Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Kambuh bisu


__ADS_3

"Ayah ... "


Fana menghampiri sang ayah, yang tengah mengomeli adiknya. Fana hendak duduk sebelum Kenan menghentikan niatnya.


"Ayah."


Kenanpun menghampiri ayah mertuanya, ia melirik sekilas kearah kursi sofa, di sana ada Shifa yang tengah menangis sembari memegangi pipinya yang terlihat memerah.


"Fana. Ganti bajumu! jangan membuatku menjadi menantu durhaka." Perintah Kenan tak terbantahkan, Fana melotot mendengar perintah suaminya ia tak berniat menyautinya, Fana segera membawa kakinya untuk menaiki anak tangga.


"Mau kemana kau?" Fana membalik tubuhnya menghadap Kenan ia kesal karna pria itu mengekori dirinya.


"Tentu saja menemanimu ganti baju."


"Tidak perlu. Kau diam saja sama Ayah di sini, aku janji tidak akan lama." Fana berkata lembut, ia tak ingin hubungannya dengan Kenan sampai terendus sang ayah, sangat rumit yang selalu di penuhi perdebatan.


"Awas jika kau lama! akan ku telanjangi kau sepanjang malam." Fana meneguk ludahnya perlahan. Ia tau jika Kenan selalu membuktikan ucapannya.

__ADS_1


"Itu sih maumu, dasar mesum."


Kenan hanya tertawa renyah menanggapi ucapan istrinya.


Fana mulai menaiki anak tangga sedangkan Kenan menghampiri ayah mertua serta adik iparnya, yang sedari tadi terlihat memperhatikannya dan Fana.


"Kenan Shifa hamil. Dan kekasihnya menolak untuk bertanggung jawab, Noval malah melarikan diri, pria brengsek itu tidak yakin jika bayi yang ada dalam perut Shifa adalah anaknya." Ayah Rendi menghela nafasnya berat,masalahnya kali ini membuatnya merasa menjadi seorang ayah tak berguna.


"Aku mengenal Noval cukup lama, Ayah. Meskipun pria itu bukan pria baik tapi dia selalu bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan." Kenan memberi penilaiannya. "Aku tidak tau apa yang terjadi antara kalian. Tapi apa kau yakin bayi itu anaknya Noval?" Kenan bertanya dengan mata menyipit mencoba menelisik kebenaran yang sesunghuhnya di mata Fana.


"Kau mempermalukan Ayah Shifa. Kenapa kau tega berbuat ini pada Ayah." Pria paruh baya itu memukul dadanya beberapa kali mencoba untuk mengurangi sesak di dadanya, tapi berapa banyaknya pukulan yang ia lakukan sesaknya tidak berkurang sama sekali.


"Dia, dia berkata akan menikahiku Ayah, dia berjanji, untuk melakukan apapun yang aku inginkan. Dia juga bersumpah akan bertanggung jawab jika ada sesuatu nantinya." Ucap Shifa terus terang.


"Dan kau percaya?" Kenan tersenyum sinis. "Ku pikir umurmu sudah cukup dewasa untuk membedakan yang namanya bualan, tapi ternyata aku salah. Setiap buaya selalu berkata manis saat tenyah menjerat mangsanya." Kenan menimpali lagi.


"Tapi kau tidak begitu." Fana tiba-tiba ikut bergabung dan duduk di samping suaminya.

__ADS_1


"Itu karna aku bukan buaya. Aku tidak perlu menjerat atau mengelabui wanita untuk . Justru wanita sendiri yang datang padaku." ucap Kenan bangga.


"Buktinya kau sendiri selalu tidur di pelukanku setiap malam." Kenan terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.


"Kau ini, memangnya menyebalkan." Fana mencebik.


"Lalu kata ayah kau akan menikah sekarang atau besok, jika bukan dengan Noval dengan siapa?" ada dua perasaan yang mengganggu pikirannya, yang pertama Fana penasaran siapa calon suaminya yang kedua ia takut jika Kenan yang adiknya inginkan.


Semua orang bungkam dalam keheningan, tidak ada yang membuka mulut mereka bahkan untuk menguap sekalipun tidak.


"Ken, apa kau mencintai Kakakku?" Shifa yang membuka suaranya lebih dulu.


Kenan tak langsung menjawab, pria itu memperhatikan wajah istrinya lamat-lamat.


"Aku ... " Kenan menggantung kalimatnya ia sedang menikmati raut wajah istrinya.


Sialan penyakitnya menjadi orang bisu kambuh lagi. Fana kesal karna menati jawaban suaminya.

__ADS_1


__ADS_2