TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Maka, cepat lah sembuh.


__ADS_3

Setelah tak sadar beberapa jam, akhir nya Diana membuka mata nya, Diana, melihat sekeliling nya, orang_orang yg di cintai nya nampak berada di ruangan yg sama bersama nya, semua yg menunggu nya sedang tertidur,


Diana tersenyum, betapa bahagianya dia, memiliki keluarga seperti, Ibu, Ayah, Lina, dan Davin suaminya, Diana melihat ke arah Davin, yg saat ini di sampingnya, dengan posisi duduk tertidur di sampingnya,, Diana mengelus rambut Davin pelan,


"Kamu...Kamu, sudah siuman, "Ucap Davin yg merasakan pergerakan di kepalanya dan terbangun,


"Maaf.. telah mengganggu tidur mu, "ucap Diana,


"Tidak, kau, tidak mengganggu ku, Apa ada yg sakit? Apa kamu butuh sesuatu? "tanya Davin,


Diana menggelengkan kepalanya,,


"Jangan pernah menyembunyikan apa pun lagi dari ku, Aku tidak ingin hal seperti ini terulang kembali, kamu harus berjanji pada ku, jika hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, "ujar Davin menggenggam tangan Diana.


"Aku berjanji. Dav, Kamu pasti lelah menunggu ku, mengurus ku, beberapa hari ini..pulanglah istirahatkan tubuh mu, kamu juga harus istirahat. "Jawab Diana, yg tak tega pada suaminya..


"Tidak, aku ingin disini menemani mu, Apa kau lapar?


"Perut ku, terasa tidak nyaman. kenapa Dav?


"Semalam, kamu melakukan operasi, Maaf aku tak meminta ijin dari mu, terlebih dahulu, aku panik melihat keadaan mu semalam,


"Maafkan aku, selalu merepotkan mu, "ujar Diana merasa berasa bersalah


"Jangan pernah bicara seperti itu, cepat lah sembuh, Aku merindukan mu, ucapnya lalu mencium kedua punggung tangan Diana,


Bu Mina, dan Pak Rasyid, yg sudah terbangun menyaksikan interaksi putri dan menantunya tersebut, Kedua orang tua Diana terharu, keraguan yg selama ini bersarang di benak mereka, sekarang sirna setelah menyaksikan, obrolan kedua insan tersebut,


Bu Mina, bangun dari tidurnya lalu menghampiri Putrinya,, "Sayang kamu sudah bangun Nak.. bagaimana perasaan mu sekarang? apa masih ada yg sakit? "tanya Bu Mina


"Ibu..Ibu sudah bangun, Ibu kenapa bisa ada disini? bagaimana Ibu bisa tau, jika Dian di rawat disini? "bukannya menjawab pertanyaan Ibunya, Diana malah balik melontarkan pertanyaan,


"Suami mu yg memberi kabar, kepada Ibu dan Ayah Suami mu begitu mencemaskan keadaan mu dari semalam,


Diana langsung mengalihkan penglihatannya pada Davin,


"Maafkan Aku, aku telah mengingkari janji ku, Aku takut terjadi sesuatu pada mu, Aku tidak ingin, orang tua mu, mengetahui keadaan mu dari orang lain, "Ucap Davin yg mengerti tatapan istrinya langsung angkat bicara,


"Tidak seharusnya aku yg meminta Maaf' pada mu, Aku pasti membebani mu, "Jawab Diana sedih..


"Apa yg kau katakan? Aku tidak pernah terbebani oleh mu, sembulah, kami semua ingin melihat mu sembuh, jika kau merasa membebani ku, maka sembuhlah, dan jangan menyembunyikan hal apa pun lagi pada ku. ku, "ujar Davin menggenggam tangan Diana,


"Terima kasih, kalian semua selalu ada untuk ku, "ujar Diana meneteskan air mata haru,

__ADS_1


"Sudah_sudah, kenapa kamu jadi bersedih? "Davin langsung menghapus air mata sang istri..


"Aku, Bahagia memiliki kalian semua, "jawab Diana tersenyum, dan menggenggam tangan Davin, tangan yg tadi menghapus air mata nya,


"Sudah Kamu istirahat lagi, Aku mau mandi dulu sebentar, badan ku sudah sangat lengket, "ujar Davin


"Bu. Yah, Davin tinggal sebentar ingin membersihkan diri, Davin pun keluar dari ruangan Diana.


"Bobby yg sudah menunggu Tuannya di luar Menyapa Tuannya setelah keluar dari ruangan Diana, " Selamat pagi Tuan, "sapa Bobby.


"Pagi Bob..jawab Davin, yg tidak biasa, mungkin ini kali pertama Davin menjawab sapaan sang asisten tersebut, karna biasanya selalu mengabaikan sapaan dari Bobby.


Bobby langsung mendongkakkan kepala melihat ke arah Tuannya, Bobby sedikit terkejut dengan sapaan Tuannya tersebut, lima tahun bekerja untuknya, tidak pernah mendengarkan, kata_kata manis dari Tuannya, ini kali pertama, sapaan dan senyuman terlihat jelas untuk dirinya,


"Tuan ini pakaian yg Tuan butuhkan, "Bobby memberikan, pakaian yg di ingin kan Davin, setelah Tuannya menghubunginya tadi pagi.


Davin menghubungi Bobby pada pukul tiga pagi tadi, Bobby langsung bergerak menuju rumah Davin untuk mengambil pakaiannya, lalu melanjutkan ke rumah sakit, untuk memberkan pakaian yg di butuhkan Tuannya tersebut.


"Bob..Bagaimana perusahaan, Apa semuanya aman? "tanya Davin,


"Semuanya aman Tuan, hanya kedua putri Tuan Felix saja yg setiap hari datang ingin berjumpa dengan Tuan, "jawab Bobby tanpa ragu.


"Sial kedua perempuan itu sangat mengganggu, Apa yg sebenarnya yg mereka inginkan? hingga setiap hari ingin menemui ku, "ujarnya kesal.


"Yg mereka inginginkan adalah Tuan, "ucap Bobby tanpa ragu dengan wajah datarnya.


"Hai..Apa kau gila, kau sudah berani pada ku hah, "bentaknya, yg mendapat tatapan dari orang_orang sekitar sana, karna suara Davin mengganggu waktu istirahat pasien.


Davin yg tersadar, telah mengeluar kan suara yg sangat nyaring, tersenyum canggung, Davin menggaruk belakan kepalanya yg tak gatal.untuk menghilangkan sedikit rasa malu nya,


"Dengar aku baik_baik, jika memang yg kau katakan itu benar, maka urus mereka secepat nya, aku tidak ingin, ada yg mengganggu Diana kelak, karna aku yakin wanita seperti mereka, akan melakukan apa saja, untuk mendapatkan apa yg mereka ingin kan, "perintah Davin dingin..


"Baik Tuan, "jawab Bobby cepat..


Setelah Davin, selesai membersihkan diri, Davin kembali ke ruangan Diana,


"Nak kamu sudah selesai? "tanya Bu Mina kepada menantunya tersebut,


Dengan senyuman Davin menjawab, Iya..


"Ibu, Ayah, dan Lina, akan pulang dulu, nanti siang ibu kesini lagi, Ayah harus bekerja Ibu akan mengurus kebutuhan Ayah terlebih dahulu, setelah itu, nanti kembali kesini lagi,


"Silahkan Bu, Sebaiknya ibu istirahat saja dulu di rumah, Biar hari ini Davin yg menjaga Diana, karena besok Davin harus ke kantor, sebab ada meeting penting. jadi besok Davin akan minta tolong ibu untuk menjaga Diana, "ujar Davin..

__ADS_1


Ke esokannya Davin pamit untuk ke kantor, setelah beberapa hari mengurus Diana,


"Sayang, Aku ke kantor dulu, kamu baik_baik disini, jika ada apa_apa, atau perlu sesuatu kamu hubungi aku ya,


Diana yg mendengar, kata sayang dari Davin, tersenyum canggung hingga merah di pipinya terlihat,


"I- iya kamu hati_ hati ya saat berkerja nanti, "jawab Diana terbata, karena masih berada di atas awan, sebab mendengar panggilan sayang dari Davin.


Davin mendekat pada Diana, tak lupa sebelum pergi Davin mencium pipi kiri dan pucuk kepala Diana, " jaga kesehatan mu, jangan memikirkan hal yg bisa membuat kondisi mu menjadi drop kembali, "petuahnya lalu pergi meninggalkan Diana dan ibu mertuanya,


Anggara Group


***


"Tuan ini berkas yg harus anda pelajari, kita akan pergi pukul 11 siang nanti, "ucap Bobby menyerahkan Map yg di bawanya untuk bahan meeting siang ini, bersama klien,


"Hemm..."Jawabnya, lalu membuka map tersebut setelah menerimanya dari Bobby.


"Permisi Tuan, di luar ada Nona Fiona ingin bertemu dengan Tuan Davin, "ujar Feby sopan.


"Huh...


"Wanita itu, kenapa dia harus datang sekarang, "grutu Davin kesal, " Suruh wanita itu masuk,


"Baik Tuan,


Tak lama wanita yg membuat bad mood Davin, muncul,


"Selamat siang Tuan Davin, "sapa Fiona..


"Siang Nona Fiona, bagaimana kabar anda? Apa ada yg bisa saya bantu? "ucap Davin basa basi,


"Tidak ada, saya hanya ingin menyapa anda, karna beberapa hari ini, saya tak melihat anda, "jawabnya percaya diri,


Davin menaikan sebelah kanan alisnya, merasa jengah, dengan wanita di hadapannya saat ini,


"Tuan, apa Tuan Davin sibuk hari ini? jika tidak saya ingin mengajak anda untuk makan siang bersama dengan saya, "ajaknya tersenyum,


"Maaf Nona Fiona, untuk saat ini saya sedang sibuk, kebetulan jam makan siang nanti saya ada meeting, mungkin lain waktu saja, "jawab Davin yg masih menahan kesal.


Fiona mendekat ke arah Davin, " jika makan malam, apa anda bisa? "Fiona duduk di atas meja tepat di depan Davin, Fiona mencoba merayu Davin, dengan menyentuh tangan Davin,


Dengan gerak cepat Davin berdiri, "Maaf Nona Fiona jika anda tidak memiliki kepentingan anda bisa pergi dari ruangan saya, karena saya masih banyak pekerjaan, "ujar Davin yg sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi..

__ADS_1


"Anda mengusir saya ? "tanya Fiona tersinggung dengan penolakan, dan pengusiran Davin,,


jangan lupa tinggalkan jejak ya🤗🤗


__ADS_2