
Kebahagian terlihat dengan jelas saat mereka tertawa bahagia bersama, bahkan Diana melupakan rasa ngilu di perutnya yg terluka karena bekas operasi Caesar satu minggu yg lalu..
"Kakak...."teriak Lina berlari menghampiri Diana..
"Lina? ya ampun, ini beneran kamu dek..kamu kapan kembali, dek?
"Aku baru sampe langsung kesini, kak..mana Daniyal kak? kata Ibu, Daniyal sangat menggemaskan aku sangat penasaran pada ponakan aku itu.."tanya Lina antusias
"Daniyal ada di kamar tamu, kamu samperin saja sana, ada Bik Sum dan mbak Lala disana sedang menunggu Daniyal. "jawab Diana..
"Eh...aku sampe lupa nyapa Kak Rina sama Kak Rita, Kakak bagaimana kabar kalian, Lina kangen sama Kakak "Sapa Lina berhambur memeluk Rina dan Rita.. "Eh kalau kakak cantik ini siapa? "tanya Lina pada Fiola,
"Oya de, kenalin ini temen baru kakak, namanya kakak Fiola, kakak Fiola ini calon istri kak Vino sahabat Kak Davin..dan ini namanya kak Radit calon suami kak Rina.
"Wahh..kak Rina selamat ya, akhirnya kak Rina mau menikah juga, Terus kak Rita, apa kak Rita sudah menemukan pria tampan pujaan hati kakak? "
"Sudah dong, bahkan suami kakak lebih dari tampan, dia adalah pangeran ice, Dingin tapi sangat tampan, "Jawab Rita sambil melirik Suaminya..
"Apa, Suami? kak Rita sudah menikah? kapan kakak menikah? kenapa aku tidak tahu, kenapa kakak tidak memberi tahu aku, dan mana suami kakak? "tanya Lina beruntun..
"Ini suami kakak , dia pangeran Ice..dingin tapi tampan, "jawab Rita merangkul tangan Bobby mengenalkannya dengan bangga..
"Apa? kak Bobby adalah suami kak Rita? "tanya Lina terkejut, "kenapa bisa kakak menikah dengan Kak Bobby? kapan kalian menikah? "Desak Lina, tak percaya, pupus sudah harapannya untuk mendapatkan hati Pangerannya yg selama ini Lina kagumi semenjak SMA. Lina mengagumi Bobby karena ketampanannya..
"Hmmm, pupus sudah harapanku untuk mendapatkan pangeran tampan ku, "gumam Lina lemas..
"Ya udah kak, aku mau lihat Daniyal dulu ya.."Ijin Lina lalu pergi meninggalkan perkumpulan orang-orang dewasa dan orang yg ia kagumi selama ini.
"Rit, coba deh makan Pasta ini, ini pasta kesukaan mu bukan,? "ujar Diana menyodorkan Semangkuk pasta yg di beli Rina tadi di restoran karena Rina tau jika Sahabatnya yg satu ini sangat menyukai semua jenis Pasta.
"Ueekk..Ueekk..
Rita mual saat melihat pasta pemberian Diana , "Di, jauhkan makanan itu, aku mual melihatnya.."Ujar Rita menahan mulutnya yg akan mengeluarkan makanan yg telah masuk kedalam perutnya..
"Rita, kamu kenapa? "tanya Bobby panik saat melihat istrinya menahan mulutnya, Rita lari kearah wastafel karena sudah tidak dapat menahan lagi rasa mualnya..
"Bob, aku mual, aku juga pusing, "keluh Rita memegang kepalanya yg terasa pusing.
"Ayo kita pergi periksa ke dokter, "ajak Bobby lalu menuntun istrinya,
"Tuan Davin, saya ijin pulang lebih dulu, sepertinya Rita tidak enak badan, saya mau membawanya untuk berobat, "pamit Bobby..
"Rit, kamu gak kenapa-napa kan? "tanya Diana khawatir..
"Iya Rit, apa yg kamu rasakan? "timpal Rina..
"Aku akan ikut mengantar mu kerumah sakit untuk periksa, "Tutur Fiola..
"Kalian tenang saja aku baik-baik saja, aku hanya masuk angin, di beri minyak angin pasti akan membaik, aku pamit duluan ya, kalian teruskan saja acaranya, Dahhh "pamit Rita
"Aku ingin melihat Daniyal ah, sepertinya dia sudah bangun dari tidurnya, barusan aku mendengar suaranya , "Ujar Fiola setelah Rita pulang, lalu pergi ke kamar tamu yg saat ini menjadi tempat mengungsi Daniyal dari suara-suara heboh Ibu dan aunty- auntynya..
.
.
.
Pukul dua belas siang Fiola pamit undur diri bersama Vino. karna Fiola ada urusan di Bautiquenya, setelah kepergian Fiola dan Vino tak lama Rina dan Radit pun ikut undur diri,
"Aku pamit ya Di, "setelah pamit pada Diana, Rina beralih melihat Daniyal, "Haii Daniyal Aunty pamit pulang dulu ya, jangan nakal ya, kasihan mama sama papanya nanti mereka kelelahan menjaga mu, "pesan Rina seperti bicara pada anak kecil yg sudah mengerti akan ucapannya, ia lalu mencium pipi kanan dan kirinya dengan gemas..
__ADS_1
"Kak, aku boleh ikut bobo disini ya, aku ngantuk banget "Ijin Lina pada kakaknya..
"Boleh dong, kamu bobo aja, Sini Daniyalnya kakak akan bawa ke kamar kakak, kakak mau memberinya Asi, "Diana menggendong Daniyal penuh hati-hati..
"Ayo sayang kita bobok siang yuk, mama juga sudah sangat mengantuk, "Ajak Diana lalu berjalan membawa Daniyal hendak ke atas,
"Tunggu sayang, Sini biar Daniyal aku yg gendong "cegah Davin tak membiarkan Diana menggendong Daniyal ke atas karena takut luka di perut istrinya akan terbuka.
"Ok, Papa aku akan di gendong sama Papa, "ucap Diana menirukan suara anak kecil, dan menyerahkan Daniyal pada Papanya..
.
.
.
Di dalam kamar..
"Apa kau lelah sayang? "tanya Davin melihat Diana yg terlihat ngantuk..
"Tidak, aku hanya mengantuk saja.
"Yasudah kamu tidur, biar Daniyal aku yg jaga, "tutur Davin menyuruh istrinya untuk beristirahat.
"Aku belum memberinya Asi, nanti setelah memberinya Asi, aku akan tidur..
"Diana menyusui Daniyal dengan tenang,
"Baiklah.
"Ya ampun...apa kamu begitu haus sayang, hingga begitu lahap meminum Asi Mamamu."Ujar Davin terus saja menciumi putra pertamanya itu..
.
.
.
Tempat Lain...
"Benarkah Dokter,? terima kasih Dok, saya begitu bahagia mendengarnya, "Rita meneteskan air mata haru saat mendengar bahwa dirinya telah mengandung bayi selama dua belas minggu, "dua belas minggu bahkan aku tidak menyadari akan adanya mahluk hidup di perutku.."Ujar Rita mengelus-elus perutnya.
"Bob, kamu akan menjadi seorang Ayah, aku hamil, "ujar Rita antusias bicara pada suaminya, "Ayah pasti akan senang mendengar kabar ini, aku akan memberi tahunya besok..
Rita memeluk Bobby dengan penuh bahagia, dan Bobby pun membalas pelukan bahagia istrinya, Bobby begitu terharu, selama hidupnya inilah moment terbahagia yg ia rasakan, "Aku tidak menyangka akan berada di titik kebahagian seperti ini, terima kasih tuhan telah mengirimkan Tuan Davin sebagai Penolong saya, karena dia pula aku bisa memiliki keluarga kecil ini, terima kasih tuhan sudah mengirimkan istri sebaik Rita, aku sangat bahagia dengan semua karuniamu.. "Bobby bergumam dengan memeluk erat tubuh istrinya..
.
.
.
.
.
Di kost an Rina..
Radit memandang Rina dengan seksama, "Terima kasih kamu sudah mau menerima ku, sayang, aku berjanji akan membahagiakan mu semampuku, tetaplah berada disisiku, "ujar Radit dengan menatap Rina penuh rasa sayang..
"Dit, ada hal yg kamu belum ketahui tentang aku, Aku bukan wanita baik seperti wanita lain, aku juga bukan wanita suci aku tel-
__ADS_1
"Cukup Rin, aku sudah mengetahui semuanya, aku sudah mengetahuinya sejak lama, kamu tidak perlu menceritakan semua itu pada ku, kamu tidak perlu repot-repot menjelaskan lagi tentang itu karena mencintaimu aku tak butuh penjelas itu, dan orang yg membencimu tidak percaya itu, mulai sekarang aku akan selalu ada untuk mu, mari hidup bahagia dengan selalu melengkapi, "Potong Radit memeluk dan membelai rambut Rita penuh sayang.
"A-apa! kamu sudah tau semuanya, lalu apa yg kau harapkan dari wanita hina sepertiku? "tanya Rina sendu.
"Masa depanmu, "jawab Radit tanpa ragu, eum..Sepertinya aku mencium sesuatu, aku menciun bau orang yg belum mandi, "Ucap Radit menggoda Rina dan mencoba mengalihkan pembahasan yg menurut Radit tidak perlu di bahas lagi.
"Ishh...kau menghancurkan moment saja, "Ujar Rina memukul dada Radit pelan,
"He he he...bukankah kau memang belum mandi, kmm..mandilah ganti pakaianmu itu, aku akan mengajakmu kesuatu tempat.
"Kemana?
"Surprise dong.. "jawab Radit
"Aku penasaran..
"Bagus dong, kamu sabar nanti juga akan tau Surprise apa.
"Baiklah...."Jawab Rina pasarah lalu pergi untuk mandi,
.
.
.
.
Sore harinya para sahabat berkumpul di Restoran ternama yg berada di tengah kota jakarta. Vino hari ini melamar Fiola dengan memberi kejutan kepada Fiola bersama teman-temannya semuanya hadir tak kecuali Diana, Ibu baru itu sangat antusias melihat sahabatnya yg akan di lamar dengan romantis,
Setelah lamaran Romantis selesai, mereka pun makan bersama, "Oya teman-teman aku juga ada kabar bahagia, "Ujar Rita ditengah-tengah makan bersamanya..
"Kabar apa Rit? "jawab Diana penasaran
"Iya Rit, kamu bawa kabar bahagia apa? "timpal Fiola antusias..
"Kabar bahagia apa Rit, ayo dong jangan bikin penasaran.."Rina ikut menimpali pertanyaan sahabat-sahabatnya..
"Taraaaa..."Rita melihatkan satu buah foto USG pada sahabat-sahabatnya..
"Oh...ya ampun selamat ya Rita, "peluk Rina yg berada di sebelahnya..
"Makasih..
"Selamat ya Rit, akhirnya Daniyal akan punya teman seusianya nanti, "ujar Diana bergantian memeluk Rita..
Dan tak ketinggalan pelukan sayang dari Fiola untuk Rita, "Selamat ya, berapa bulan Rit? "tanya Fiola mengelus perut Rita, dan para pria pun ikut memberi selamat pada Rita dan Bobby..
"Terima kasih semuanya, kalian semu adalah orang-orang terpenting di hidupku, terima kasih selalu ada buat aku, kalian luar biasa.. sekarang usia kandunganku sudah berjalan dua belas minggu.."jawab Rita bekaca-kaca. ia tidak menyangka akan ada di titik ini, dulu sebelum Rita mengenal suaminya, Rita tidak pernah berpikiran hidup bahagia, lolos dari ayahnya saja itu adalah moment terbahagianya, dengan kemurahan hati tuhan dia mengirimkan suami yg baik walau pun dingin dan tidak romantis, tapi itu adalah kebahagian yg tak ternilai untuk dirinya, Sahabat-sahabat baik yg selalu ada buat dirinya disaat suka dan duka, nikmat apa lagi coba yg di cari, semua kenikmatan bahagia sudah tuhan berikan kepadanya...
Diana tersenyum melihat sahabatnya bahagia.."*Tuhan terima kasih atas semua kebahagian yg telah kau berikan pada kami, kau begitu banyak menganugrahkan kebahagian pada kami,
.
.
.
END*...
Terima kasih untuk semuanya yg telah membaca TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU.. yg ecek-ecek ini, jujur aku tidak pernah membayangkan bisa menulis seperti ini, awalnya hanya suka membaca, karena seringnya membaca jadi memiliki keinginan untuk menulis, dan selalau bersyukur atas pemberian allah karena dengan begitu kita akan merasakan nikmatnya, Untuk Para Readers makasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan yg masih bayak salah dan banyak typo ini, untuk para Author makasih selalu mendukung dan selalu memberi support dengan komentar-komentar positif dan selalu memberi masukan-masukan yg yg membangun untuk ku, terimakasih semuanya karena kalian aku jadi mengerti arti menulis itu seperti apa , maaf jika tidak bisa balas satu persatu koment kalian karena belakangan ini dunia nyata lebih menyita waktu ku hingga tidak dapat membalas komentar-komentar kalian semua, Sekali lagi aku ucapkan terima kasih untuk dukungan kalian semu, See you later di karya aku yg berikut nya ..Byee byee
__ADS_1