Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Ayah ada apa?


__ADS_3

Fana masih enggan pulang bersama Kenan, ia masih perlu waktu untuk menata hatinya.


Di ruang tengah ada ayah Rendy dan Shifa, sepertinya mereka mengetahui apa yang baru saja terjadi, terlihat Ayah Rendy yang tersenyum sinis.


"Shifa katakan pada dokter Ziano, jika Fana sekarang sudah tinggal di rumah ini lagi. Kasian sekali dokter itu beberapa kali kemari tapi tak bertemu dengan Fana. Katakan juga pada Zayyan jika putri sulungku sebentar lagi akan menjadi janda. Jika masih ingin menikahi Fana katakan padanya untuk mempersiapkan mahar yang sepadan, jangan pula menyembunyikan putriku jari publik karna putriku bukan penjahat." Ayah Rendy sengaja mengeraskan suaranya agar Kenan mendengarnya.


"Apa maksud Ayah berkata seperti itu?" Kenan tidak terima jika sudah ada pria yang siap menerima Fana selain dirinya.

__ADS_1


"Apa? aku hanya ingin Fana putriku bahagia, aku ingin menikahkan Fana dengan seorang pria yang tidak malu mengakui putriku sebagai istrinya, tidak pula membandingkan putriku dengan wanita lain." Ada kesedihan di nada bicara pria tua itu. "Setidaknya aku tidak akan menghawatirkan perasaannya." Akhirnya pria tua itu menunduk wajahnya yang kuyu kini mulai di genangi air mata.


"Ayah, aku tidak bermaksud menyakiti putrimu, sungguh. Aku tidak sengaja mengatakan hal yang tak pantas itu." Kenan terlihat menyesali setiap tindakannya, terkutuklah ia karna kemarin malam meminum air neraka itu dalam porsi banyak.


"Bukan hanya itu, tapi kau merundung kepalanya, kau memakinya habis-habisan, katakan ayah mana yang sudi putrinya di perlakukan seperti itu. Kelak jika tuhan mengijinkan kau menjadi seorang Ayah kau akan tau khwatirnya aku saat putrimu jauh dari jangkauanmu. Mungkin aku bukan ayah yang baik untuk putriku, tapi setiap aku berdoa namanya selalu kusebut, aku selalu mendoakan kebaikan untuknya, aku selalu berdoa semoga tuhan memberikan jodoh pria yang baik untuk putriku. bukan kemalangan yang bertubi-tubi seperti ini, sedari kecil ia tak beruntung ternyata terbawa sampai ia dewasa." Ayah Rendy semakin tertunduk dengan air mata yang pilu. Shifa ikut menangis dan memeluk sang ayah.


"Ayah maafkan aku." Kenanpun ikut berlutut di hadapan Ayah mertuanya, bagai manapun ia salah.

__ADS_1


Sakit hati Kenan saat mendengar Ayah mertuanya memohon padanya, jika boleh memilih ia lebih rela jika Ayah mertuanya kembali memusuhinya di bandingkan bersikaf seperti itu.


Vidio merundung Fana di rumahnya tersebar? Apa maksudnya? Siapa yang menyebarkannya? Tadinya Kenan berpikir jika Ayah mertuanya menguping pembicaraan antara ia dan Fana tapi ternyata ada pemicu lain yang membuat Ayah Rendy terlihat sangat kecewa padanya.


"Aku tidak mengerti? Shifa tolong jelaskan." Kenan mengambil ponsel Ayah mertuanya, ia menggelengkan kepalanya tak percaya atas apa yang ia lihat. Seseorang ada yang merekamnya diam-diam saat ia mabuk dan memarahi istrinya.


"Tuan Moses, kasihani putriku jangan sebarluaskan vidio itu, cukup beberapa tahun lalu ia di permalukan sekarang jangan lagi."

__ADS_1


Kenan masih syok ia sudah berdiri dengan ponsel di tangannya. Amarahnya memuncak sampai ponsel di genggamannya retak.


"Ayah ada apa? Kenapa kau memohon pada Kenan?" Fana berlari menghampiri ayahnya yang masih dalam keadaan memohon.


__ADS_2