Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Jangan mengatur


__ADS_3

Baik Fana maupun Kenan keduanya kembali terlelap dengan posisi berpelukan dan dalam keadaan tubuh yang sama-sama polos.


Disaat matahari sudah naik di peraduan Kenanlah yang pertama kali membuka mata dan menggusok sedikit matanya yang masih terasa buram, dan pemandangan yang ia lihat adalah wajah istrinya. Kenan menepikan beberapa helai rambut milik istrinya ke samping telinga.


"Kau tidur nyaman sekali." perkataan dan suara Kenan membuat wanita dalam pelukannya menggeliat dan mulai mengerjapkan matanya.


"Kau sudah bangun?"


"Kau melihatnya bagai mana?" pria itu kembali ke mode menyebalkannya.


Kenan mengeratkan prlukannya dan sesekali mengecupi bibir ranum idtrinya, Fana merasa tidak nyaman ada di posisi ini bisa-bisa Kenan memintanya lagi, Kenan menyibak rambut istrinya dan menenggelamkan wajahnya di antara ceruk leher Shafana, sesekali Kenan juga mendaratkan bibirnya di sana. Fana mendorong tubuh Kenan dan segera duduk.


"Kenapa buru-buru sekali? Aku masih nyaman memeluk tubuh jelekmu." memuji sekaligus menghima itu yang Kenan lakukan tapi Fana mulai terbiasa dengan itu semua.


"Aku kebelet Ken."


"Ya sudah, sekalian mandi sana." Dengan berat hati Kenan melepas istrinya.

__ADS_1


"Mandilah Ken, hari sudah siang, bukannya kau ingin mengajakku jalan-jalan.?" Fana berbinar saat menanyakan itu.


"Hmm." Kenan beranjak nenuju kamar mandi.


Shafana segera membuatkan suami teh hangat dan nembawa sebuah kemeja ayahnya, karna kemarin mereka lupa membawa baju ganti.


Selesai mandi Kenan tidak langsung memakai bajunya pria itu lebih dulu duduk di atas ranjang yang sudah istrinya rapihkan sembari menikmati teh miliknya.


"Ken, seharusbya kau mengeringkan rambutmu dulu." Fana mengambil alih handuk yang tersampir di leher pria itu dan menggosok lembut rambut milik Jenan.


Kenan menipiskan bibirnya, ia tersenyum dalam diamnya saat Fana perhatian padanya.


"Tentu saja. Kau pikir aku hidup dengan buruk. Aku selalu menjalani apapun dengan baik, gaya hidup yang sehat serta berolah raga, makanku juga teratur serat dan vitaminku juga terpenuhi." Kenan mengatakan yang sebenarnya tapi pria itu tidak mengerti maksud dari perkataan istrinya.


"Gaya hidup sehat saja tidak cukup Ken. Kau juga harus memperhatikan ucapan serta tingkah lakumu. Jangan terus-terusan menyakiti orang lain. Itu tidak baik, baik untuk hidupmu ataupun orang lain.


Kenan terdiam se jenak otaknya mencoba berpikir keras. Iya juga apa yang di katakan istrinya tapi apa mau di kata semuanya sudah terjadi.

__ADS_1


Lagi pula Kenan juga tidak betingkah menyebalkan selain dengan asisten juga istrinya.


"Kau mau jalan-jalan kemana hari ini?" Kenan mencoba menawarkan penawaran agar istrinya berhenti menceramahinya.


"Terserah kau saja. Asal jangan ke neraka." kelakarnya, Ya Fana mengetahui akal bulus suaminya.


"Kau pikir aku akan bunuh diri bersamamu."


"Sebenarnya hidup itu sangat simple. Cukup kau tidak merugikan orang lain maka kau akan di anggap orang baik." Fana mengambil handuk bekas pakai suaminya dan ia letakan di keranjang kotor.


"Aku juga tidak pernah merugikan siapapu. Semua orang Selalu untung saat menjalin kerja sama denganku." Kenan membela diri.


Heh


Fana mrnhembuskan nafasnya kesal, suamonya itu selalu memiliki sanggahan atas apa yang ia katakan jelas akan memantul pada diri suaminya.


"Bukan karna soal uang saja yang dapat merugikan orang lain, ucapanmu juga dapat melukai orang lain sama seperti saat kau berkata kasar dan semaunya padaku. Apa sebenarnya alasan kau sangat membenciku?"

__ADS_1


"Aku tidak membencimu Fana sungguh, mulitku memang srperti ini sudah sejak lama." jawab Kenan


__ADS_2