Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Dia yang salah


__ADS_3

Kenan memasuki mobilnya dengan amarah yang masih menyala di dadanya.


"Sialann."


"Hanya karna ikan, si Culun itu menangis seperti di tinggal mati kekasihnya. Benar-benar gila dan dia mengajaku gila juga. Sial, kupikir yang mati benar Arven, aku menyesal sudah meneteskan air mataku yang berharga." Kenan mengacak rambutnya frustasi, tapi tidak ia pungkiri jika dirinya bahagia karna asistennya masih hidup.


"Astaga, aku tadi sempat kesal pada seekor ikan." Kenan menolak jika ia cemburu lagi-lagi Kenan mengusap wajahnya.


Kenan melajukan mobilnya ke apartemen Asistennya, ia ingin memastikan sendiri jika asistennya masih hidup. Kenan juga sudah mencoba beberapa kali menghubungi nomor ponsel Arven tapi tetap saja tidak aktif.


"Arven ... "


Setelah sampai di unit apartemennya Kenan langsung menggedor pintu apartemennya dengan sangat berutal, persis seperti seorang preman yang tengah meminta jatah wilayah pada pedagang di pasar.


Ceklek ... (pintu terbuka)


"Tuan." Arven nampak terkejut sang Tuan bertamu kerumahnya secara sengaja, selama delapan tahun lamanya Kenan sama sekali tidak pernah mau mampir ke tempat tinggalnya. Sekalipun ada hal penting paling Kenan hanya menunggu di parkiran ataupun loby apartemen.


"Kau kemari, Tuan?" Arven bertanya, sedikit tidak percaya jika pria yang berdiri di hadapannya adalah bosnya sendiri.


"Hm. Kau baik-baik saja? Mak-maksudku apa kita perlu kerumah sakit?" Kenan bertanya canggung, ini bukan dirinya yang sesungguhnya, ia tidak pernah peduli sama orang-orang di sekitarnya selain Papa dan Mamanya Kenan selalu tutup mata akan apa yang terjadi. Tapi sejak kejadian tadi di rumah sakit, nurani Kenan sedikit terketuk.


"Aku baik-baik saja Tuan." Arven tersenyum, hatinya menghangat saat ada orang lain peduli padanya. Selama ini orang lain selalu tak perduli apapun tentangnya jika ia tidak menguntungkan bagi orang itu, itu juga yang terjadi tadi siang pada bosnya, entah Kenan tersambat setan apa, sampai bosnya secara tiba-tiba menanyakan keadaannya.


Selama ini Kenan selalu menunjukan kepeduliannya pada Arven melalui caranya sendiri yaitu melalui uang dan uang bagi Kenan tak ada yang lebih membahagiaan bagi seluruh pegawainya selain uang, dan ya Kenan tidak sepenuhnya salah, pendapatnya benar adanya. Kenan selalu merasa jika dirinya sudah membayar Arven untuk bekerja padanya itu sebabnya Kenan selalu bertingkah sesuai maunya.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" Kali ini Arven yang bertanya ia khawatir bosnya kini tengah mabuk meskipun tidak tercium bau alkohol pada tubuh Kenan, atau pengaruh obat terlarang, bahkan Arven ragu saat memikirkannya mengingat pria itu menerapkan gaya hidup sehat. Atau apapun, bisa saja kepala Kenan terbentur sesuatu kan? Sehingga pria itu berubah perhatian.


"Apa aku terlihat sakit?" Kenan nyelonong memasuki apartemen Arven.


"Tidak Tuan, hanya saja aku merasa aneh saat kau bertanya kabarku."


"Mengenai tadi siang aku minta maaf, tak seharusnya aku memaki dan membentakmu." Kenan memilih memasuki pintu dan tujuan dirinya kesana adalah meminta maaf.


Ada apa ini? Bosnya meminta maaf padanya, dan terlihat menyesal padahal Arven juga salah, seharusnya ia juga berbicara dulu kepada Kenan sebelum memutuskan tidur di mejanya. Itu sebabnya Arven tidak melakukan pembelaan saat Kenan memakinya habis-habisan.


Kenan mendudukan pantatnya di atas sofa, begitu juga dengan Arven.


"Kenapa kau diam saja? Kau tidak memaafkanku ya?" Kenan tetaplah Kenan pria dengan sejuta emosi yang selalu menyala di saat ia di abaikan.


"Bagus. Ada hal yang akan aku ceritakan, ini berhubungan denganmu Arven."


"Aku,"


"Ya, kau. Kau tau Nonamu sangat aneh."


"Nonaku, maksud Tuan Nona Fana?" tanya Arven hati hati.


"Iya lah siapa lagi? Memangnya aku memiliki berapa istri?" Kenan ngegas terus, jika ada kontes pria pemarah di kota ini maka Arven yakin Kenan akan menjadi juara pertamanya.


Lebih baik Arven diam saja menunggu bosnya berbicara dari pada bertanya sebagai tanggapan ia bisa naik darah karna di bentak-bentak terus.

__ADS_1


Kenan menceritakan semua kekonyolan yang dilakukan ia dan Fana, salah paham adalah masalahnya.


Arven tertawa terbahak-bahak menertawakan bosnya, tapi tidak Arven pungkiri hatinya tersentuh saat Kenan mengatakan merasa bersalah padanya, Arven menyimpulkan jika nonanya membawa pengaruh baik pada bosnya.


Kenan tidak tersinggung sama sekali karna ia sendiri merasa lucu.


"Ku pikir istriku menyukaimu. Jika itu terjadi aku akan mengungsikanmu ke Arab saudi." Kenan juga tertawa kali ini.


"Untuk apa? Untuk kau jadikan TKI."


"Tidak. Aku ingin menjadikanmu makanan unta." Kenan dan Arven kembali tertawa bersama.


"Arven aku haus, kenapa kau pelit sekali? Aku bertamu tapi kau tidak memberiku minum. Aku kapok tak ingin lagi bertamu." cibir Kenan.


"Ah, iya Tuan maaf aku lupa." Arven buru-buru beranjak dan mengambil dua minuman kaleng di lemari pendingin dan segera menyerahkannya pada Kenan.


"Apa Tuan sudah meminta maaf pada Nona Fana?"


"Meminta maaf untuk apa? Dia yang salah dia juga sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf padaku." Ujar Kenan santai.


"Kau telah membentaknya."


Degg


Ah benar juga, tadi Kenan membentaknya.

__ADS_1


__ADS_2