
Kenan menemui Arven lebih dahulu di apartemennya. Kenan juga menghubungi ketiga sahabatnya untuk meminta bantuan.
Apa lagi Azka, ia adalah ahli dalam mengenai komputer dan lainnya, Azka adalah seorang hacker yang handal kemampuannya tidak main main dalam hal itu. Tapi di jalan ia menghubungi Mama serta Papanya untuk segera pulang ke rumahnya. Soal Dimi ia akan mengurusnya belakangan.
Kenan tiba paling akhir, penampilannya tampak kacau dengan rambut yang lusuh serta baju yang acak-acakan.
"Ken kau baik baik saja?" Ketiganya menghampiri kecuali Arven pria itu masih santai menghissap rokoknya.
"Aku tidak merasa seburuk ini, Fana pergi dari rumah." ujar Kenan.
"Bukan pergi tapi di usir olehmu. Kau menghinanya habis-habisan." Arven kesal ia menghembuskan asap tebal dari hidungnya, kepala mendongak berusaha menahan geram pada mantan bosnya.
__ADS_1
"Arven maafkan aku, aku menarik kalimat yang mengatan memecatmu kau ku perkerjakan kembali dengan gaji dua kali lipat, saat hubunganku dengan Fana belum membaik." Kenan sengaja mengiming-imingi Arven agar tergiur tawarannya.
"Arven kenapa kau tidak bilang jika kau di pecat dan Fana pergi dari rumah. Aku bisa melanjutkan niatku yang tertunda untuk melamar Fana. Jika kau bilang di pecat oleh Kenan, aku bisa memperkerjakanmu dengan gaji tiga kali lipat dari Kenan." Eldy gercep mendekati Arven.
"Aku tidak berminat. Jadi lupakan." Arven tak acuh menjawabnya.
"Azka tolong lacak siapa pelaku yang merekam dan menyebarkan vidio ini, lakukan sampai dapat pelakunya. Dan segera block agar tidak tersebar semakin luas, jika ada yang sudah tersebar segera lenyapkan tapa jejak." perintah Kenan. Ia menyerahkan ponsel mertuanya yang sudah retak.
Kenan menceritakan apa yang di alaminya pada ketiga sahabatka Eldy terbawa emosi dan mencengkram kerah baju temannya.
"Cukup Eldy." Zidan melerai. "Apa aku bilang Ken. Kau harus menyumumkan pernikahanmu dari kemarin-kemarin bukan malah menundanya terus menerus urusan saingan bisnis atau apapun itu urusan belakangan. See, sekarang ada oknum yang memanfaatkan ini. Katakan selain kami siapa yang mengetahui pernikahan rahasiamu?" Zidan juga di buat emosi nafasnya naik turun tak beraturan.
__ADS_1
"Olivia dan Dimi, hanya mereka orang yang mengenal aku dan Fana yang sudah menikah." terang Kenan.
"Aku curiga dengan Olivia, dia masih menyukaimu dan beberapa kali menanyakanmu padaku." terang Eldy.
"Feelingku mengatakan jika Dimi adalah pelakor sesungguhnya, kau terlalu lemah untuk tegas padanya. Tanyakan pada hatimu Kenan siapa yang lebih kau inginkan?" Arven sudah membuang batasan antara bos dan asistennya. Ia berbicara sebagai seorang teman yang peduli.
"Fana lah yang ku inginkan, aku menganggap Dimi tak lebih dari teman masa kecil. Sedangkan Fana adalah separuh hidupku. Tolong bantu aku kembalikan Fana dalam pelukanku." Ucap Kenan sungguh-sungguh.
"Aku mencurigai keduanya." Zidan tersenyum sumir.
"Aku masih ragu jika Dimi terlibat." ucap Kenan.
__ADS_1
"Aku punya sesuatu." Arven lah yang berbicara.
Arven juga meretas CCTV di rumah Kenan dan kantornya. "Jangan terkejut aku sudah sering memperingatkanmu. Perasaan istrimu sangat kuat Tuan."