
"Ken, kenapa rasanya milikmu makin membesar di dalam sana?"
"Diamlah!" Kenan makin mempercepat tempo gerakannya badannya melengking kedepan serta bergetar, wajahnya mendongak dengan mata terpejam serta mulutnya yang menganga mengiringi gelombang dahsyat yang menghampiri dirinya.
"Ahhhh ... " Erang an kelegaan memenuhi ruangan kamarnya, Kenan membiarkan miliknya tertancap sangat dalam menumpahkan sema benihnya di tempat yang seharusnya.
Kenan melepas penyatuan mereka dengan hati-hati, jika boleh jujur, miliknya sangat nyaman berada dalam sangkarnya, tpi di karnakan Mamanya sedari tadi memanggilnya dengan berat hati kenan mengakhiri penyatuannya, pria tampan itu menutupi tubuh istrinya yang lunglai tak berdaya. Ia meraih handuknya dan berjalan dengan gontai mendekati pintu kamarnya.
Ceklek.
"Ada apa Ma?" Kenan bertanya jetus, nadanya tidak ada ramah-ramahnya sama sekali.
"Dimana Fana? Di bawah ada Ayah mertuamu." Mama Lily mencoba mencari keberadaan menantunya dari celah pintu yang Kenan buka hanya sebagian.
"Ada di dalam, kami akan segera turun Ma." pria itu segera menutup pintu kamar karna tak ingin ibunya mengetahui apa yang terjadi barusan bahkan Kenan hanya menyembulkan kepalanya saja saat menemui ibunya.
"Aishhh ... " Shafana merngis ngilu saat akan berdiri, ia juga merasakan ada cairan yang keluar dari area terlarangnya. Kenan dengan cepat mengambil tissue dan menyeka cairan yan merembes di sekitar paha istrinya.
__ADS_1
"Biar ku bantu." Kenan menggendong tubuh istrinya yang hanya berbalut sepotong handuk.
"Duduklah dulu aku akan menyiapkan air hangat untukmu, kau bisa berendam agar merasa lebih baik." Kenan masih saja bersikap ketus pada istrinya.
Setelah keduanya selesai membersihkan diri Kenan dan Shafana turun beriringan untuk menemui Ayah Randy.
"Ayah ... " Shafana menyebut ayahnya dan segera memeluk tubuh ayahnya itu. "Aku merindukan Ayah."
"Ya Ayah juga, Nak. Sayang biarkan Shifa menginap di sini, ayah ada pekerjaan dengan Mama dan Papa mertuamu, Ayah tak tenang jika meninggalkan adikmu seorang diri." pinta sang ayah seraya merapihkan rambut putrinya yang setengah basah.
"Baik ayah biarkan Shifa menginap di sini sampai Ayah kembali." sekarang justru menantunya yang menjawab, agar ayah mertua serta Mama dan Papanya merasa tenang saat pergi ke luar kota.
Kedua orang tua Kenan serta mertuanya pergi untuk menyelesaikan suatu urusan. menitipkan Shifa bersama kakak serta kakak iparnya.
Wajah Kenan terlihat cerah dan berseri-seri setelah hasratnya terpuaskan dengan cara luas biasa meskipun hanya dirinya yang berkerja, Kenan sudah bertekad lain kali jika ia dan Fana bermain maka wanita yang kini duduk di sampingnya harus turut andil dalam bermain.
"Kenan terlihat bersemangat, apa karna ia akan bertemu dengan Shifa?" Shafana sibuk dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Kakak ... " Shifa menyambut kedatangan pasangan itu dengan suara manjanya.
menyadarkan Fana dari lamunannya.
"Ada apa Shifa?" Shafana menyentuh lembut rambut adiknya.
"Kak, Noval juga sudah ada di luar aku ijin menginap dengan kekasihku Kak." tanpa malu Shifa berujar.
"Shifa ikut kakak!" Fana menarik lengan adiknya tanpa menghiraukan semua tamu yang ada.
Kenan hanya bisa mengikuti istrinya, tapi langkahnya terhenti saat netranya menemui pria yang paling ia musuhi, dia Noval Hillatop kekasih adik iparnya yang juga seorang Cassanova.
"Jangan menatapku seperti itu, Ken. Sebentar lagi kita akan menjadi saudara" Noval terkekeh geli dengan ekspresi meledek yang nyata.
"Cih, aku tidak sudi."
"Aku akan menginap di rumahmu. Tuan Moses sudah memberikan ijinnya padaku. " Teriak Noval kembali.
__ADS_1