Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Sumpah demi nama Tuhan


__ADS_3

"Ken, jadi ketemu rekan kerjamu tidak?" Fana kesal karna dia sudah dandan cantik, di tengah sibuknya urusan Fana menyempatkan diri datang kesalon hanya agar Kenan tidak merasa malu. Tapi pria itu malah mengajaknya kembali masuk mobil.


"Jadi, tapi kau harus ganti bajumu."


"Aku tidak mau, aku suka baju ini."


"Kau jelek sekali mengenakan baju itu, lebih baik kau ganti."


"Tidak mau."


"Ganti."


"Tidak."


Di tengah mereka yang sedang berdebat tiba-tiba posel Shafana berbunyi. panggilan masuk dan nama ayahnya tertera.


"Diam!" Fana berkata sebelum mengangkat telepon, Kenan hanya mengangguk menuruti.


"Hallo ... Ayah ada apa?" Suara lembut Fana menyapa ayahnya.


Cih munafik tadi di makam kekasihnya Fana mengatakan masih membenci ayahnya, ternyata Shafana pandai berlakon pikir Kenan.


"... ..."


"Apa? Shifa mau menikah? Se-sekarang?" terkejut, bingung, entahlah rasa apa lagi yang menyerangnya.


"... ..."


"Kenapa mendadak sekali?"


"... ..."


"Lalu dengan siapa Shifa menikah jika Noval melarikan diri?"

__ADS_1


"... ..."


"Ya sudah, Ayah tenang dulu ya. Fana akan segera ke sana sekarang." Fana mengakhiri panggilannya.


"Ada apa?" Kenan yang sudah menguping sedari tadipun langsung bertanya.


Fana diam sejenak, ia menimbang-nimbang apakah ia harus berbicara jujur pada suaminya dengan keadaan adiknya atau lenih baik diam, tapi jika di pikir suaminya juga harus tau masalahnya terserah tanggapan Kenan akan seperti apa.


"Shifani hamil."


"Apa?"


Dua kata itu mampu membungkam keduanya.


"Tapi ku dengat dia akan menikah, lalu siapa yang akan menikahinya?" Fana seketika menoleh kearah suaminya.


"Kau menguping ya?"


"Tidak aku hanya mendengar."


"Kau itu, bagai mana aku tidak mendengar kau berbicara tepat di sampingku. Aku tidak tuli jadi aku bisa mendengar suaramu." Kenan membela diri.


"Jika kau sudah mendengar lalu untuk apa kau bertanya tadi?"


"Aku hanya memastikan saja."


"Bagai mana jadi pergi?" Kenan bertanya.


"Tapi bagai mana dengan rencana pertemuannya?" Fana merasa tak enak hati.


"Sebentar, aku akan menghubungi Arven." Kenan menghubungi asistennya untuk menghandel semua pekerjaannya.


"Tolong sampaikan maafku pada Tuan Kim, hari ini aku tidak bisa menemuinya, aku ada keperluan mebdadak. Mungkin lain waktu aku mengatur ulang jadwalku." Kenan menutup sambungan teleponnya saat Arven mengiyakannya.

__ADS_1


Fana merasa bersalah di balik tingkah menyebalkan suaminya ternyata dia orang yang baik.


"Kenapa menatapku seperti itu, bari sadar jika suamimu tampan."


"Percaya diri sekali kau. Bahkan priaku lebih tampan darimu." sewot Fana.


"Apa katamu priamu? Kasihan sekali kau, imajinasimu terlalu tinggi. Bahkan jika si Zikomu masih hidup aku tak yakin dia menyukaimu." Kenan tak sadar ucapannya menyinggung Fana, seketika wanita itu langsung terdiam.


Kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumah mertuanya.


"Kenapa kau diam saja, apa bahan bakarmu sudah habis?" Kenan mencoba mencairkan suasana hening yang tercipta.


Fana masih diam, wanita itu masih setia dengan kebisuannya.


"Biasanya kau berisik sekali, tetapi kenapa kau sekarang seperti jangkrik terinjak." Kenan masih mencoba mencairkan suasana.


"Kau itu kenapa?"


Cekitt.


Kenan menginjak rem secara mendadak sampai Fana sedikit terhuyung kedepan.


"Aku tidak suka di abaikan Fana." Suara Kenan naik satu oktaf dari sebelumnya.


Fana melirik malas, ia mencoba mencari pembahasan lain.


"Shifa hamil ken. Lalu bagai mana dengan dirimu?"


"Diriku? Memangnya diriku kenapa?" Kenan tak mengerti ucapan istrinya. Ia juga sudah menjalankan kembali mobilnya.


"Kau tidak kecewa atau marah karna Shifa hamil?"


"Kecewa? Marah? Untuk apa? Dia yang hamil kenapa aku yang marah? Tunggu. Apa kau diam dari tadi karna kau berpikir Shifa hamil olehku?" Kenan takut Fana salah mengartikan gurauannya waktu itu yang mengancam akan mendatangi Shifa hanya agar Fana melayaninya, Hey otak Kenan tidak sepicik itu.

__ADS_1


"Sungguh Fana, sumpah demi nama Tuhan aku tidak melakukan tindakan menjijikan itu. Kau jangan menuduhku macam-macam." sebelum Fana bersuara Kenan segera bersumpah ia takut Fana memfitnanya.


"Kau ini kenapa? Aneh sekali." cibir Fana.


__ADS_2