
"Eldy, dia gadis bersuami."
"Gadis bersuami?"
"Siapa maksudmu gadis bersuami?" Eldy belum mengerti.
"Fana, maksudku Moza. Dia sudah menikah." Kenan memberitahu temannya.
"Itu, tidak mungkin Ken. Kemarin kami baru saja bertemu dan aku menanyakan apakah Moza sudah memiliki kekasih dan dia bilang belum, dia juga mengatakan tidak akan ada yang mau padanya. Padahal aku mengincarnya sejak di reuni kemarin." Eldy tersenyum lebar ia bahagia wanita yang ia inginkan masih lajang.
"Yang kau tanyakan kekasih bukan suamikan?" Kenan balas mendelik kesal pada Eldy. Dan apa apaan tadi kata Eldy tidak ada yang menginginkan Fana biar Kenan ingatkan, culun-culun begitu banyak pria yang menginginkan Fana, Zayyan pewaris keluarga Hillatop, lengkap beserta sang keponakan Noval Hillatop pria muda itu juga terang-terangan menginginkan istrinya dan secara langsung meminta Fana pada dirinya. Lalu Ziano dokter cupu yang bertransmasi menjadi pria tampan itu juga tertarik pada Fana, dan sekarang apa lagi? Sahabatnya mengatakan akan melamar istrinya Kenan mulai menghitung pria yang menginginkan wanitanya empat pria menginginkan istrinya termasuk dirinya juga, tapi apa yang Fana katakan tak ada yang menginginkannya. Dan Fana masih terpaku akan cinta pertamanya, yaitu kekasih hantunya si Ziko.
__ADS_1
Dulu Kenan akui ia malu memiliki istri seorang wanita Culun yang selalu ia bully sewaktu sekolah, bukan malu karna istrinya culun dan kuno tapi Kenan malu pada dirinya sendiri karna orang yang selalu Kenan hina dan rundung dulu kini menjadi pendamping hidupnya. Sebenarnya Kenan bukan tidak ingin mengakui Fana sekarang, hanya saja ada beberapa hal yang masih jadi pertimbangannya.
"Kau itu kenapa? Seakan tak suka jika aku melepas masa lajangku, atau kau menyukai Moza juga?" Eldy terbawa suasana saat berbicara pada Kenan ia juga kesal Kenan tak mendukungnya.
"Iya Ken, kau itu kenapa?" Zidan juga heran tak biasanya Kenan tak mendukung niat temannya, padahal biasanya Kenan selalu menjadi yang terdepan saat mendukung niat para temannya.
"Iya, bukannya kau turut senang, wanita yang di pilih teman kita adalah wanita baik. Untung saja Eldy tidak memilih salah satu jallangnya." Azka tertawa terbahak-bahak dan langsung menghentikan tawanya saat Zidan mengeplak kepalanya.
Arven menahan diri untuk tidak ikut berbicara, sungguh mulutnya sangat gatal ingin mengatakan jika Kenan adalah suami dari Moza Nonanya, tapi Arven tidak memiliki keberanian sebesar itu, Arven membiarkan bosnya menyelesaikan sendiri masalahnya.
"Bukan seperti itu, aku mendukung apapun yang terbaik untuk Eldy ataupun kalian. Kalian ingat-ingat saja, apa pernah aku menolak atau membantah niat dan usul kalian tanpa alasan? Tidak Bro, aku tidak pernah membantah niat kalian, ini jiga demi kebaikanmu Eldy."
__ADS_1
"Katakan alasan yang masuk akal." Eldy memutuskan untuk mempertimbangkan saran temannya jika Kenan memberi alasan yang benar.
Kenan tidak punya pilihan selain berkata jujur, ia menahan malu yang luar biasa jika seandainya para temannya menertawakan dan meledeknya.
"Aku suaminya Moza."
"APAAAA ... " ketiga sahabatnya kompak berdiri duduknya, mrreka terkejut luar biasa jika apa yang di dengar mereka adalah kebenaran.
"Katakan sekali lagi." Zidan dan Arka serempak bertanya untuk menenangkan perasaan mereka yang penasaran.
"Aku suaminya Moza." Jelas dan tegas.
__ADS_1
Gubrak ...
Eldy tak sadarkan diri.