Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Gadis bersuami


__ADS_3

Kenan tak mau kembali pusing hanya karna memikirkan kesalah pahamannya, ia memilih menghubungi Eldy dan kedua teman lainnya untuk berkumpul di apartemen Arven. semenjak menikah Kenan jarang sekali berkumpul dengan keempat sahabatnya.


Kenan juga sudah memesan berbagai makanan cepat saji untuk menjamu para sahabatnya.


Tidak menunggu waktu lama, Eldy, Azka, dan Zidan sudah sampai di sana bertepatan dengan makan mereka yang datang. Kenan juga memesan makanan yang sama untuk tiga orang dan ia kirimkan ke rumah sakit untuk makan istri, mertua serta adik iparnya. Meskipun Kenan masih kesal pada istrinya tapi ia juga tidak melupakan kewajibannya, di samping itu Kenan tidak ingin jika mulut ajaib istrinya mengatakan jika ia tak menafkahinya dengan layak. Kenan sebenarnya tak habis pikir istrinya itu selalu bicara tanpa filter saat berhadapan dengannya.


"Hai, Bro." Eldy yang menyapa lebih dulu.


Kelima orang itu bebaur dengan nyaman, empat bujang dan satu pria beristri tidak ada bedanya, justru Arven menilai sesama pria Kenanlah yang paling tampan. Hey jangan kalian kira Arven tengah menjilat karna Kenan bosnya, tentu saja tidak, itu murni penilaiannya, Kenan memang setampan itu.


"Eh, Bro kalian tau tidak jika Eldy berencana melamar seorang gadis?" Zidan lah yang menyeletuk tanpa ada yang bertanya, sampai Eldy menyikut tulang rusuknya.


"Benarkah? Gadis mana lagi yang dia incar. Apa cantik?" Azka tampak antusias bertanya ia penasaran apakah benar Eldy serius kali ini.


"Semua gadis di mata Eldy cantik. Sampai jika ayam betinapun di kasih bedak dia pasti mau." Kali ini Kenan yang berbicara sampai keempat temannya tergelak kencang.


"Sialann." Eldy menggeplak kepala Kenan menggunakan dus pizza yan belum ia buka.

__ADS_1


"Eh tapi sepertinya Eldy serius, ia sampai memesan sepasang perhiasan dariku." Zidan berkata kembali dengan mulut yang penuh berisi nuget ayam,


"Ya aku belum seserius ini mengenai seorang wanita." Eldy menerawang jauh membayangkan wajah seseorang. "Aku bahkan meminta waktu yang paling berharga ayahku untuk melamar gadis itu." Eldy tersenyum bersahaja.


"Apakah wanitanya seksih?" Azka si paling frontal antata ke empatnya. Sedangkan Arven hanya menyimak saja tanpa mau repot-repot menanggapi empat sekawan itu, Arven lebih memilih makan.


"Dia, memang tak seseksi dan tak semodis wanita kebanyakan, tapi aku sangat yakin dia sosok keibuan dan hangat, aku mencari istri bukan untuk memuaskan dahaga akan hasrat ku saja, aku menginginkan gadis itu untuk ku jadikan ratu di rumahku dan ibu untuk anak-anakku. Aku sudah terlalu lelah berkelana aku butuh pulang." Ucapan Eldy yang terdengar dewasa mengagetkan semua orang, pasalnya Eldy adalah seorang Cassanova yang gemar mencicipi berbagai jenis wanita.


"Aku setuju padamu Eldy, aku tak menyangka kau betkata sebijak itu." Kenan benar-benar kagum akan kalimat yang Eldy ucapkan barusan.


"Ngomong-ngomong apa kami mengenal calonmu itu?" Zidan kembali bertanya, ia si paling kepo pokoknya.


"Aamiin ..." ucap kelima pria itu bersamaan.


"Teman sekolah kita? Siapa?" Zidan sudah menghadap ke arah Eldy serius untuk mendengarkan.


"Moza ..." Satu kata jelas, padat, dan sukses membuat ketiga temannya menganga tak percaya, kecuali Arven. Pria itu terbatuk-batuh tersedak, entah tersedak apa mungkin saja dus pizza.

__ADS_1


"Si Culun?" Azka dan Zidan berkata berbarengan.


Sedangkan Kenan masih menganga dengan mata melotot. Arven masih sibuk dengan batuknya.


"Ya, Moza. Aku ingin menjadikannya Nyonya Eldy." Eldy berbinar-binar saat mengatakan itu.


"Aku tarik kembali Aamiinku." Ucap Kenan dingin.


"Kenapa?" ucap ketiganya serempak.


Kenapa hari ini banyak hal yang mengejutkannya pikir Kenan, pertama tentang Shifa yang menggugurkan kandunyan, lalu masalah Arven yang mani dan sekarang apa ini? Sahabatnya yang seorang Cassanova berniat melamar wanita yang sudah menjadi istrinya.


Diantara ketiga kejutannya sumpah yang paling sulit ia percayai adalah yang ketiga, Eldy pecinta wanita liar nan seksih berbalik arah menjadi pria pemburu wanita Culun dan berkacamata. Ingin sekali Kenan melayangkan tinjunya ke wajah Eldy yang sok tampan itu yang tangah menjelaskan ketertarikannya pada istrinya.


"Eldy lebih baik batalkan niatmu jika kau masih menyayangi nyawamu sendiri." Kenan menatap tajam sahabatnya.


"Tidak mau, Moza calon istriku."

__ADS_1


"Eldy, dia gadis bersuami."


"Gadis bersuami?"


__ADS_2