Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
Ingin berbincang sedikit


__ADS_3

"Mama, tidak usah membelanya. Aku kesal padanya semakin ke sini besanmu semakin tidak menyukaiku." Kenan mengatakan kekesalannya bahkan ingin sekali Kenan mengatakan jika Ayah mertuanya membandingkan dirinya dengan pria yang menyukai Fana.


"Luki, ku kira putramu sangat baik, ternyata makin ke sini dia terlihat menyebalkan." Adu Rendy pada sahabatnya.


"Siapa suruh kau menerima aku sebagai menantumu!" Kenan tak mau kalah, tadinya ia pikir Rendy adalah ayah mertua yang sangat pengertian ternyata sangat menyebalkan melebihi ayahnya sendiri.


"Kalian ini kenapa? Makin lama makin sering bertengkar." Shifa mencibir, dan menatap ayah serta kakak iparnya bergantian.


"Salahkan ayahmu yang selalu memulainya." Kenan membuang muka.


Shifa diam tak menjawab begitu juga dengan Ayah Rendy.


"Dimana putriku?" Lily lebih memilih mengalihkan pembicaraan.


"Fana tertidur mungkin kelahan Ma." ujar Kenan terus terang.


"Tentu saja kelelahan kau habis mengerjai putriku." Ungkap Ayah Rendy sarkas.

__ADS_1


"Tuh kan, kalian dengar sendiri. Apakah ada seorang mertua yang lebih durhaka pada menantunya sendiri selain dia?" Kenan sangat kesal dengan perkataan mertuanya, Rendy seakan tak rela jika Kenan menikmati putrinya. Bukankah pria tua itu yang menikahkan mereka.


"Luki, jika saja aku tau lebih jauh tentang sifat anakmu yang pembangkang dan pemberontak mungkin aku lebih rela melihat putriku yang penurut menjadi perawan tua saja." Luki merasa tetsinggung dengan ucapan besannya.


"Maafkan Kenan. Ren, dia memang menyebalkan tapi dia pria baik aku yakin dia tak akan menjahati Fana." Luki mengenal baik putra tunggalnya. Seburuk-buruknya Kenan ia adalah pria bertanggung jawab.


"Ya, Fana memang penurut padamu, karna dia menyayangimu dengan tulus. Bahkan aku salut padanya selama bertahun-tahun Fana menjadi anak yang patuh tapi kau selalu berbuat semaumu. Kau tidak tau kan selama ini putri sulungmu menangis karna ulahmu?" Kenan menyunggingkan senyum sinis.


"Apa maksudmu?"


"Bagai mana hubunganmu dengan Fana?" Mamanya mendekat dan ikut duduk di samping putranya yang tengah menikmati makanan di depannya. Tangan yang sudah mulai keriput itu mengelus kasar bahu putranya yang badannya jauh lebih kekar dari tubuhnya sendiri. Putra yang yang ia lahirkan dua puluh tujuh tahun yang lalu kini telah menjadi pria hebat di matanya.


"Hubungan ku baik. Ma, meskipun semakin ke sini tingkahnya menyebalkan mungkin di turunkan dari pria tua itu." Kenan yang kesal semakin menambah isi makannya di sendoknya dan menyuapkan ke mulutnya sampai mulut itu penuh terisi makanan.


"Ken, jangan berbicara seperti itu. Bagai manapun Rendy ayah mertuamu. Jika bukan kau yang menghormatinya siapa lagi." Nasihat Mama Lily, ia tak ingin putranya berlarut-larut dalam kebenciannya.


"Aku menghormatinya, hanya saja aku kesal pada Ayah Rendy yang menyalahkan Fana saat Shifa menggugurkan kandungannya." Kenan mencengkram sendok di genggamannya sampai bengkok, karna membayangkan cara Ayah mertuanya menepis tangan Fana dan menyalahkan istrinya.

__ADS_1


"Kau tak suka saat ada orang lain menyalahkan istrimu meskipun Ayahnya sendiri?" Lily bertanya lembut.


"Tentu saja, dia istriku."


"Sepertinya kau mulai mencintai istrimu." Potong Mama Lily cepat. Kenan bergeming ia juka menhentikan kunyahannya.


"Bukan begitu, bagiku hanya aku yang berhak menyalahkan Fana, tidak ada yang boleh melakukan itu selain aku." Kenan masih kekeh.


.


Selesai makan Kenan kembali berbincang dengan kedua orang tuanya.


Mama dan Papanya berencana untuk menginap di rumah Mertua Kenan.


"Ken bisa kau bantu aku ke kamar, aku sudah lelah ingin beristirahat." Shifa berpikir pasti Kenan tak enak jika menolak. Kemarin Kenan bisa menolak permintaannya karna tak ada orang, pasti sekarang Kenan akan membantunya. Ia ingin berbincang sedikit dengan Kenan.


Shifa belum menyerah ia ingin memastikan perasaan Kenan padanya sekali lagi. Lagi pula Noval pria yang Shifa perjuangkan selama ini sudah mencampakkannya.

__ADS_1


__ADS_2