkin kau akan menjadi perawan tua." Shifa tidak kalah ketus mengatakan itu, Shifa merasa kakaknya tidak memperdulikandirinya lagi.


Shifa pikir Fana akan mengalah dan meminta Kenan untuk menikahinya demi nama baik keluarga. Tapi ternyata kakaknya malah memamerkan pria yang ia tolak dulu.


"Lalu kenapa kau menolaknya dulu? Lalu sekarang kau menginginkannya di saat kekasihmu melarikan diri? Kau waras?" Fana mencibir adiknya sendiri.


Shifa tak menduga sebelumnya bahwa reaksi yang di perlihatkan Fana akan semengejutkan itu, karna sebelumnya Fana selalu menuruti apa inginnya.


"Lagi pula jika aku tidak menikah dengan Kenan, aku juga tidak akan menjadi perawan tua, apa kau lupa? sebelum aku menikah dengan Kenan juga aku di lamar seorang pria yang tak lain dari paman dari kekasih breksekmu itu? Heh pria itu juga tampan dan mapan." Fana terkekeh di akhir kalimatnya.


"Apa katamu? Tampan dan mapan? Beraninya kau memuji pria lain di hadapan suamimu." Kenan tidak berpura-pura marah saat ini, ia memang panas dan gerah saat mendengar istrinya memuji lelaki selain dirinya. Tapi Fana menyangka jika ituadalah bagian dari sandiwara Kenan.


"Apa kau cemburu sayang?" Sekalian saja Fana memanpaatkan keadaan, biarkan saja dia terlihat menyebalkan di mata suaminya yang pasti Fana akan membuat Shifa menelan kembali niatnya untuk mengambil Kenan darinya.


Kenan yang mendengar kalimat Fana, hanya berpokus dengan kata 'sayang' sumpah itu kata termanis yang pernah ia dengar dari seorang wanita.


"Ya, aku cemburu jadi berhenti membahas pria lain saat bersamuku." Kenan tak main-main dengan ucapannya.

__ADS_1


"Hari ini kau sudah mengatakan kalimat itu sebanyak dua kali Ken."


"Oh, kau menghitungnya ternyata. Dan aku akan selalu mengatakan hal itu jika kau tidak mengindahkan perkataan ku." Kenan menarik pinggang istrinya hingga merapat ke dadanya.


Zayyan tiba-tiba hadir di antara semua orang di sana sampai menyita perhatian semua orang.


"Aku di sini untuk mempertanggung jawabkan apa yang keponakanku lakukan. Aku bersedia menikahi Shifa." Zayyan mengatakan itu tanpa basa-basi yang sukses membuat Kenan melepas rangkulannya.


"Aku tidak mau menikah denganmu!" Shifa berdiri dari duduknya.


"Lebih baik aku menanggung malu seumur hidupku dari pada menikah dengan pria yang tidak ku cintai kecuali Kenan. Aku mau jika Kenan yang menggantikan Noval." Shifa berkata dengan lantang, wanita hamil itu tidak perduli jika ucapannya melukai orang lain.


"Bagai mana Ken? Apa kau bersedia menjandakan istrimu? Demi wanita incaranmu semasa sekolah. Jika ia aku bersedia menikahi jandamu."


Kenan yang sedari tadi hanya diam kini di buat meradang. Kenan berdiri dan mencengkram kerah baju rivalnya itu. "Beraninya kau! Dengar ini, jangankan hanya menukar dengan Shifa, sekalipun kau membawa seribu wanita di hadapanku aku tak berminat untuk menukarnya dengan istriku. Aku sudah menerima takdirku menjadi suaminya selama aku masih menginginkan Fana aku tak akan melepasnya sedikitpun." Kenan membentak Zayyan tepat di wajah pria itu.


"Apa kau mendengarnya Shifa?"

__ADS_1


__ADS_2