Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Menantu Jahanam


__ADS_3

Tuh kan Kenan ngereog lagi, pasti jin iprit yang sering membuat Kenan marah merasukinya lagi pikir Fana, "Sabar, Fana suamimu bisa jadi titisan, aing maung." ucap Fana dalam hati.


"Kenapa kaun diam?" Kenan menyentak istrinya. "Awas saja jika dugaanku benar kau akan ku tumbalkan di gunung semeru yang tengah erupsi." Ancam Kenan serius.


"Kau kejam sekali, Ken." Bulu kuduknya merinding seketika mendengar ancaman suaminya.


"Makanya jawab saat aku bertanya." Kenan menurunkan nada suaranya. "Jangan berani-berani berpikir hal picik di belakangku."


"Tidak, Ken. Tidak, aku tidak berani sungguh."


"Lalu untuk apa kau kembali menanyakannya?"


"Aku hanya memastikan saja, Ken. Setidaknya aku bisa memikirkan kalimat yang akan ku pergunakan untuk membela diri saat kau mau menceraikan aku." Aku Fana jujur.


Tuing...


Kenan menoyor kepala istrinya, "Sekali lagi kau mengatakan cerai ku penggal kepalamu. Dan kepalamu akan ku buat persembahan penunggu gunung semeru."


"Hanya kepala? Yang kau tumbalkan? Lalu tubuhku?"


"Aku masih membutuhkan tubuhmu untuk membuat bayi."


Fana menatap cengo suaminya, "Kau psycopath Ken, kau ingin membuat bayi dengan mayat?" merinding semua bulu roma Fana ia mengusap tengkuknya beberapa kali.


"Makanya jika aku minta jatah jangan menolak. Jika kau tak ingin kehilangan kepalamu." Kenan memanpaatkan keadaan, ayolah Kenan seorang pria dewasa ia membutuhkan kesenanga ranjang hal yang lebih untuk membuatnya bersemangat setiap harinya. "Kau mengerti?"


"Iya." Fana menganguk cepat ia tak ingin mengambil resiko mati muda.

__ADS_1


"Kau tenang saja Fana, meskipun kau jelek dan menyebalkan aku tidak akan menikahi adikmu. Lagi pula Shifa juga tidak menyukaiku." ucap Kenan pada akhirnya.


"Bagai mana jika Shifa sendiri yang memintamu untuk menikahinya?" Fana terlalu over berpikir.


Hening


Kenan menggelengkan kepala, istrinya berpikir terlalu jauh.


"Itu tidak mungkin terjadi!"


"Mungkin saja, Ken. Terakhir kau mengajaknya menikah. Dan sekarang ia tengah hamil dan kekasihnya melarikan diri tidak ingin bertanggung jawab, bisa saja Shifa mengajakmu menikah."


Kenan diam. Benar juga apa yang di katakan istrinya, bisa saja Shifa malah berbalik ingin menikah dengannya demi bayi itu.


Kenan masih bungkam ia mencoba bertanya pada hatinya sendiri dengan langkah yang harus ia ambil, setelah mendapat jawaban ia tersenyum dan menganggukan kepalanya mengerti.


Fana yang melihat reaksi suaminya bergeming dengan pandangan terluka, kepalanya tertunduk dalam. Ia memang bukan apa-apa jika di bandingkan dengan adiknya.


"Ba-bagai mana ji-jika Shifa tetap memintamu untuk menikahinya." Fana tergagap, bayangannya terlalu jauh, ia mengetahui sifat adiknya itu.


"Aku akan menolak."


"Kau yakin?"


"Hmmm."


"Dia sangat cantik juga seksih."

__ADS_1


"Aku tau."


"Lalu?"


"Aku tetap menolak."


"Apa alasannya?"


"Karna aku tidak bisa menukar istriku dengan apapun." Kenan menghentikan mobilnya karna mereka sudah sampai di rumah Ayah Rendy.


Ada rasa yang sulit Fana ungkapkan dalam dadanya, perasaan itu meletup-letup tak terhingga, jika ia tidak memikirkan egonya mungkin Fana akan menerjang tubuh suaminya dan menghujani wajah menyebalkan itu dengan kecupan. Tapi Fana menahan hal itu, ia terharu atas perkataan yang barusan ia dengar meskipun kalimat selanjutnya sangat membuatnya naik darah.


"Aku sudah terlanjur menerima takdirku memiliki istri jelek dan bodoh."


"Meskipun aku jelek dan bodoh buktinya aku mampu membuatmu menjerit nikmat meneriaki namaku. Aku tidak menjamin kau akan mendapatkan hal itu dari wanita lain."


"Ya Tuhan bisakah kau sudahi tamu bulanannya hari ini? Aku ingin menghukumnya semalaman." Batin Kenan memohon.


Sungguh mendengar celotehan istrinya Kenan merasa terpancing, sampai sebelum istrinya keluar, ia memuaskan dahaganya akan bibir manis istrinya.


"Bibir ini semakin pintar, mana bisa ku biarkan mengangur. Nanti malam ada tugas untuknya. Pakai jasku, dan segeralah berganti pakaian di kamarmu. Jangan biarkan orang lain melihat tubuhmu atau akan ku colok kedua matanya." Kenan memakaikan jasnya pada Fana.


"Tidak ada orang lain di dalam paling hanya ada Ayah dan Shifa." Meskipun begitu Fana tetap patuh memakai jas suaminya.


"Aku tidak perduli sekalipun itu Ayah, aku tidak main-main dengan ucapanku."


"Astagaa Ken, kau berniat mencolok kedua mata Ayah mertuamu sendiri?"

__ADS_1


"Kenapa tidak, mertuaku juga orang, dia juga mempunyai mata." ujar Kenan tenang. Pria itu tidak ada takut-takutnya.


Dasar menatu Jahanam.


__ADS_2