TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
50


__ADS_3

"Sepertinya kalian sangat berbahagia saat ini, "Ujar Fiola melipat kedua tangan nya, ketika masuk ke dalam ruangan sang Ayah, melihat Ayah dan Saudara nya sedang tertawa bersama membuat Fiola semakin membuat nya membenci Fiona.


"Fiola, kapan kau kembali? "Ujar Fiona mendekati Adik nya..


Fiola tersenyeum masam, saat Fiona mendekati nya, "


"Kenapa.! Apa kau tak suka jika ku kembali lebih cepat, "Ucap nya angkuh..


"Hey..Ada apa dengan mu? kenapa kau dingin sekali terhadap ku,


"Kalian berdua penghianat, "Kau Fiona,tunjuk nya, Kau sendiri yg mengajaku bertaruh untuk mendapatkan Davin, kau mengajak ku, bertaruh dengan sportif, tapi kau memanfaat kan ke pergian ku, kau menyuruh Papa datang menemui Davin, untuk menjadikan nya suami mu, kau memang tidak bisa di percaya, AKU Fiola, tidak akan pernah rela melepaskan Davin pada mu begitu saja, "Ucap Fiola marah.


"Kenapa kau harus marah_marah, memang Sepantas nya Davin bersanding dengan ku..Kau tidak pernah bisa menyamai ku, atau bertaruh dengan ku, karna hanya akan ada kekalahan yg akan kau terima, harus nya kau sadar diri sebelum mengajaku bertaruh, karna pasti kekalahan yg akan kau dapatkan, "Ujar nya sombong..


"Itu dulu, karna aku menghargai mu sebagai kakak ku, tidak untuk sekarang, aku tidak akan menyerahkan Davin pada orang seperti mu, Davin akan menjadi milik ku, hanya aku yg berhak memiliki nya "Ucap nya lantang..


"Pfftt


Fiona tertawa,mendengar kata_kata yg di sampaikan adik nya, "Kau seyakin itu, "Ujar nya mengejek


"Sudah_sudah..Kenapa kalian malah berdebat, Sudah hentikan, "Ucap Tuan Felix melerai ke dua putri nya,di tengah_tengah perdebatan kedua nya.


"Papa diam, sekarang aku tidak akan mau mendengar kan ucapan Papa, apa lagi menuruti mu, Kau tidak pernah menyayangi ku, kau selalu menomor dua kan aku, dari dulu kau selalu begitu, kau tidak pernah membela ku, jika aku sedang bersaing dengan dia, kau selalu membelanya, "Ucap menunjuk sang Kakak..


"Aku sudah muak, Pah. aku sudah bosan menjadi pecundang, aku juga ingin, Papa memperlakukan aku sama seperti dia, aku ingin di bela, aku ingin di nomor satu kan, aku ingin di perhatikan, aku juga putri mu, sama seperti dia, tapi kenapa papa, tidak mengistiweakan aku sama seperti dia, "Ujar nya penuh emosi.meluapkan kekesalan yg selama ini memenuhi hati nya.


Tuan Felix diam membeku, saat mendengar kata demi kata yg terlontar dari mulut putri bungsu nya, putri bungsu yg selalu berkata Iya, jika dirinya berkata jangan, sekarang berubah, memang Fiola memiliki sifat dan watak sama seperti hal nya dengan Fiona, , namun Fiola tidak pernah membantah nya, atau pun membentak nya, berbeda dengan Fiona jika menginginkan sesuatu harus terlaksan, jika tidak Fiona akan melampaskan kemarahan nya pada siapapun atau barang apapun, Tuan Felix baru kali ini melihat putri bungsu nya, bicara kasar pada nya, apa lagi membentak nya..


"Sayang tenangkan dirimu, Papa tidak pernah membeda_bedakan antara kau dan Fiona, papa menyayangi kalian berdua, papa tidak


"Bohong, kau bohong pada ku, "Ucap nya memotong kata_kata Papa nya,


"Hey kau ini sedang kerasukan atau kenapa, datang_datang marah tidak jelas, jika kau merasa hebat buktikan saja tidak usah banyak bicara, kau membuat ku muak, "Ucap Fiona yg sudah jengah mendengar kata_kata adik nya tersebut..


"Ok kita lihat saja nanti, aku akan buktikan pada mu, jika Davin akan lebih memilih aku, dari pada kau, "Ucap nya lalu pergi meninggalkan ruangan Sang papa dengan membanting pintu,


"Dasar gila, aku yakin dia bertemu orang yg tidak waras saat di Swiss kemaren, makanya pulang_pulang menjadi seperti itu, "Ucap Fiona saat saudara nya sudah pergi..


.


.


.


.


.


.


"Mas, panggil Vino pada pelayan yg ingin membersih kan meja,


"Iya Tuan, ada yg bisa saya bantu?


"Mas sudah beberapa minggu ini saya makan disini, tapi saya tidak melihat pelayan yg bernama Diana, kemana pelayan itu mas?


"Oh Diana, kebetula Diana sudah Resign Tuan, "Jawab pelayan tersebut..


"Apa resign? Loh kenapa dia resign mas?


"Saya dengar Diana sakit, mungkin penyakit nya parah, hingga tidak dapat bekerja, dan memilih keluar dari sini," jawa pelayan.


"Oh begitu ya, baik mas terimakasih mas, "Ujar Vino,

__ADS_1


"Pantesan beberapa kali aku makan kesini tidak melihat nya, apa dia mengabaikan kata_kata dokter tempo itu, aku akan menemui nya, aku akan kerumah nya, gumam Vino


Vino pun bangun, meninggalkan semua makanan nya yg belum tersentuh oleh nya.. setelah membayar bill nya, Vino langsung masuk kedalam mobil lalu pergi meninggal kan Caffe, Vino memutuskan untuk menemui Diana di kediaman nya,


.


.


.


.


.


Ting tong.. ting tong..ting tong


Suara bel berbunyi ketika Vino memencetnya, " Sepertinya tidak ada orang di dalam, "Ucap nya pelan


"Baiklah mungkin Diana dan keluarga nya, tidak berada di dalam, lebih baik aku ketempat Radit, gumam nya


.


.


.


.


.


.


".......Revorma Hotel......


"Radit menyeritkan dahi nya melihat sahabat nya berkunjung, "Ada apa kau kesini, "Tanya Radit, kepada sahabat nya tersebut,


"Kau masih ingat dengan wanita yg kita tolong dulu? Aku bertemu kembali dengan nya beberapa minggu yg lalu, namun sekarang aku kehilangan jejak nya lagi, "Ucap nya sedih..


Radit menaikan salah satu alis, nya " Apa kau jatuh cinta dengan wanita itu, "Tanya Radit saat melihat raut wajah sahabat nya murung,


"Ntalah..Aku masih ragu dengan perasaan ini, namun bayangan nya selalu datang di kepalaku,


"Bukan kau tau alamat rumah nya, kenapa kau tidak datangi saja tempat tinggal nya.."Saran Radit untuk sahabat nya


"Aku sudah, mendatangi rumah nya, namun rumah itu kosong tidak nampak penghuni nya, "Ujar Vino murung


"Huh..Radit membuang nafas nya pelan melihat sahabat nya seperti sedang frustasi, " dengar aku baik_baik ya No. kau tidak tau siapa wanita itu, dan setatus nya, mungkin saja dia sudah bersuami, , jika kau memang jatuh cinta pada nya selidiki dulu latar belakang dan stastus nya, jangan memikirikan orang yg belum kau ketahui stastus dan sifat nya. "Radit menasehati sahabat nya..


Radit seorang pria sukses sama hal nya dengan Vino dan Davin, hanya dunia bisnis mereka berbeda, Radit memiliki beberapa hotel terkenal di kota nya, salah satu nya, Revorma hotel, namun di tengah_tengah kesuksesan nya tidak ada wanita di samping nya, tidak ada wanita yg mampuh meluluh kan hati nya, semenjak perceraian nya dengan sang istri tujuh tahun yg lalu, Radit di jodoh kan oleh kedua orang tua nya, waktu usia nya masih terbilang sangat muda, pernikahan yg hanya terhitung bulan tersebut harus kandas, lantaran sang istri, kedapatan selingkuh di kamar hotel, dan itu membuat Radit menutup hati nya untuk semua wanita,


"Nanti aku akan menyelidiki nya, Ayo lebih baik kita ke kantor Davin, setelah itu kita ajak Davin nongkrong ke caffe, kita sudah lama tidak nongkrong bareng, "Ajak Vino..


"Baiklah, menemani pria yg sedang jatuh cinta, dan mengajak pria yg sedang di kerumuni banyak wanita, "Ujar Radit bangkit dari duduk nya. ingin menemui sahabat nya Davin..


"..........Anggara Group..........


"Feb boss mu ada, "Tanya Radit setelah sampai di Gedung Anggara Group.


"Ada Tuan, Tuan Davin berada di ruangan nya, "jawab Feby sekertaris Davin


Radit dan Vino pun masuk kedalam ruangan Davin tanpa di antar oleh Feby..


"Sore brow, "Ujar Vino saat pintu terbuka, dan memperlihat kan sang mpunya.

__ADS_1


"Hemm, "Jawab Davin, saat melihat kedua sahabat nya masuk, lalu kembali fokus pada dokumen_dokumen di hadapan nya..


"Bagai mana permasalahan mu dengan FF Group, apa sudah beres? "Tanya Radit setelah mendarat kan tubuh nya di sofa,


"Belum semua , "jawab nya masih fokus pada dokumen_dokumen nya,


" Huh..Kau selalu menyebalkan, "Ujar Vino saat melihat sahabat nya tersebut, masih fokus pada dokumen nya,


Davin hanya mengangkat bahu nya mendengar dengusan sahabat nya tersebut,


"Apa yg membuat kalian mendatangi kantor ku, "Tanya Davin, tanpa melihat kepada dua sahabat nya,


"Oy, kau sombong sekali, ya sekarang, "Ujar Radit, saat mendengar ucapan Davin,


"Bukan kah kau tahu sejak dulu, aku seperti ini, kenapa baru sekarang kau mempermasalah kan nya, "Ujar nya lalu bangkit dari duduk nya, menghampiri ke dua sahabatnya tersebut,


"Katakan, ada apa? "Tanya Davin setelah duduk bergabung dengan kedua sahabat nya,


"Ada yg mau curhat, "Radit melirik Vino saat bicara pada Davin,


"Curhat? wah sepertinya ada yg sedang jatuh cinta, Ucap Davin melirik Vino..


"Tidak usah mengejeku, jika saat ini aku jatuh cinta pada wanita, berarti aku ini pria normal, tidak seperti pria di sebelah ku, terkadang aku jadi ngeri berdekatan dengan nya, "Ujar nya menyindir Radit..


"Apa aku pernah menyuruh mu, mendatangi ku setiap hari ke kantor ku hah, harus nya kata_kata itu, aku yg ucap kan, kau selalu datang menemui ku setiap waktu, aku heran bagaimana bisa kantor mu masih bisa berdiri sampai sekarang, jika pemilik nya saja tidak pernah berada di tempat nya, "Ujar Radit membalas kata_kata Vino..


Davin tersenyum melihat perdebatan sahabat nya, dulu mereka selalu bersama, " Baiklah aku akan meninggalkan pekerjaan ku, untuk menjadi pendengar yg baik, mari kita mencari Caffe yg nyaman "


"Bob, kau akan ikut dengan ku, "Tanya Davin pada Asisten nya tersebut,


"Maaf Tuan, pekerjaan disini belum selesai, saya akan menyelesai kan pekerjaan ini terlebih dahulu, "jawab nya sopan


"Baiklah, jika pekerjaan telah selesai kau langsung saja pulang, ingat besok kita akan menemui Tuan Felix, "Ujar Davin lalu pergi meninggalkan ruangan nya,


Saat Davin, Radit, dan Vino keluar dari lift, mereka berpapasan dengan Gisel, wanita yg telah memisahkan, mereka dari sahabatan nya selama lima tahun itu terlihat santai menyapa mereka.


"Wah aku seperti sedang melihat Reoni ke tiga sahabat yg lama tidak berjumpa, "Ucap nya santai..


Radit dan Vino menggempalkan tangan merasa benci dengan wanita yg saat ini di hadapan mereka.


"Apa kabar, "Ujar Gisel mengulur kan tangan nya kepada dua sahabat mantan kekasih nya tersebut,


Radit tersenyum sinis, melihat ke arah Gisel, tanpa ada niat untuk membalas uluran tangan nya..


"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan wanita tidak tahu malu seperti mu lagi, "Ujar Vino sinis..


"KAU. "Ucap nya kesal terhadap dua sahabat dari Davin tersebut, namun tak dapat ber buat apa_apa.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2