Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
maksudku Tuan Kenan.


__ADS_3

Sudah dua hari Fana menginap di rumah Ayahnya, selama dua hari pula Kenan tidak mendatangi Fana sesuai saran Mamanya. Padahal maksud Mama agar Kenan menyadari petasaannya hidup tanpa seorang istri gimana perasaannya, dan benar saja. Kenan pagi-pagi sekali mengajak Mama untuk pergi kerumah mertuanya.


"Nanti sore ya Ken. Kau berkerjalah dulu nanti kita berangkat kerumah Ayahmu." Mama Lily berjanji.


Papanya hanya menggelengkan kepala. "Mau Papa kasih saran?"


"Apa, Pa?"


"Jika menantu Papa terus menolak, katakan kau mencintainya, pasti dia akan berpikir keras untuk itu. Saat itu terjadi sentuh dia dengan lembut dan jangan lupa katakan kata cinta, gauli dia dan pastikan benihmu tertanam sempurna. Papa yakin dia akan luluh padamu. Wanita mana yang tak akan luluh dengan kalimat-kalimat cinta." Papanya menepuk punggung putranya.


"Papa ini, saran Papa terlalu ekstrim." Mamanya tertawa.


"Akan aku coba Pa." Kenan tersenyum bersahaja..


.


"Kau yakin akan menyerahkan surat itu pada Kenan ..." Ayah Rendy sedikit tak percaya jika Fana benar-benar menggugat cerai Kenan.

__ADS_1


"Ayah rasa semua bisa di bicarakan lagi. Kesalahannya tidak terlalu fatal. Tidak meninggalkan luka selain luka di hatimu, Ayah yakin seiringnya waktu lukamu akan sembuh." Jelas Ayah Rendy, ia tak ingin putrinya mengambil tindakan yang salah.


"Fana sudah berpikir, ini bukan tentang luka mana yang ku derita. Semuanya tentang harga diri. Jika aku memaafkanya begitu saja bukan tidak mungkin Kenan melakukan hal yang sama. Aku ingin memberinya pelajaran." Tekad Fana kuat.


"Biar Shifa temani kak." tawar Shifa. Ia khawatir kakaknya tampak pucat, ia perhatikan juga dua hari ini nafsu makan Fana berkurang.


"Tidak usah. Lagi pula kakak akan langsung ke kantornya."


Fana pergi sendiri menendarai mobilnya.


Sampai di kantor suaminya yang menjulang tinggi juga dengan surat pengadilan yang ia bawa di tasnya. Ia tidak langsung turun ia mengamati sejenak gedung itu. Dan menuju tempat parkir di basement. Fana membuka kaca matanya memijat pangkal hidungnya yang terasa pusing. Ia memutuskan meminum air putih setelah dari sini ia akan ke rumah sakit karna badannya yang tak enak.


"Maaf, Bapak sedang meeting di luar, apa sudah ada janji?" kata wanita yang bertugas itu.


Fana menggelengkan kepalanya lemah.


"Mau menunggu atau menitipkan sesuatu? Kemungkinan Bapak kembali satu jam lagi." ujarnya sopan, baik petugas maupun karyawan Kenan tidak mengenal dirinya selain Arven. Ini juga kali pertama Fana berkunjung ke kantor suaminya, yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan.

__ADS_1


"Menunggu saja." Akhirnya Fana memutuskan menunggu, tidak mungkin juga ia menitipkan surat penting itu pada orang lain.


Petugas itu mengarahkan Fana untuk menunggu di pojok lobby ada kursi stainles untuk menunnggu.


Fana merasa tubuhnya semakin tak enak ia berkeringat dingin. Beruntung petugas itu memberikannya air mineral dalam botol kecil sehingga ia bisa meminumnya.


Lama sekali ia menunggu, sampai siluit Kenan muncul di hadapannya.


"Ken." panggil Fana kencang ia tak ingin kehilangan jejak Kenan yang melangkah panjang di temani oleh Asistennya Arven yang menemaninya di belakang.


Semua mata yang ada di lobby itu menjatuhkan pandangan pada Fana dengan Arti yang berbeda-beda.


"Ma-maksudku Tuan Kenan." ucapnya gugup menyadari tatapan semua orang.


.


Jangan lupa kembang kopinya gaes🌹☕.

__ADS_1


Vote hari seninnya juga😁😁


__ADS_2