Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Sumpah terkabul


__ADS_3

Kenan meraih surat yang tergeletak di atas meja. Tanpa berniat membuka apalagi membacanya Kenan merobek surat itu menjadi serpihan kecil kemudian ia menerbangkannya di udara tepat di wajah istrinya.


"Sudah ku katakan selama aku masih menginginkanmu tidak ada satu halpun yang akan membuatmu sepas dariku walaupun kematian." Kenan menarik pinggan istrinya yang baru Kenan sadari agak terasa berisi.


"Kau gila Ken!"


"Ya aku memang gila."


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu Kenan. Kenapa kau ngotot tidak ingin berpisah dariku?" Fana mendongak ia beranikan matanya menatap mata pria itu.


"Aku mencintaimu." ucap Kenan sungguh-sungguh. Hanya dua kata itu berhasil membuat Fana kehilangan jiwanya sepenuhnya, ternyata benar apa yang di ucapkan Papanya kata ajaib itu dapat membius wanitanya sampai terlihat linglung di pelukannya.


Padahal yang sebenarnya terjadi Fana tengah mencari kebohongan di mata Kenan, yang tidak dapat ia temukan.


Kenan tidak menyia-nyiakan hal itu, Kenan segera membenamkan ciuman basah nan hangat itu. Kenan ambil kaca mata istrinya ia juga kecup kedua mata itu bergantian.


"Kau dengar, aku mencintaimu." Fana lunglai tubuhnya terasa terbius sehingga ia tak berdaya.


Kenan menyentuh istrinya dengan lembut. "Aku merindukanmu. Sangat."


Kenan sudah menyingkap pakaian istrinya. Ia juga melucuti tubuhnya sendiri.


Saat itu kesadaran Fana kembali.


Fana membenahi pakayannya yang sempat tersingkap, tapi gerakannya di hentikan oleh Kenan. Pria itu bahkan mengecup dalam pergelangan tangan istrinya.


"Ken ini di kantor." Cicit Fana pelan.

__ADS_1


"Apa salahnya? Aku tak perduli, ini kantorku. Kau istriku tidak ada yang salah untuk melakukan itu." Kenan semakin gencar menyentuh istrinya.


"Aku tidak mau, kita akan bercerai." Fana mengatanya yang kembali menyulut amarah Kenan.


"Diam! Fana jangan mencoba memancing amarahku. Aku bisa saja melenyapkanmu disini. Kau tidak lupa kan jika aku seorang psyco?" Kenan menganbil sebuah pistol di kolong kursi yang berhasil membuat Fana membeku ketakutan. Tak tau saja jika itu hanya korek api koleksi Arven.


Karna takut Fana hanya pasrah saat Kenan menggagahinya lagi pula ini masih kewajibannya sebagai istri.


Sentuhan kenan membuat Fana terbuai, meskipun ia melayani Kenan karna sebuah ancaman tapi jujur saja Fana juga menikmatinya.


Percintaan yang lembut menghantarkan mereka pada puncak pelepasannya. Kenan mengecup kening wanitanya seperti biasa. Ia bahkan membenarkan kembali pakaian yang Fana kenakan. "Terimakasi"


Saat Fana berusaha duduk tiba-tiba perutnya terasa kram.


"Aww ..." Fana berteriak membuat Kenan yang tengah mengenakan celananya panik dan mendekat.


"Perukku kram." Fana berusaha berdiri tapi kepalanya seakan di jungkir balik. Pandamgannya mengabur dan semuanya berubah gelap.


Fana tak sadarkan diri di pelukan suaminya.


Kenan berusaha menepuk pelan pipi istrinya, juga sedikit mengoyangkan tubuh Fana, tapi wanita itu tak kunjujung membuka matanya. Jujur saja kenan mulai takut, kedua tangannya bahkan mulai gemetar.


Kenan merengkuh tubuh istrinya yang sudah tak berdaya. Menggendongnya dan membawanya keluar tanpa menyadari jika Kenan tidak mengenakan pakaian atasnya.


Tanpa pikir panjang Kenan segera membawa istrinya berlari.


"Arven siapkan mobil kita pergi ke rumah sakit." teriak Kenan pada Asistennya.

__ADS_1


Semua mata memangmdang Atasannya yang hanya memakai celananya saja bajunya entah tersangkut di mana? Kenan tidak perduli sama sekali.


Fana langsung di tangani dokter. Dan setelah beberapa saat dokter wanita keluar. Ya dokter wanita karna Kenan yang memintanya.


"Dok, bagaimana kondisi istri saya?" Kenan menghampiri dokter, sekarang ia sudah mengenakan pakaiannya karna Arven yang sigap dalam segala hal.


"Sudah membaik."


"Mari keruangan saya." dokter mengajak Kenan keruangannya.


"Maaf apa sebelumnya anda selesai bercinta?" dokter itu bertanya hati-hati.


Kenan kesal, akan pertanyaan dokter itu, bertanya hal intim padanya. Tapi sejurus kemudian ia berpikir apakah ada kaitannya dengan kram istrinya.


"Ya, dokter. Tapi saya melakukannya sangat lembut saya juga melakukan foreply terlebih dahulu." ucap Kenan jujur.


"Ya, apa Tuan mengeluarkannya di dalam?" tanya dokter kembali.


"Tentu saja dok. Dia istriku." terang Kenan.


"Baiklah. Begini, Tuan istri anda tengah hamil muda, usianya sekitar tiga minggu. Dan tindakan anda mengeluarkan spermaa di dalam saat berhubungan itu tindakan kurang baik karna memicu kram pada rahim. Jadi jika anda melakukan hubungan intim usahakan untuk mengeluarkannya di lur." terang panjang lebar dokter itu.


Kenan tidak fokus akan penjelasan dokter yang mendebarkan dan membahagiakannya hanya satu, istrinya hamil. Dan itu mampu membuat jantungnya dangdutan saking gembiranya.


"Sumpahku di kabulkan." Kenan bahagia karna kemarin menyumpahi istrinya hamil dan Tuhan sangat baik padanya, istrinya benar-benar hamil.


"Sudah aku katakan, apapun milikku akan tetap menjadi milikku."

__ADS_1


__ADS_2