
Kenan berpikir sejenak akan dampak yang di timbulkan jika ia masih membantu adik iparnya. Bukan tidak mungkin jika Fana akan turun dan salah paham padanya. Lagipula di sana banyak orang pasti ayahnya maupun ayah mertuanya masih sanggup membawa Shifa ke kamarnya. Kenan memutar otaknya agar bisa menolak tanpa harus membuat ayah mertuanya memaksanya.
"Aku gak bisa Shifa."
"Kenapa? Hanya sebentar kok?"
"Aku tak ingin ada bau lain di tubuhku, atau Fana akan menyadarinya dan merajuk. Pasti dia tidak mau di peluk olehku sepanjang malam, aku tipikal pria yang selalu memeluk saat tidur. Penciumannya sangat sensitive." ungkap Kenan bohong.
Ya Tuhan sejak kapan Kenan berubah menjadi pembohong yang ulung. Kenan akui ia memang selalu memeluk istrinya saat tidur tak perduli jika istrinya yang merasa nyaman atau tidak.
"Alasan. Bilang saja kau tak ingin membantu, kau tinggal mandi dan berganti pakaian." Ayah Rendy tak tega melihat putrinya mendapat penolakan. Putriku yang malang pikir Rendy.
__ADS_1
"Astaga. Ayah mertua kau tega sekali menyuruh menantumu satu-satunya untuk sakit. Aku bisa masuk angin atau terserang flu jika terus mandi." wajah Kenan di buat sememelas mungkin, tapi justru membuat ayahnya mertuanya berdecih.
Setia itu bukan hanya mencintai satu wanita saja. Karna setia sesungguhnya adalah di saat ada wanita yang lebih menarik dari pasangannya tapi tetap memilih komitmennya di bandingkan orang baru. Itu sebabnya Kenan membatasi dirinya sendiri, bukan tidak mungkin jika Kenan sering bersama Shifa rasa yang berusaha Kenan timbun akan tumbuh kembali. Ia tak ingin menjadi orang yang merugi di kemudian hari.
Sebenarnya ia tak ingin membuat Fana rugi, karna dia sendiri yang memaksa Fana untuk menjadi istrinya. Kenan sendiri pula yang mengambil setiap yang di miliki dari istrinya yang polos. Ia tak berniat menjadi suami durhaka yang kena azab di kemudian hari karna menyia-nyiakan istrinya, persis seperti sinetron ikan terbang.
"Kenan." Panggil Shifa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jika kau mengerti sifatnya. Jangan kau manfaatkan. Aku akui, aku tidak menyukaimu. Tapi bukan tentang karna kau menolakku. Sungguh aku berterikasih padamu, karna secara tidak langsung kau yang membuat aku memiliki istri seperti Fana. Sekarang aku percaya jika kata-kata yang selalu ku dengar benar-benar nyata. Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang aku inginkan. Tapi sekarang aku menginginkan dan membutuhkan Fana untuk tetap menjadi istriku." Kenan jadi mengingat karna apa Kenan membutuhkan istrinya, tentu saja karna kebutuhannya apa lagi soal ranjang.
Fana mampu memberikan sensasi yang tidak kenan dapatkan dari kedua wanita mantan kekasihnya. Kenan tersenyum kembali saat mengatakan itu.
__ADS_1
Diam-diam Rendy menarik senyuman kecil, bibirnya menipis hampir tak terlihat, hatinya bahagia ternyata Rendy sudah memberikan putri sulungnya pada pria yang tepat meskipun tidak tepat-tepat banget sih sangkalnya.
"Ken, aku tau rasamu masih ada untukku. Selama hampir sepuluh tahun kau tergila-gila padaku. Tidak mungkin hanya karna beberapa minggu rasamu lenyap begitu saja itu mustahil." Shifa kekeh dengan pemikirannya, keras kepala sekali wanita ini. Meskipun Kenan tidak menyangkalnya, Kenan akui rasa itu masih ada dan masih banyak tapi sekuat mungkin Kenan menekannya agar rasa baru, rasa untuk istrinya agar tumbuh lebih subur.
"Kita bisa memulainya dari awal."
"Aku tak bisa." tegas Kenan.
Orang tua Kenan hanya menatap bangga putranya yang kini terlihat dewasa.
"Aku sudah waras Shifa, seberapa gila aku di masa lalu itu tidak akan mempengaruhi statusku saat ini. Aku suami kakakmu, dan selamanya akan seperti itu. Jangan katakan hal ini di hadapan istriku, perasaannya sangat sensitive, jangan melukainya dengan hal sepele. Aku tidak tergiur dengan seongok tubuh ataupun segengam hati yang kau tawarkan. Aku memiliki duniaku sendiri dengan Fana." Kenan memilih meninggalkan semua orang. Lebih baik ia tidur dengan memeluk tubuh sekal istrinya.
__ADS_1