
Beberapa hari kemudian..
"Sayang kamu dan junior sudah di perbolehkan pulang hari ini, "Ujar Davin memberi tahu Diana..
"Benarkah..Oya Dav, apakah kamu sudah mempunyai nama untuk junior?.
"Hmm, Sudah.
"Siapa?
"Daniyal Radeya Anggara..Kita bisa memanggilnya Daniyal..
"Wah itu nama yg indah..
"Iya...sekarang aku akan membantumu untuk mengganti pakaian mu. Ayo .
"Aku bisa sendiri,Dav. lebih baik kamu mengurus adminitrasi saja. "Tolak Diana..
"Kamu serius bisa sendiri?
"Iya...hanya mengganti baju aku bisa..
"Yasudah aku akan mengurus adminitrasi dulu, kamu hati-hati..
"Iya...
.
.
.
Setelah mengurus adminitrasi dan beres-beres Davin dan Diana pun pulang, Davin menggendong Daniyal karena jika Diana yg menggendong takut akan mengenai lukanya bekas Operasi kemaren..
.
.
.
Kediaman Anggara.
Setelah sampai Davin Diana dan Daniyal masuk dan disambut oleh semua sahabatnya yg telah mendekor rumah Davin dengan pernak pernik..
"SELAMAT DATANG JUNIORRR..
"Teriak Radit Vino Rita dan Fiola. berbarengan.
__ADS_1
Diana tersenyum senang melihat surprise yg di berikan oleh teman-temannya untuk keluarga kecilnya yg baru, "Terimakasih kalian yg terbaik, "Tutur Diana, "Loh kok kayak ada yg kurang.."Rina tidak ada disini?
"Aku disini...Dian..Aduh junior kamu kok menggemaskan sekali..."Ujar Rina yg baru saja datang, "Maaf ya aku tidak ikut serta memberikan Surprise padamu, aku baru pulang kerja.."Rina menjelaskan keterlambatannya..
"Tidak masalah, ayo kita duduk dulu, yuk. "ajak Davin pada semua sahabatnya..
"Selamat datang Tuan, Nona.. dan Tuan junior , "Sapa Bik Sum..
"Terimakasih Bik, Bagaimana keadaan Bibik?
"Baik Non, ayo Bibik bantu, "Bik Sum menutun Diana untuk duduk di sofa..
"Terimakasih Bik,
"Sama- Sama Non..
"Semuanya aku duluan ya, aku ada meeting siang ini..Vin aku balik dulu, Diana lekas sembuh, biar bisa beraktivitas kembali, "Ujar Radit pergi tanpa menyapa Rina..
"Apa dia benar-benar membenciku?, kenapa begitu sakit saat dia mengacuhkanku, bodoh kenapa aku menjadi bodoh seperti ini, bukankah ini lebih baik.."gumam Rina. setelah kepergian Radit..
"Rin, apa kau ada masalah dengan Radit? "bisik Rita tidak tau ada masalah antara Rina dan Radit., karna beberapa hari ini Rita dan Rina tidak bertemu, karna kesibukan Rina yg bekerja..
"Tidak..
"Ah...tidak mungkin, Radit selalu menyapamu, dia selalu memberimu perhatian, tidak mungkin tidak ada masalah Radit mengabaikan mu, "Bisik Rita kembali..
"Ada apa? "Desak Rita penasaran..
"Di, apa sudah ada nama untuk junior? "tanya Rina mengalihkan pembicaraan dari Rita.
"Sudah, Daniyal Radeya Anggara..kalian bisa memanggilnya Daniyal.."jawab Diana antusias..
"Haiii Baby Daniyal, perkenalkan nama ku, aunty Rina, nama mu sangat bagus sesuai dengan wajahmu yg menggemaskan, " Ujar Rina yg gemas, Rina ingin sekali mencubit pipi Daniyal yg menggemaskan itu..
"Wah Di, siapa yg memberi nama untuk junior? "timpal Rita..
"Haiii aunty-aunty yg cantik, Papa ku yg memberiku nama untuk ku, "Ujar Diana menirukan suara anak kecil sambil mengangkat tangan mungil Daniyal..
"Aku pikir kau hanya tahu nama-nama perusahaan, ternyata kau pintar juga dalam memilih nama untuk putramu, "Timpal Vino
"Kau mengejeku, keluargaku prioritas utama ku, aku akan memberi yg terbaik untuk keluarga ku, termasuk nama untuk junior.." jawab Davin bangga.
"Baiklah...baiklah aku percaya padamu, Vin aku mau membicarakan, klien mu yg akan memakai REVORMA HOTEL..tadi Radit mengatakan agar aku yg mengurusnya karena untuk beberapa minggu kedepan dia akan pergi ke luar negri.."Ujar Vino, yg membuat Rina menajamkan telinganya saat mendengar Nama *Revorma hotel disebut..
"Apa? Radit akan keluar negeri dalam beberapa minggu, ada apa dia keluar negeri? berarti untuk beberapa minggu kedepan aku tidak akan bertemu dengannya? Isshhh.. bodoh-bodoh kenapa aku jadi memikirkannya seperti ini, "gumam Rina*..
.
__ADS_1
.
.
Di tempat lain..
"Shittt...kenapa aku tidak bisa melupakannya, kenapa disaat aku berusaha melupakannya dia malah ada di hadapan ku, Rina apa kamu tidak bisa membuka hati mu untukku walau sedikit saja, bahkan aku tidak bisa mengendalikan diriku saat melihatmu, rasanya aku ingin memelukmu, setelah beberapa hari tidak bertemu dengan mu, "Ujar Radit membentur-benturkan kepalanya pada stir mobil miliknya.
Mungkin dengan aku keluar negeri aku bisa melupakannya, aku akan tinggal beberapa bulan disana dengan begitu aku akan bisa melupakannya, "Radit pun memutuskan pergi beberapa bulan, bukan beberapa minggu yg seperti dia katakannya pada Vino..
.
.
.
Kediaman Anggara..
"Sekarang kamu cerita pada kami semua, "Ujar Rita memaksa Rina untuk mengatakan permasalahannya dengan Radit..setelah Para pria pergi keruang kerja Davin.
"Radit menyatakan perasaannya padaku, "Ucap Rina cepat..
"Lalu kau menolaknya? "Tebak Rita.
"Iya aku menolaknya, aku tidak ingin membuatnya malu dengan masalalu ku, "Jawab Rina menunduk..
"Apa kau menyukai Radit, "Selidik Diana..
Rina hanya diam tidak menjawab pertanyaan Diana, "Rin, apa kau juga memiliki perasaan pada Radit, "Tanya Diana kembali..
"Rin, "Rita menggenggam tangan Rina.. "mungkin ini waktunya kamu membuka hati mu untuk pria, aku dengar Radit akan pergi keluar negeri, hentikan dia sebelum pergi, dia pergi bukan karena bisnis, dia pergi untuk melupakanmu, kamu berhak bahagia..
"Iya Rin, kamu harus bangkit, aku yakin Radit laki-laki yg baik yg di kirim tuhan untukmu, "timpal Fiola..
"Aku sudah menolaknya, aku sudah menyakitinya, dia tidak mau lagi melihatku, "jawab Rina sedih..
"Kami akan membantumu,
"Itu tidak perlu, aku akan membenam perasaan ku sendiri, Radit juga akan melupakanku saat dia tau masalalu ku, bukan kah lebih baik menolaknya sekarang, dari pada nanti dia yg akan meninggalkan ku saat dia tau masalalu menjijikan yg menimpa ku, "Ujar Rina tak percaya diri..
"Aku yakin Radit bisa menerima masalalu mu, Radit laki-laki yg baik, Rin...Radit juga pernah mengalami penghianatan, aku dengar Radit sudah menutup hatinya selama delapan tahun, dia baru bisa membuka hatinya lagi pada mu, harusnya kamu bangga kamu adalah wanita satu-satunya yg di pilih Radit setelah penghianatan istrinya delapan tahun yg lalu, "Jelas Diana..
"Ntah lah, masa lalu Radit memang menyakitkan, tapi dia memiliki status untuk masalalunya, tapi aku, masalalu aku sangat menjijikan dia tidak akan mau menerima wanita dengan masalalu yg menjijikan seoertiku.."Ujar Rina malu dengan masalalunya..
"Haii...itu bukan keinginanmu, itu kecelakaan, Radit berbeda, dia laki-laki yg baik walau sedikit dingin, tapi dia cukup romantis, kau lihat Bobby dia begitu kaku, walaupun aku sudah menikah, tapi aku belum pernah mendapatkan setangkai bunga pun dari dia, "Tutur Rita mencibikan bibirnya, mengingat betapa tidak romantisnya suaminya itu.
"Oww....sabar ya Rita, mungkin Bobby perlu belayan yg lebih "Ujar Diana merabah-rabah dada Rita..
__ADS_1
"Diana..Ih jijik, apan sih, kenapa pegang-pegang kesini.."Rita menepis tangan Diana yg berada di dadanya, jauhkan tangan mu itu, jijik tau..."
"Ha..ha..ha..." Rina dan Fiola tertawa saat melihat kekoyolan sahabatnya..