Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Hidup sempurna


__ADS_3

Kandungan Fana sudah memasuki bulan kesembilan wanita itu semakin kesulitan untuk melakukan aktifitasnya, Kenan tidak pergi kekantor karna sudah beberapa hari terakhir, karna sudah mendekati hari perkiraan lahir.


Pagi ini Fana sedang berjalan-jalan di halaman rumah tanpa memakai sendal tujuannya untuk mempercepat peroses pembukaannya, bahkan Fana mulai cemas saat kedua putrinya tak menunjukan getaran cintanya.


"Ken, kenapa putri-putri kita belum juga lahir?" Fana memegang bisep tangan suaminya sambil berjalan.


"Sabarlah,belum waktunya mungkin si kembar tengah menikmati waktu bersamamu." Kenan juga sebenarnya cemas dua hari lagi hari perkiraan putri kembarnya akan lahir dan Fana inginmelahirkan dengan normal, ya kedua anak mereka bergenis kelamin perempuan dua-duanya tapi dokter masih tak dabis pikir mengapa bisa perut ibu hamil itu sangat besar.


"Aw." Fana terpekik saat tiba-tiba ia tak bisa menahan air yang keluar dari daerah kewanitaannya.


"Ken, Aw, sakit Ken."


"Astaga sepertinya kau akan melahirkan." Kenan panik luar biasa.


"Ma, mama." Kenan meneriaka Mamanya, yang langsyng menghampirinya juga ada Papa serta ayah mertuanya yang turut hadir dan mendekat.


"Ma, sepertinya Fana akan melahirkan." Kenan segera sigap memasukan tubuh istrinya kedalam mobil yang sudah di siapkan ayahnya.


Tiba di rumah sakit Fana segera langsung di bawa keruang oprasi. Dokter mengecek pembukaan yang mana pembukaan sudah hampir sempurna.


Hanya Kenan saja yang menemani sang istri memasuki memasuki ruang bersalin.


"Wah sepertinya Papanya sangat pintar membuat jalan." goda dokter itu.


"Dok, ini bukan waktunya bercanda segera golong istri dan juga bayi-bayiku." Kenan membentak dokter witata yang tengah memasangkan sarung tangan karet di tangannya.


Fana hanya memejamkan matanya dengan meringis sakit, ia tak mampu bersuara apapun.


"Sayang ku mohon matamu jangan terpejam, aku takut Fana sangat takut sungguh." Kenan sudah menangis dengan haru pria itu sudah menempelkan keningnya di kening istrinya.


"Ku mohon berjuanglah demi anak kita." Kenan menghujani wajah istrinya dengan begitu ciuman.


"Aku berjanji padamu, anak kita pasti akan lahir dengan selamat apa pun yang terjadi." Fana membuka matanya.


"Apa maksudmu berjanji seperti itu? Kau dan anak kita harus selamat. Kau harus berjanji padaku."


"Hm aku berjanji."

__ADS_1


"Ken sakit."


"Pegang tanganku." Kenan memberikan tangannya untuk Fana berpegangan.


Dengan berbagai teriakan dan peluh yang membasahi seluruh tubuh Fana berhasil melahirkan satu bayinya.


"Oekk ... Oek ..."


"Perempuan." ucap sang dokter.


Satu perawat membersihkan bayi itu.


Fana sendiri kembali melahirkan bayi berikutnya.


"Oekk ... Oekk ..."


"Perempuan, juga." Dokter mengeluarkan tali pelasenta juga memberikan bayi berikutnya ke satu perawat lainnya.


"Nyonya masih ada satu bayi di perut anda."


"Satu bayi, lagi? Bagai mana bisa." Kenan nampak terkejut hatinya yang tadi sudah gembira karna kelahiran kedua putrinya kini di rundung rasa khawatir kembali saat mengetahui ada satu bayi lagi di rahim istri. Antara senang dan kesal, kenapa satu bayinya tidak terditeksi alat medis yang ada di rumah sakit.


"Ayo sayang, lahirkan satu bayi lagi, rumah kita akan ramai di penuhi suara bayi." Kenan menyemangati.


Fana kembali mengejang dengan sisa disa tenaga yang ia miliki.


Eerrghhh


"Bayinya laki-laki." ucap sang dokter tapi anehnya satu bayi itu tidak menangis seperti kedua bayinya tadi.


"Ken anak kita kenapa? Ken, kenapa tidak menangis?" Rasa khawatir langsung menyergap dirinya.


Dokter dan perawat kini tengah mengupayakan agar bayi itu menangis. Tapi belum juga terdengar suara meskipun dokter sudah berupaya keras.


Kenan tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih pada istrinya.


"Sepertinya bayi terakhir sudah tiada pak maaf!" dokter dan perawat menunduk penuh sesal.

__ADS_1


"Kenan."


"Tidak papa sayang, jagoan kita hanya bonus untuk kita dari si kembar yang juga ingin ikut lahir." meski demikian Kenan menangisi putranya yang tidak bergerak sama sekali.


"Tunggu sebentar aku akan menggendong bayi kita."


"Berikan padaku!" Kenan meraih bayi laki-lakinya.


"Hey, jagoan Dady. Kau tidak kasian sama Momymu, dia sangan menginginkan seorang anak laki-laki untuk menjaganya saat Dady tak ada." Kenan memeluk dan mengecup putra mungilnya.


Tiba-tiba.


"Oekk ... Oek ..." Tangisan bayi laki-laki itu paling kencang di bandingkan saudari-saudarinya.


"Sayang."


"Ya Tuhan terimakasih, terimakasih." Kenan tak mampu berucap selain berterimakasih.


"Bayi kita hidup semua Sayang." Kenan menghampiri istrinya.


"Kita memiliki tiga anak sekaligus." tanya Fana tak percaya.


Ketiga bayinya di bawa oleh perawat ke ruang perawatan bayi.


sedangkan Fana akan di bersihkan terlebih dahulu oleh perawat.


"Ma, Pa, Ayah anak Kami tiga mah. Si kenmar bonus satu jadi tiga."


Kenan menangis di pelukan Mamanya. "Kenan udah jadi seorang Ayah. Mah."


"Ya sayang." Mama mengecup mata putranya. "Selamat sayang." Kenan masih menangis bahagia.


"Selamat Ken. Kau sudah memberi kami cucu tiga sekaligus." Papanya memeluk putranya.


"Sayang selamat." Ayah mencium putrinya.


"Aku bahagia Pa, mereka sangat kecil dan rapuh." Fana ikut menangis haru.

__ADS_1


"Kau wanita hebat sayang terimakasih."Kenan mengecup dalam kening istrinya. Sunghuh hidupnya benar-benar sempurna.


__ADS_2