TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Kau menggoda ku.


__ADS_3

Davin tersenyum melihat tingkah Diana..


"Bukan kah Dia sangat menggemaskan, , "ujar Davin pada Bobby..


"Anda benar Tuan, Nona sangat manis jika sedang tersenyum..."jawab Bobby penuh percaya diri.


"Hei..Apa yg kau katakan? "Davin menedang kaki Bobby tepat di bagian tulang keringnya , jangan pernah kau berani mencuri pandang istri ku hardiknya kesal...


.


"Awww ini sangat sakit, dia benar_benar sudah gila, lagian tidak mungkin aku seberani itu, cih dia memperingatkan ku.Aku juga tidak akan mau dengan wanita bersuami, walaupun dia cantik, atau pun manis,, Apa aku harus bilang kalau Nona Muda begitu menjengkelkan karna membuat Tuan menjadi seperti pria bodoh. seperti sekarang, Huh benar_benar merepotkan, "gumam Bobby.


Davin pergi berlalu dengan rasa kesalnya terhadap Bobby,, setelah beberapa langkah Davin berhenti menyadari asistennya tersebut tidak mengikutinya. "Aish Dia benar_benar membuat ku jengkel saja, "gumam Davin


"Oh... ternyata kau sudah benar_benar tak membutuhkan pekerjaan lagi ya..! "Ujar Davin penuh penekanan , yg menyadarkan Bobby dari lamunannya.


"Ma-maaf kan saya Tuan, "Tutur Bobby menunduk.


"Huh... Davin membuang nafas kasar,


"Apa kau sudah bosan bekerja dengan ku? "tanya Davin dingin terhadap Bobby..


"Ti-tidak Tuan, maaf kan saya..


mari kita akan terlambat nanti, mempersilahkan Tuannya terlebih dahulu.


.


.


.


Sampai Restoran


Maaf kan saya terlambat, Davin merasa tak enak sudah membuat kliennya menunggu,


Namun sesaat Davin diam, Davin mengerutkan keningnya, mencari jawaban dari asistennya tersebut,


Bobby yg mengerti langsung memperkenal kan dua wanita yg ada di hadapannya.


"Tuan perkenalkan, ini adalah Nona Fiona dan Nona Fiola. Nona Fiona dan Nona Fiola adalah putri dari Tuan Felix mereka berdua pewaris dari FF group.. "jelas Bobby yg mengerti tatapan Bossnya tersebut.


"Halo.. Tuan Davin perkenalkan sambil mengulurkan tangannya, "saya Fiona, dan ini Adik saya Fiola, Maaf kan kami tidak menginformasikan terlebih dahulu jika kami menggantikan Ayah kami, untuk rapat kali ini. "ujar Fiona tersenyum menggoda.


"Kebetulan Ayah saya sedang berhalangan datang maka dari itu kami yg menggantikan nya., Apa Tuan keberatan? , "Tanya Fiona sopan namun nampak menggoda.


"Tidak masalah, Nona..."Jawab Davin datar..


"Mari kita mulai rapatnya, "Bobby memulai Rapatnya.


Setelah memakan waktu hampir 2 jam, Rapat pun selesai..


"Terima kasih Tuan kami sangat tertarik dengan kerjasama ini, mudah_mudah kerjasama ini dapat menguntukan kita bersama, "Ujar Fiona..


"Sama_sama Nona saya pun berharap seperti itu, Davin membalas ulutan tangan tangan kliennya tersebut. "kalau begitu saya permisi,


"Baik Tuan, "jawab Fiona dan Fiola berbarengan.


Setelah ke pergian Davin, dari ruangan tersebut Fiona dan Fiola langsung membahas Davin. "Benar kata papah, Tuan Davin selain kaya dia sangat tampan, "Ucap Fiona pada Fiola ,Aku pasti bisa mendapatkan nya "ucap Fiona penuh keyakinan..


"Aku juga menyukainya, "Balas Fiola, tak kalah antusias saat membicarakan rekan bisnisnya, yg sudah pergi beberapa menit yg lalu,


"Dengar ya..Aku ini kakak mu jadi aku yg lebih berhak dan labih pantas untuk Davin, kamu mengerti "ucap Fiona angkuh..


"Heii. apa hak mu, mengatakan kalau dirimu lebih pantas, kita lihat saja nanti Davin lebih memilih siapa, "Ujar Fiola tak kalah sinis.

__ADS_1


Di tempat lain Davin menyusul Diana yg tengah asik bermain Time zone, Diana tertawa saat dirinya tengah asik berjoget mengikuti gerakan yg ada di monitor depannya tersebut, Diana terus tertawa saat Lala mulai tak bisa mengikuti gerakan tersebut,


Davin melihat tingkah Diana seperti itu membuat nya, menyunggingkan senyum


"Dia benar_benar seperti anak kecil yg menggemaskan, "gumam Davin


"Nona apakah kita bisa istirahat sebentar, "Ucap Lala yg kelelahan mengikuti keinginan Nona mudanya..


"Kamu ini lemah sekali baru sebentar sudah lelah saja, " Tutur Diana sambil tertawa melihat Lala yg sudah loyok kecapean..


"Baiklah kita sudahi joget_jogetnya. sekarang kita cari minuman segar dulu, "Ajak Diana pada Lala.


"Baik Nona mari, "jawab Lala.


"Khem..Davin berdehem, menyadarkan Diana yg dari tadi tak meliriknya.


"Eh... Dav, kamu disini,, sejak kapan kamu disitu? apa Rapatnya sudah selesai? Diana melemparkan banyak pertanyaan untuk Davin..


"Aku berdiri disini sudah lebih dari 20 menit, kamu tidak melihat ku? "tanya Davin


"Aku tidak melihatnya, "jawab Diana bingung.


"Apa kamu masih ingin bermain disini? "tanya Davin..


"Aku ingin membeli minum, setelah itu aku akan pulang, aku juga sudah lelah, "jawab Diana.


"Ayo, Davin meraih tangan Diana untuk mengajaknya pergi menuju Caffe,


"Apa kamu lapar? "tanya Davin pada Diana,


"Tidak,, aku hanya haus saja,


kita beli minum tidak usah duduk, aku ingin minum sambil berjalan saja, "pinta Diana..


"Aku tidak mau duduk, aku mau jalan sambil minum "jawabnya sambil mengerucut kan bibir ,


"Kau itu wanita paling aneh, "ujar Davin sambil berlalu pergi ke arah kasir untuk memberi tau kalau pesanan nya di take away saja,


Setelah mendapat kan pesanannya Diana memberi Lala, "Nih Lala buat kamu, kita pulang ya aku sudah lelah, "ajak Diana


"Terimakasih Nona, "Ujar Lala sopan sambil menerima minuman yg di beri oleh Nona mudanya tersebut..


"Lala kamu pulang lah bersama mang maman, biar Diana bersama saya, "perintah Davin datar..


"Baik Tuan, "jawab Lala sopan..


"Kenapa aku ikut dengan mu? apa kau tidak pergi ke kantor? "tanya Diana.


"Aku akan pulang dengan mu, "jawab Davin sambil membuk kan pintu belakang pengemudi. Davin pun masuk melewati pintu yg telah di buka kan oleh Bobby, "Bob kita pulang, "perintah Davin santai..


"Maaf Tuan, apa Tuan tidak kembali ke kantor?


"Tidak, aku akan pulang bersama Diana,


"Aish Tuan, kau berulah lagi, pekerjaan mu masih banyak, "grutu Bobby.


"Ta-tapi Tu-


Ucapan Bobby di panggas oleh Davin.


"Kau yg akan mengurus semuanya, setelah mengantarkan ku, pergi dan beresekan semua pekerjaan yg tertinggal. "perintah Davin


"Baik Tuan, "Jawab Bobby cepat..


"*I*kuti saja Bob, jangan membantahnya, jika kau masih membutuhkan pekerjaan ini, "gumam Bobby kesal, akan Bossnya tersebut.

__ADS_1


Setelah mengantar Bossnya pulang, Bobby melanjutkan perjalanan nya menuju Anggara Group.


"Tuhan ini sangat menyebalkan, yg benar saja pekerjaan ini sangat banyak, bisa_bisa aku tidak pulang malam ini, "gumam Bobby yg melihat tumpukan berkas di mejanya,


.


.


.


.


.


.


.


.


"Dav, apa kamu tidak ada pekerjaan sehingga pulang di jam segini?. "tanya Diana.


"Aku bisa bekerja di rumah, "jawabnya santai. "Kemari, Davin meminta Diana mendekat,


Namun Diana diam tak bergerak,


"Aish kau ini kenapa susah sekali sih untuk menurut, "Davin menarik tangan Diana hingga jatuh terduduk di pangkuannya,


Diana meronta untuk bangun,


"Dav jangan begini tidak enak kalau ada yg melihat, "Ujar Diana sambil berusaha untuk bangun..


Namun Davin malah memeluknya erat, "jadi kalau tidak ada orang, kita bisa begini terus, "ujarnya menggoda,


"Bu_bukan begitu ta-


"Baiklah, kalau begitu aku akan meliburkan mereka semua hari ini. "ujarnya dengan senyuman.


"Ti_tidak_tidak jangan meliburkan mereka semua.Rumah ini sangat lah besar jika mereka libur semua rumah ini akan sangat sepi, "jawanya terbata


"Jika mereka ada, bukannya kau tidak ingin aku peluk seperti ini?


Kamu bisa peluk nanti saat di kamar, "jawabnya pelan.


"Wahh... kau menggoda ku? baiklah kalau kau mau kita melakukannya di kamar, "ujarnya sambil berdiri,


"Tidak maksud ku...itu-


"Kelamaan ucap Davin, Davin langsung menggendong Diana dengan ala bridal style,


Diana yg kaget akan yg di laku kan Davin, spontan melingkarkan kedua tangannya pada leher Davin. "Dav, turun kan aku, aku bisa jalan sendiri, Diana terus memohon agar Davin menurunkannya,


.


.


.


.


.


..


Ja****ngan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


__ADS_2