Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Kau melukaiku


__ADS_3

"Aku ..."


Fana menunduk.


"Kau itu berbicara apa?"


"Astagha aku hampir lupa. Dia istriku."


Deg


Dimi bergeming ia terkejut teman masa kecilnya telah menikah. Kapan? Kenapa dirinya tidak mengetahui hal ini? Dimi kembali demi Kenan, tetapi pria itu sudah memiliki istri, lalu untuk apa ia kemari.


Ada berbagai perasaan yang di rasa semua orang di sana, termasuk Mama Lily dan Papa Luki. Dan setelah putranya mengakui menantunya meraka akhirnya pamit untuk beristiraha.


"Mama tak ingin berbincang denan Dimi?" tanya Kenan heran, biasanya Mamanya selalu akrab pada temannya ini tapi sekarang tidak lagi, ada apa sebenarnya.


"Ma tunggu. Aku ikut." Fana hendak mengikuti ibu mertuanya.


"Mau kemana kau?" Kenan menangkap tubuh Fana yang hendak berlari.


"Temani suamimu menemui tamu. Mama mau mengantar Papa istirahat." Mamanya pergi memasuki kamarnya.


Dimi tersadar dengan keadaan. Lalu bertanya kembali.


"Kau sudah menikah kak? Kenapa tidak memberitahuku?"


"Bagaimana cara memberitahumu nomor ponselmu pun aku tidak memilikinya."

__ADS_1


"Kau curang kak." Dimi memajukan bibirnya membuat kerucutan.


"Sudahlah tentang pernikahku itu tidak penting sama sekali, maksudku." Kenan menggigit lidahnya ia sadar salah berkata maksudnya bukan itu tapi ... Kenan tak lagi melanjutkan kalimatnya saat Fana menyambar kalimatnya.


"Ya pernikahan kami memang tidak penting. Kami menikah karna terpaksa, jadi aku harap Nona merahasiahkan hal ini. Karna Kenan juga merahasiahkannya mungkin sebentar lagi kami juga akan berpisah." Fana tersulut emosi, karna Kenan mengatakan pernikahannya tak penting. Dan ia pikir lebih baik ia saja yang mengatakan rahasia pernikahannya, ia tak ingin terlihat menyedohkan di mata gadis itu saat Kenan yang mengatakannya sendiri.


"Kau itu berbicara apa?" Kenan menatap tajam mata Fana yang di sana Kenan lihat ada amarah yang berusaha Fana redam.


"Jadi kalian menikah karna di jodokkan atau kecelakan?" Dimi penasaran.


"Apa maksudmu kecelakaan?" Fana tersinggung karna ucapan teman suaminya. "Kau pikir aku hamil duluan dan memaksa temanmu untuk menikahiku?" Fana terlihat mengepalkan tangannya.


"Tidak keduanya. Aku yang menginginkan pernikahan dengannya." putus Kenan cepat.


"Benarkah? Aku tak yakin." Dimi memperhatikan keduanya.


Dimi di buat bungkam, lebih baik ia diam nanti saja ia akan bertanya sendiri pada Kenan. Tapi yang jelas peluangnya masih ada untuk meraih hati temannya itu, karna pernikahan keduanya di lakukan karna terpaksa.


Kenan sampai pusing, apa sebenarnya yang ada di otak istrinya itu kenapa marah marah terus dari tadi.


"Aku rasa kau lelah biar ku antar ke kamar." Kenan tak mau teman dan istrinya bertengkar.


"Tidak usah aku bisa sendiri." Meski begitu Kenan tetap mengantarkan istrinya ke kamar.


"Kenapa kau mengatakan rahasia pernikahan kita pada Dimi?" Kenan mengomel saat berada di kamar.


"Karna dia bertanya."

__ADS_1


"Kau bisa diam atau berbohong."


"Aku bukan dirimu yang pandai berbohong."


"Astaga, aku pusing saat berbicara padamu."


Kau marah karna aku yang bilang tentang pernikahan kita. Padahal kau yang ingin mengatakan yang berbedakan padanya kau terlihat menyukainya Ken, pikir Fana dalam hati.


"Aku tidak menyukai kau dekat dengannya." ungkap Fana jujur.


"Fana, dengar baik-baik. Dimi adalah temanku lebih dua puluh tahun, hubungan kami dekat sedari dulu. Jangan pernah mengatakan itu lagi. Kau juga harus baik padanya." Kenan mengatakan hubungannya.


Hati Fana mencelos seketika.


"Aku tak mengukai saat kau memiliki teman dekat wanita." protes Fana.


"Aku tak meminta pendapatmu." Tekan Kenan lagi.


"Aku istrimu Ken."


"Kau istriku, tapi dia temanku. Dia lebih lama mengerti aku di bandingkan dirimu. Jangan lupakan karna apa kita menikah." Seperti biasa Kenan lebih memilih pergi di saat emosinya meninggi dari pada berdebat dngan istrinya.


"Kau melukaiku, Ken."


"Hanya karna dia lebih lama mengenalmu kau sampai memarahi aku seperti itu." Fana menangis.


Di saat ia berniat menggati posisi Ziko di hatinya, justru Kenan melukainya lagi dan lagi.

__ADS_1


__ADS_2