Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Aku menginginkanmu


__ADS_3

Baru juga sampai di sebuah pusat perbelanjaan, Kenan mendapatkan telepon dari pihak kepolisian, petugas penegak hukum itu memberitahu jika mobil mewah dan di yakini milik Kenan barusan mengalami kecelakaan akibat rem blong, kedua orang yang berada di dalam mobil dinyatakan tewas dalam kejadian itu. Kenan hanya membeku di balik kemudi, ternyata benar apa yang di katakan istrinya, jika tuhan selalu memiliki rencana di balik setiap kejadian.


"Culun, mobilku sudah di temukan."


"Oh baguslah jadi pegawaimu masih memiliki pekerjaan."


Akhirnya Kenan menceritakan semua kejadiannya pada sang istri, tanpa terlewat satu hal pun.


Setelah satu minggu.


"Fana, nanti malam aku dan Papa mau menghadiri pesta ulang tahun perusahan rekan kerja, maaf tapi aku tidak bisa mengajakmu karna acaranya di adakan di sebuah bar, Mama juga tidak ikut ko, aku juga tidak lama." Kenan menjelaskan karna takut di tuduh macam-macam oleh istri da Mamanya.


"Ya, pergilah, aku di rumah bersama Mama saja."


.


Entah ke mana Papanya pergi setelah berpamitan padanya akan menemui rekan kerjanya, dia duduk hanya di temani Arven saja.


"Ken, kaukah itu?" Seorang wanita cantik menghampirinya dan segera duduk tepat di samping Kenan.


"Siapa kau?"

__ADS_1


"Aku Jesi, juniormu di kampus dulu masa kau lupa."


"Sepenting apa dirimu sampai aku harus mengingatmu?" Kenan menatap tajam wanita yang mengenakan pakaian kurang bahan itu.


Kenan merasa tubuhnya mulai tidak beres dan segera mengajak Arven untuk segera meninggalkan Clab malam itu.


"Kau mau kemana?" Jesi mencekal tangan pria tampan itu, lalu merengek dengan nada manja nan mendayu.


"Diam! atau ku patahkan tanganmu." Kenan mengelap tangan yang tadi di sentuh wanitanya.


"Arven, ayo kita pulang."


"Astaga. Kenapa panas sekali? Arven segera hubungi Papa, katakan padanya jika kita pulang duluan."


Kenan sudah membuka jas serta dasinya, pria tampan itu juga sudah menggulung lengan kemejanya hingga ke siku bahkan kancing kemeja bagian atasnya sudah terbuka separuhnya.


"Arven cepatkan mobilnya!" Kenan meraih sebotol air lalu mengguyurkannya ke tubuhnya untuk mendinginkan tubuhnya yang panas.


"Tuan, apa yang terjadi?" Arven bertanya dengan nada khawatir.


"Selidiki apa yang terjadi di Clab itu, aku merasa ada yang mau menjebakku, dan jangan ampuni orang itu."

__ADS_1


"Ba-baik Tuan."


Setelah empat puluh lima menit akhirnya mereka sudah sampai di halaman rumahnya. Kenan segera melompat dari mobil dan segera memasuki rumah.


"Ma, dimana Shafana?"


"Di kamarnya, kemana Papa? kenapa tidak pulang bersama."


"Papa masih di perjalanan, besok aku akan ceritakan sekarang ada hal darurat yang harus aku selesaikan." Kenan setengah berlari memasuki kamarnya.


Kenan melihat istrinya tengah berbaring di ranjangnya, selimut yang menutupi tubuh istrinya sudah Kenan tarik sampai terjatuh di bawah.


"Bisa-bisanya kau tertidur di saat suamimu tersiksa." Kenan mengungkung tubuh istrinya menyentuh wajah istrinya menggunakan jemari panjangnya.


Kenan menyentuh pangkal paha istrinya untuk memastikan jika istrinya tidak sedang kedatangan tamu. "Hari ini kau harus menyembuhkan rasa dahagaku."


Pria tampan itu melabuhkan kecupan dan setelahnya menyesap dan memangut lembut bibir istrinya. Shafana menggeliat dalam tidurnya ia merasa terganggu dengan tindakan pria itu.


Merasa berat karna tubuhnya terasa tertindih sesuatu Fana membuka matanya perlahan, dan tepat di atas wajahnya pria tampan itu tengah menatapnya dengan muka memuja.


"Ke-Kenan ada apa?"

__ADS_1


"Aku menginginkanmu."


__ADS_2