Terpaksa Menikahi Gadis Culun

Terpaksa Menikahi Gadis Culun
BRAKK


__ADS_3

Shifa menangis dan meraung di bawah guyuran air shower ia merasa malu karna kekasihnya menolak menikahinya meskipun keadaan dirinya kini tengah berbadan dua.


Shifa kecewa pada dirinya sendiri mengapa ia percaya pada janji manis kekasihnya. Seandainnya saja dia menerima lamaran Kenan temannya semasa sekolah dulu, mungkin ia tak harus tergerepih dalam kisah menyedihkan ini.


Noval menolak mengakui bayi yang ada di rahimnya hanya karna ia selalu mengeluarkan di luar, padahal dalam dunia medis itu bisa saja terjadi, karna sebelun berejakulasi seorng pria selalu mengeluarkan cairan yang bernaa freecum du sana juga terdapat spermaa yang bisa saja berenang ke sel telur untuk melakukan pembuahan.


Adik kandung Fana itu kehilangan sebagian kewarasannya, dia juga menolak pertanggung jawaban dari om kekasihnya.


Entah kemana Noval melarikan diri sungguh Shifa tidak tau begitu juga dengan keluarganya. Di tambah lagi saat Kenan mengakui mencintai kakaknya, pria yang secara terang-terangan menyukainya sedari dulu kini sudah berlawanan arah, Kenan kini sudah mencintai kakaknya. Ternyata setiap rasa bisa saja berubah seiring berjalannya waktu.


"Aku harus melenyapkan bayi ini. Aku tak ingin masa depanku hancur karna keberadaannya." Shifa menelan beberapa pil, tanpa membaca terlebih dahulu aturan pakainya, obat yang ia beli melalui jejaring sosial.


.


"Apa sudah lebih baik?" Kenan bertanya.


"Ya, Ken aku tidak merasa sakit lagi." Wajah Fana masih terlihat sangan pias dan lemas, tapi wanita itu mencoba berdiri tertatih.

__ADS_1


"Mau ke mana?" Kenan memegang pinggang istrinya yang hampir terhuyung.


"Aku, mau ganti pembalut sepertinya sudah penuh. Aku mulai terasa tidak nyaman."


"Biar ku bantu." Kenan memapah istrinya ke kamar mandi. Pria itu tidak meninggalkan istrinya, meskipun Fana sering membangunkan amarahnya tetap saja pria itu tidak tega jika meninggalkan istrinya sendiri.


"Kenapa kau diam? Keluarlah aku akan mengganti pembalut. Kau di situ mau mengintipku ya?"


"Hih, mengintip! Aku sudah merasakannya luar dalam, inci demi incinya sudah pernah kurasakan jadi untuk apa aku mengintipmu." Kenan masih di sana memperhatikan istrinya.


Fana memasang pembalut baru di ****** ******** yang bersih, Kenan nampak memperhatikan istrinya.


"Fana? Kau yakin baik-bik saja? darahnya banyak, kita perlu betkonsultasi agar kau tidak kehabisan darah." Lutut kenan sudah lemas bagai jelly saat melihat darah jika saja ia tidak duduk di closet mungkin saja ia sudah luruh ke lantai, ini baru datang bulan lalu bagaimana jika melahirkan? Apakah darahnya akan sebanyak ini pikirnya.


"Tidak perlu Ken ini normal."


Sedangkan Fana mulai mengganti pembalutnya ia mencoba tak perduli meskipun suaminya memperhatikan dirinya.

__ADS_1


.


Saat pagi-pagi sekali Kenan dibangunkan dengan teriakan serta gedoran pintu dari ayah mertuanya, Fana juga ikut terbangun saking kencangnya panggilan ayah mertuanya.


"Kenan. Kenan. Bantu Ayah membuka kamar Shifa!" saat pintu terbuka Ayah mertuanya menarik tangan Kenan yang masih linglung dengan keadaan.


Kenan masih belum sadar benar saat ayah mertuanya menarik mendekati kamar adik iparnya. Fana masih di kamarnya mencoba mencari kacamata miliknya yang ia lupa menaruhnya dimana.


"Ken, jangan diam saja buka pintunya!" Ayah Rendy membentak menantunya yang berdiri dengan lesu di depan pintu kamarnya.


"Mana kuncinya Yah?" Kenan mencoba menngerakan handel pintu ternyata di kunci. pada akhirnya Kenan meminta kunci, ia kesal pada mertuanya yang membentak dirinya.


"Jika ayah punya kuncinya, tidak mungkin meminta tolong padamu." Ayah Rendy lagi-lagi mrmbentak menantunya yang masih terlihat mengantuk serta bingung.


Kenan yang terlanjur kesal tidak berbicara lagi.


BRAKK ...

__ADS_1


Sekali tendangan pintu kokoh itu terbuka.


__ADS_2