Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
seorang wanita muda


__ADS_3

Kenan menyeringai dengan sangat puas, saat tubuh istrinya terkulai lemas di atas tubuhnya. Ia menikmati himpitan kedua gunung dibatas dadanya. Ia juga masih menikmati denyutan demi denyutan yang di rasakan miliknya yang masi tertanam di surga milik istrinya. Kenan menghirup dalam-dalam aroma yang menguar dari rambut istrinya, bau sisa percintaannya masih terasa membelai lubang hidungnya.


Dalam hati Kenan memuji kemampuan istrinya yang cepat tanggap dalam belajar memuaskannya. Goyangan di atas tubuhnya benar-benar membuarnya terbang melintasi langit ketujuh. Oh rasanya Kenan sangat puas senja ini.


Dengan perlahan Kenan menurunkan Fana dari atas tubuhnya, sepertinya Fana sangat kelelahan menuruti permintaan suaminya. Kenan meraih pakaian dan celana panjangnya lalu memasukannya dalam keranjang pakaian kotor.


Shafana dan Kenan sudah kembali kerumah Kenan, ayah dan ibu mertua Fana belum kembali. Kedua pasangan paruh baya itu memang sering kali menghabiskan waktu berdua.


.


"Ken kita mau kemana?" Fana bertnya saat sore ini mereka tidak pulang ke rumahnya.


Kenan masih diam membisu, ia sangat kesal saat tadi ia menjemput istrinya sudah di dahului oleh Ziano, ingin sekali rasanya kenan mencekik leher pria itu menggunakan dasi yang tengah ia kenakan.


Shafana sendiri masih bingung akan diamnya Kenan karna baru kali ini Kenan cosplay menjadi patung. Dan ini berhadil membuatnya tak nyaman.


Wanita itu tidak mengetahui jika Ziano menjemputnya, karna tiba-tiba saja Kenan memasuki ruangannya dan membawa dirinya pergi dari caffenya melalui pintu belakang.


"Ken ada apa?"


Kenan masih bungkam, wajahnya terlihat sangat kesal, jelas sekali dengat rahang yang beberapa kali mengetat.


"Ken, kenapa kau diam saja.?" Fana lelah terus bertanya sendiri akhirnya ia memilih diam saat pertanyaannya tidak di tanggapi Kenan.


Aneh pikirnya. Apa pria di sampingnya terkena penyakit syndrum bisu mendadak?

__ADS_1


Kenan membawa Shafana ke apartemen yang selalu ia tempati saat tak sedang menginap di rumah. Inilah rumah kedua bagi pria itu.


Saat makan malam dan setelahnya Kenan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali ia masih bungkam. Bahkan saat keduanya tengah di tempat tidurpun Kenan masih diam dengan hanya mengotak ngatik ponsel pintarnya.


Karna terlalu kesal tidak di hiraukan Kenan, Fana merebut ponsel yang tengah di mainkan suaminya.


"Kembalikan ponselku!"


"Kau ini kenapa? Dari tadi diam saja. Jika aku memiliki salah atau ada yang tidak kau sukai lebih baik katakan jangan diam seperti ini. Biasanya kau sangat cerewet." Fana mulai kesal.


"Aku tidak papa, sini. Kembalikan ponselku."


"Tidak mau, katakan dulu kau kenapa?"


Kenan diam, dia juga sebenarnya tidak mengerti mengapa ia merasa kesal setiap ada pria lain yang menaruh perhatian pada Shafana.


"Aku hanya lelah." akhirnya hanya kata itu yang lolos dari mulut Kenan.


"Benarkah?"


"Ya, aku hanya lelah." ucaspnya semeyakinkan mungkin.


"Ya sudah. Ini." Fana kembali menyerahkan ponsel suaminya.


"Aku sudah tidak berminat bermain ponsel, aku sedang menginginkan permainan yang lain." Kenan menyimpan ponselnya di atas nakas. Tangannya mulai nakal melucuti kancing piama istrinya.

__ADS_1


"Katanya kau lelah!"


"Tidak untuk yang satu ini."


"Aku sedang datang bulan Ken." lirih Fana hati hati.


Tak ingin percaya begitu saja. Kenan menyentuh area bawah istrinya, benar saja terdapat sesuatu mengganjal di area kesukaannya.


"Kenapa tidak bilan dari tadi sih." dengus Kenan kesal.


"Kau tidak bertanya."


"Sejak kapan mulainya, perasaan tadi pagi tidak ada darah saat aku mendatangimu. Bahkan aku berpesta dengan mulutku di bawah sana."


"Bisa tidak bicaramu sedikit di filter." Shafana kesal karna Kenan berbicara seenak jidatnya.


Shafana memunggungi suaminya.


"Tidak sopan tidur membelakangi suamimu yang masih terjaga."


Dengan masih memunggungi Kenan Fana meraih sebelah tangan suaminya dan ia belitkan ke pinggangnya sendiri.


"Peluk aku." Kenan mengulum senyumnya.


Diluar apartemen Kenan seorang wanita muda, umurnya dua tahu lebih muda dari Kenan, tengah menekan kode pintu. Senyumnya seketika mengembang saat pintu apartemen itu terbuka.

__ADS_1


"Sandinya masih sama, sudah ku duga meskipun kau bilang ingin mengakhiri hubungan kita dua tahun lalu, tapi aku tau kau dan aku saling mencintai Ken, hubungan kita tidak akan berakhir begitu saja." senyumnya makin merekah saat lampu di dalam apartemen itu menyala. Itu tandanya Kenan berada di sana, dan tujuan utamanya adalah kamar utama, ia berjalan dengan perlahan bermaksud untuk mengejutkan kekasihnya yang dua tahun lalu mengancamnya putus. Dan saat pintu terbuka, buka Kenan yang terkejut melainkan dirinya.


"Kenan."


__ADS_2