Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Bujuk Fana, Ma.


__ADS_3

Karna takut melihat kemarahan Kenan akhirnya Dimi mengatakan yang sebenarnya. Selain pergi dan berangkat bersama mereka tidak pernah pergi bersama apa lagi berdua Dimi dan Kenan. Jika ada meeting di luarpun yang Kenan bawa pergi adalah Arven bukan Dimi.


"Aku menyukai kakak. Aku menginginkan kakak. Tapi kakak malah menikah dengannya?"


"Aku tidak menyukaimu sama sekali Dimi, hubungan kita kini telah berakhir baik sebagai adik dan kakak maupun sebagai teman kecil. Bagiku kau tak lebih dari binatang menjijikan, teganya kau merusak rumah tanggaku." Cuih Kenan meludahi wajah Dimi.


"Aku berani bersumpah Fana, aku tidak sedikitpun memiliki perasan yang lebih terhadapnya." Kenan menatap manik wanita yang masih menjadi istrinya.


"Bersujud dan bersumpahlah!" Perintah Kenan. Inilah Kenan yang sesungguhnya. Kenan menendang Dimi sampai tergeletak di lantai yang dingin. Kakinya menginjak leher wanita itu. Dimi terbatuk-batuk karna kesulitan bernafas.


"Ken, hentikan! Kau bisa membunuhnya." Fana mencoba mendorong tubuh Kenan, Ziano juga melakukan hal yang sama, tapi Kenan tak bergeming dari tempatnya berdiri dengan sebelah kakinya masih di leher wanita itu.


Fana akhinya memeluk Kenan. "Sadarlah Kendalikan dirimu."


"Tuan, cukup." Arven sudah berada di sana.


"Arven bawa dia pergi sebelum ku habisi nyawanya di sini." Kenan menujuk Dimi yang sudah tak sadarkan diri. "Jangan coba-coba mengobatinya." lanjutnya lagi.


Arven membawa Dimi pergi.

__ADS_1


"Dokter Zi, tolong pulanglah dulu. Maaf karna harus menyaksikan tindakan brutal dari pria muda itu." Ayah Rendy mengusir halus, ia meminta pengertian Ziano.


"Baik Tuan Moza, semoga lekas sehat kembali." Ziano pamit undur diri.


Kenan bernafas lega ternyata Ziano kemari unyuk mengobati Ayah mertuanya.


"Ayah kau sakit?" Kenan bertanya tiba-tiba ia berpikir jika Ayah mertuanya sakit karna ulahnya.


Mertuanya hanya diam.


"Aku sudah menghapus seluruh vidio itu. Aku pastikan tak ada yang tersisa."


Sedangkan Kenan mendekati mertuanya, "Ayah aku sudah menghukumnya tolong maafkan aku."


"Dia sudah di hukum, lalu kau. Siapa yang akan menghukummu?" Ucap Rendy serius.


"Kau boleh menghukum sebanyak dan seberat apapun Ayah."


"Tinggalkan putriku."

__ADS_1


"Itu tidak bisa ku lakukan Ayah, mustahil aku meninggalkannya, aku tidak akan melepasnya."


"Jika begitu pulanglah, aku akan menyuruh putriku untuk melepaskan dan meninggalkanmu."


"Tidak Ayah, jangan berkata seperti itu. Fana katakan pada Ayahmu selain kemarin malam aku tak pernah memperlakukanmu dengan buruk, katakan Fana. katakan pada Ayah jangan mencari menantu baru." Sebenarnya Rendy ingin tersenyum saat menantunya menyatakan kata terakhir tapi ia lebih menahannya ia ingin menilai sejauh mana Kenan menginginkan putrinya.


Kenan pulang dengan tangan kosong. Ia sudah di sambut oleh orang tuanya, dan langsung menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Mamanya.


"Mama benar perasaan wanita memang rumit Ma. Fanaku pergi Ma. Aku takut dia tidak mau kembali padaku Fanaku marah padaku, aku harus apa Ma?" Kenan mengadu pada Mamanya.


"Kau sudah menyadari kesalahanmu? Apa kau sudah memohon maaf?" Mamanya membelai lembut rambut putranya.


"Sudah Ma, aku sudah berkali-kali melakukannya dia memafkan aku tapi Fana tak ingin pulang Ma, Fana tak ingin kembali bersamaku." Kenan menatap ibunya dengan air mata yang mengaburkan pandangannya sesak itulah yang ia rasakan.


"Beri dia sedikit waktu ya, setidaknya satu sampai dua hari. Nanti kita temui sama-sama." Mamanya seakan mengerti apa yang di inginkan oleh putranya.


"Ma, tolong bujuk Fana agar mau memaafkanku." mohon Kenan. "Katakan padanya aku siap melakukan apapun asalkan dia mau kembali padaku. Tidak masalah jika dia akan mengomeliku setiap saat atau mengaturku sesukanya aku akan menjadi suami yang penurut." ucap Kenan kembali.


Ya Tuhan, Mama Lily menelisik wajah putranya yang takaruan dengan memar yang menghiasi wajah tampannya.

__ADS_1


"Ya, kita nanti bujuk Fana. Tapi jangan nakal lagi ya." sebenarnya Mama Lily ingin memaki putranya tapi segera ia tahan karna melihat bagaimana rapuhnya anak yang ia lahirkan.


__ADS_2