Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Doa keburukan


__ADS_3

Kenan menyengir kuda mendengar ucapan istrinya, benar juga apa yang dikatakan Fana yang wanita itu minta hanya sebagian hartanya bukan hati dan benihnya. Tapi Kenan adalah pria baik hati yang selalu bersedekah kepada istrinya sendiri.


"Bukankah aku sangat dermawan Fana?" Astaga apa maksudnya pria tampan itu dengan kata dermawan. Ingin rasanya Fana menjitak kencang kepala suaminya.


"Apa maksudmu dengan kata dermawan? kau seperti orang gila yang waras atau orang waras yang gila." Fana mendengus bertepatan dengan buah potongnya yang habis.


"Aku benar-benar dermawan Fana, aku menyedekahkan sepotong hatiku sepenuhnya untukmu, aku juga menggibahkan benihku di rahimmu sehingga menjadi bakal bayi, apa lagi hartaku. Bagian manakah menurutmu dari aku yang tidak dermawan?" Kenan tersenyum lebar dengan wajah berseri penuh kemenangan.


Fana berpikir sesaat, benar juga apa yang di katakan suaminya.


"Ya sudah terserah kau saja."


"Yang terpenting kau harus bahagia saat menjalani kehamilanmu, agar anak yang kau lahirkan rupawan sepertiku." Kenan sangat bahagia saat membahas tentang anaknya, rasanya tak ada pembahasan yang lebih menarik dari membahas tentang anaknya.


"Memangnya sejak kapan kau tampan?"


"Sejak aku masih berbentuk air di dalam ayahku."

__ADS_1


"Astaga Ken, kau ini mau jadi seorang ayah, bisa tidak ngomongmu sedikit di jaga jangan sampai bayiku mendengar kalimat kasarmu." Fana memelototkan matanya


"Baik Momy," Kenan menirukan suara anak kecil.


"Lagian putriku juga belum lahir. Fana tidurlah lagi aku akan bersiap untuk bekerja." Kenan beranjak.


"Biar ku persiapkan pakaianmu." Fana hendak berlalu sebelum di hentikan oleh suaminya.


"Tetap di tempatmu. Jangan lakukan apapun, aku bisa melakukannya sendiri." Kenan kasiahan pada istrinya yang terlihat lemah.


"Tapi kan itu tugasku."


.


"Arven, masuk ke ruanganku sekarang." tanpa basa-basi Kenan menyuruh asistennya untuk mengikutinya ke ruangannya.


Kenan tidak datang sendiri melainkan bersama seorang notaris atau apalah bahasanya yang jelas pria setengah tua itu bergelar sarjana hukum.

__ADS_1


Keduanya sudah duduk di atas Sofa, juga dengan Arven yang menyusul mendaratkan bokongnya di sana.


"Arven kau di sini sebagai saksiku. Aku sudah menandatangani sebuah surat pengalihan sebagian harta serta saham yang ku miliki atas nama istriku Shafana Moza, aku menyerahkan dan mengalihkan ini atas kesadaranku sendiri dan tanpa paksaan dari siapapun." Kenan berkata dengan tegas juga dengan beberapa berkas yang juga di sodorkan pada asistennya itu.


Arven masih diam berpikir, meskipun ia tidak sebodoh itu tapi ia harus mencerna hati-hati ucapan atasannya.


"Tuan yakin?" Arven bertanya kembali.


"Kau ragu padaku?"


"Bukan begitu Tuan, aku hanya memastikan. Kau mengenalku cukup lama, kau tau apa maksudku." Arven berucap dan mengambilberkas itu serta membubuhkan tanda tangannya di sana.


Fana segera menghubungi jasa Make up artis juga sudah memiliki gaun untuk pesta nanti malam seakan semuanya sudah di susun secara matang.


Ia sudah bertekad ingin membungkam semua mulut yang selalu mengolok-oloknya semada sekolah dulu. Fana ingin menunjukan kualitas dirinya di depan orang-orang yang selalu merendahkannya, semua yang ia pakai harus barang bermerek dan brend yang harganya selangit.


Fana enggan mengatakan jika orang yang bersekolah sama dengannya sebagai teman karna pada kenyataannya Fana tidak memiliki teman sekolah selain Ziano.

__ADS_1


Jika hampir semua orang mengatakan masa sekolah SMA adalah masa paling menyenangkan lain halnya untuk Fana masa itu adalah neraka Fana, di mana ia selalu di perlakukan buruk oleh semua sisa-siswinya apalagi Kenan, pria itu adalah pemeran utama dalam melakuan kejahatan padanya, sehingga Fana sering sekali mendoakan keburukan untuk pria itu.


__ADS_2