
Satu minggu kemudian,
Bobby dan Rita pun sekarang telah bersetatus sebagai suami istri, tepat tadi pagi Bobby dan Rita melaksanakan janji suci,
"Rit, Aku pulang ya....Hati - hati nanti malam, pakai kado yg aku kasih tadi, biar si kaku Bobby bisa sedikit romantis memperlakukan mu he he "Bisik Diana..
"DIANA.."Teriak Rita..
"Ha..ha..ha.."Diana tertawa saat mendengar sahabatnya berteriak...."Semoga sukses. Ucapa Diana menggoda kembali sahabatnya, Davin yg berada di sebelahnya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan istrinya..
"Aku juga pamit ya Rit, "Ujar Rina ikut pamit karna pesta pun telah usai..
"Makasih ya Kalian udah nemenin aku seharian ini. "Rita memeluk Rina berterimakasih karna sudah bersedia menemaninya dari kemarin sebelum dirinya di peristri oleh Bobby,
"Iya sama - sama, "Tuan Bobby saya titip sahabat saya bahagiakan dia, "Pinta Rina berkaca - kaca karna bahagia melihat sahabatnya telah menemukan kebahagiaannya.
"Pasti, Saya pasti akan membahagiakan istri saya, "Jawab Bobby
Bobby beralih melihat pada Davin..
"Tuan terimakasih untuk semuanya. " Ujar Bobby berterimakasih pada Davin karna sudah repot - repot menyiapkan pesta untuknya..
"Iya Tuan terimakasih banyak, Saya benar - benar berterimakasih "Timpal Rita..
"Sama - sama, berbahagia lah, Ini hadiah dari saya, pergialah berbulan madu untuk beberapa hari "jawab Davin menyodorkan dua tiket untuk pergi ke Dubai..
"Tuan Maaf sebelumnya, tapi ini tidak perlu Tuan, Saya tidak perlu pergi untuk berbulan madu, saya sudah ambil cuti tiga hari ini, Saya akan kembali kerja besok, "Jawab Bobby sungkan..
"Bob ambilah, bawa sahabat saya jalan - jalan, pasangan yg baru menikah membutuhkan waktu untuk berdua agar bisa mengenal satu sama lain.."Timpal Diana..
"Baiklah Tuan, Nona, saya akan berangkat besok, terimakasih Tuan, Nona.."Ujar Bobby tak dapat menolak lagi..
"Yasudah pulang sana, kamu harus banyak istirahat Di, kasihan ponakan aku, nanti dia kelelahan, "Ucap Rita mengelus perut Diana
"Yasudah aku pulang dulu ya, Byee
"Byee...
"Rin, Ayo bareng aku aja, "Ajak Diana pada Rita yg hendak berjalan ke luar gedung..
"Makasih Di, tapi itu tidak perlu, kita beda arah, kamu mending cepat pulang gih, kasihan ponakan aku nih, "jawab Rita mengingatkan sahabatnya agar tidak boleh terlalu lelah.
"Tapi Rin, ini sudah malam, "Ujar Diana khawatir.
"Ish kau ini, aku sudah biasa berkeliaran malam, dan lagi tempatku tidak terlalu jauh, jadi kamu tidak perlu khawatir, "jawab Rina, menyakinkan..
"Sudah sana, aku akan pulang naik taxi, "Ujar Rina kembali menyuruh Diana agar cepat pulang..
"Baiklah, hati - hati ya.."Jawab Diana memeluk sahabatnya tersebut..
"Iya...
Dua puluh menit berlalu, namun Rina belum juga mendapat taxi,
"Bagaimana ini, aku sudah berdiri disini selama dua puluh menit namun belum juga ada taxi yg melewati jalan ini, "Gumam Rina yg sudah jenuh dan pegal berdiri menunggu taxi
Tin...tin.
__ADS_1
Suara klakson mobil mengagetkan Rina yg berdiri menunggu taxi..
"Apa yg Nona lakukan disini ? "Tanya Radit menghampiri Rina, Radit sebenarnya nggan untuk menghampiri Rina, namun Radit mengingat kembali jika wanita yg berdiri di pinggir jalan yg dia awasi selama sepuluh menit yg lalu itu masih berdiri di tempatnya..jika tak mengingat Rina adalah sahabat Diana Radit sudah pasti meninggalkannya begitu saja, dengan terpaksa Radit pun menghampirinya..
Rina mengerutkan dahinya, saat mengetahui pria yg di hadapannya ini adalah orang yg dulu pernah menolongnya, "Saya sedang menunggu taxi, "jawab Rina
"Apa Nona baru pulang dari pesta Bobby? "tanya Radit,
"Iya.."Jawab Rina malas.
"Kemana Nona pulang biar saya mengantar anda, ini sudah larut, dan juga disini jarang ada taxi lewat sini "Ujar Radit menawarkan tumpangan pada Rina..
"Terimakasih Tuan, tapi itu tidak perlu, saya akan menunggu taxi saja.."Jawabnya dengan senyum paksa.
"Apa anda yakin? "tanya Radit menyakinkan
"Iya, anda tidak perlu khawatir, "
"Saya tidak khawatir, hanya saja, saya takut disalahkan oleh Diana jika dia tau, saya tidak memberi tumpangan pada sahabatnya, saat melihat di jalan sendirian..
"Maka diam saja tidak perlu memberi taunya, "jawab Rina tak suka pada Radit..
"Baiklah saya tidak akan memaksa, "Ujar Radit lalu masuk kedalam mobilnya, Radit pun pergi meninggalkan Rina yg masih setia menunggu taxi di depan gedung yg sudah sepi..
"Kenapa tempat ini begitu sepi, aku akan berjalan kedepan mencari keramaian disini tidak bagus untuk ku sendirian, "gumamnya yg sudah mulai takut.
.
.
"Haii cantik sendirian aja, mau abang temani, "ujar tiga pria menghampiri Rina..
"Tidak, saya hanya lewat "Jawab Rina yg sudah berkeringat dingin karna takut. Bayangan - bayangan empat tahun lalu bermunculan di depannya,
"Tidak perlu takut cantik, abang hanya ingin menemani mu, "ujar ketiga pria di hadapannya...
"Apa yg kalian inginkan, kalian ingin uang saya bisa kasih, tapi saya mohon jangan ganggu saya, "Ucap Rina takut..
"Ha..ha..ha.
"Kami punya uang Cantik, kami ingin kamu, "jawab salah satu pria di hadapannya..
"Tolong jangan mendekat, Sa-saya bisa berteriak, kalian akan di pukuli masa jika saya berteriak.."Ujar Rina yg sudah menangis karna takut..
"Teriak saja jika kau mau, disini tidak ada orang, "Jawab tiga pria tersebut..
"Ayo ikut kami cantik, kami akan memperlakukan mu dengan lembut jika kau tak banyak melawan, "Ujar Salah satu pria itu, lalu menarik tangan Rina..
.
.
"Lepaskan tangan mu itu darinya, jika tak ingin ku patahkan, "Ujar Radit menarik tangan salah satu pria yg mengganggu Rina..
Tiga pria yg terganggu akan kedatangan Radit langsung menyerang Radit, namun Radit yg sudah terlatih dalam bela diri, tidak membutuh waktu lama untuk melumpuhkan ketiga pria tersebut..
Setelah meninggalkan Rina tadi, Radit melihat tiga pria berjalan kearah Rina, Radit pun memberhentikan mobilnya untuk memastikan ketiga pria itu tak mengganggu Rina, namun ternyata feeling benar, ketiga pria itu mengganggu Rina, hingga terlihat jelas ketakutan pada wajah Rina..
__ADS_1
"Nona tidak apa - apa? "Tanya Radit mendekat pada Rina untuk mengajaknya masuk kedalam mobilnya,
Namun Rina yg ketakutan menghindar dari Radit, "Jangan mendekat, "Ujar Rina ketakutan rasa trauma itu datang kembali saat salah satu pria tadi memegang tangannya..
Tubuhnya gemetar, keringat dingin membanjiri tubuhnya ketakutan yg begitu kuat membuatnya lemas dan terduyung hendak jatuh, namun dengan sigap Radit meraih tubuh Rina hingga Rina terjatuh kepelukannya...
"Nona, Nona.."Panggil Radit menepuk pipi kiri Rina..karna tak mendapat respon Radit pun menggendong Rina untuk masuk kedalam mobilnya,
Radit pun membawa Rina untuk membawanya ke klinik terdekat namun setelah berjalan sepuluh menit Radit tak kunjung menemukannya, karna jalanan yg di lewatinya melewati Apartemennya, Radit pun menelphone dokter keluarga untuk datang ke apartemennya Radit membawa Rina ke apartemennya untuk di periksa oleh dokter keluarganya..
.
.
. .........Apartemen Radit..........
Radit membaringkan tubuh Rina di atas tempat tidurnya,
"Kenapa dia seperti sangat ketakutan, aku lihat ketiga pria tadi tidak melakukan apa - apa, tapi kenapa dia begitu ketakutan? "Guman Radit memandang Rina..
Tak lama dokter keluarga Radit pun datang, "Permisi Tuan Radit, Selamat malam "Sapa Dokter tersebut saat sampai di apartemen Radit..
"Malam dok, Dok tolong periksa sahabat saya, tadi saya melihat dia seperti ketakutan lalu pingsan "Ujar Radit menjelaskan.
Dokter pun memeriksa Rina, "Tuan, sepertinya Nona ini memiliki trauma di masa lalunya, Tuan bisa membawanya pada psikolog, semakin cepat membawanya semakin baik untuk kesehatanya, "Ujar dokter tersebut setelah memeriksa Rina.
"Apa itu akan membahayakan kejiwannya, dok? "tanya Radit penasaran..
"Jika kita membiarkannya tentu saja dapat membahayakannya, "Jawab dokter tersebut..
"Baiklah Tuan minumkan obat ini setelah Nona ini siuman, dan ini obat penenang jika Nona ini melakukan hal - hal yg akan menyakiti dirinya sendiri atau hal - hal yg akan merugikannya, "jelas dokter tersebut..
"Baik dok terimakasih, "Jawab Radit..
"Apa Diana dan istri Bobby tau jika sahabatnya mempunyai trauma? "Apa aku harus menghubungi Davin untuk memberi tahu sahabat istrinya ini sedang bersama ku, "Gumam Radit bingung..
Setelah pingsan beberapa jam Rina pun terbangun, "Dimana aku? tempat siapa ini? "ujarnya bingung melihat tempat asing di tidurinya
"Oh tuhan apa tiga pria itu pemilik tempat ini, "Gumamnya, Rina langsun memeriksa pakaian nya..
"Huh..
"Untung pakaianku masih utuh, "Ujarnya lega..
"Kau sudah sadar, makanlah bubur ini, setelah itu minum obat ini, "Ujar Radit memberi semangkok bubur, dan satu tablet obat untuk Rina..
"Kenapa anda membawa saya kesini? bagaimana bisa saya ada disini "tanya Rina waspada..
"Semalam anda telah di ganggu oleh tiga pria, saya hanya menolong anda, karna semalam anda tak sadarkan diri, saya mencari klinik di sekitar namun tak menemukannya, lalu saya membawa anda ke sini, "jawab Radit jujur
"Apa yg anda inginkan? anda tidak memiliki niat burukkan terhadap saya, "tanyanya yg mulai memiliki rasa takut lagi..
"Jika saya memiliki niat jahat, kenapa saya harus menolong anda,? saya bisa saja membiarkan anda di ganggu tiga pria itu semalam, dan meninggalkan anda begitu saja, "Jawab Radit dingin..
__ADS_1
"makanlah bubur ini, dan minum obatnya, setelah itu anda boleh pergi dari Apartemen saya "ucapnya dingin lalu pergi meninggalkan Rina begitu saja..
"Dasar wanita tidak tau berterimakasih, malah menuduhku yg bukan - bukan.."grutu Radit kesal..