
"Dav.."Panggil Diana membangunkan Davin dengan mengguncang_guncangkan tubuhnya..
Davin mengerjapkan matanya takala rasa guncangan di tubuhnya.."Sayang apa yg kau lakukan, "Tanya Davin dengan setengah kesadarannya..
"Bangun..."Ucap Diana kembali menarik lengan Davin..
"Sayang kamu mau apa? ini tengah malam, lihat jam dingding disana pukul satu dinihari.. Apa kamu tidak mengantuk? ayo tidur lagi, sini biar aku peluk, aku sangat mengantuk, sayang.."Ujar Davin kembali memejamkan matanya..
"Hik_hik_hik.....
Diana sesegukan takala Suaminya terpejam kembali..
Davin yg mendengar suara tangisan membuka matanyanya sebelah untuk memastikan suara yg di dengarnya, betapa terkejutnya Davin saat melihat Diana duduk di sebelahnya sambil menangis..."Sayang kamu kenapa, "Tanya Davin panik, seketika bangun saat menyadari istrinya sedang menangis..
Namun Diana tak menjawab pertanyaan Davin, Diana malah mengeraskan tangisannya..
"Sayang_sayang tenang, kamu kenapa? apa yg terjadi? apa aku melakukan kesalahan? ayo bicara jangan membuat aku bingung."Tanya Davin semakin panik..
"Kenapa kau susah sekali bangun, aku membangunkan mu dari tadi, tapi kamu tidur lagi tidur lagi, "Ucapnya keras..
"Ok, sekarang aku sudah bangun, kamu kenapa? "Tanya Davin lembut sambil merapikan anak rambut yg basah terkena air mata Diana ntah dari kapan istrinya itu menangis karna terlihat jelas mata yg membengkak baju yg sudah basah terkena air mata..
"Aku lapar, aku membangunkan mu berulangkali, namun kamu tidak mau bangun" jawabnya kesal..
"Apa lapar? hanya lapar?, hanya karna lapar kamu menangis di tengah malam? "Tanya Davin berulang memastikan pendengarannya, heran, biasanya istrinya jika lapar tidak pernah mengganggu waktu istirahat dirinya..
"Iya aku lapar, aku bermimpi makan batagor, aku ingin makan batagor sekarang.."jawab Diana tanpa rasa dosa..
"Yg benar saja sayang, ini jam berapa? tidak ada restoran batagor di jam segini, "Ujar Davin mulai ikut kesal dengan permintaan istrinya yg menurutnya konyol.dan hanya karna menginginkan batagor harus sampai menangis di tengah malam..
"Besok pagi aku akan membelikannya untuk mu, sekarang lebih baik kamu tidur, ya.. ini sangat larut, tidak baik untuk tubuhmu yg rentan. besok aku berjanji akan membelikannya untuk mu, sekarang kau tidur, aku sangat mengantuk, Ayo tidur sini, "tarik Davin ingin menuntun Diana untuk tidur...Namun Diana menepis tangan Davin..
"Aku tidak mengantuk, aku mau makan aku lapar, "Ucapnya ketus..
"Ya, sudah aku akan ambilkan kamu makanan ke bawah, kamu tunggu disini.."Ujar Davin dengan malas bangun dari tempat tidurnya..
"Aku tidak mau makanan rumah, aku mau makan batagor, tadi aku bermimpi makan batagor sangat enak, dan aku sekarang ingin batagor, "kembali bicara menginginkan batagor..
"Ayolah sayang, ini sudah sangat larut, tidak ada restoran atau abang_abang tukang batagor yg buka di jam segini, " Ujar Davin yg sudah mulai frustasi di buat istrinya, mengantuk membuatnya tidak bisa mengontrol emosinya..
"Aku tetep ingin batagor, "Ucap Diana tak ingin di bantah lagi..
"Huuhhh...
Davin membuang napas kasarnya kesal, guratan kekesalan terlihat jelas di wajahnya namun tak membuat Diana mengurungkan keinginannya...
"Baiklah aku akan menyuruh pak Asep untuk mencarinya, "Ujar Davin kesal lalu melangkah untuk keluar kamar..
"Dav, apa kamu tidak mau jika kamu yg mencarinya sendiri? "Ucap Diana memberhentikan langkah Davin yg hendak keluar.
"Dianaaaa.... apa kau sengaja membuat ku kesal di tengah malam, Ujar Davin yg tidak bisa menahan emosinya lagi.."Aku sangat lelah aku ingin istirahat, bisakah kamu mengerti sedikit saja, "ucap Davin yg sudah menaikan satu oktaf suaranya..
Dan kali ini nyali Diana menciut seketika takala melihat wajah Davin yg sudah memerah marah, terlihat jelas aura jahat di mata Davin, seketika Diana menyadarkan dirinya Dari dewa iblis yg dulu menjadi predikat Davin..
__ADS_1
"Tuhan kenapa saat kesal dia terlihat menakutkan, "Gumam Diana Lalu menundukan kepalanya agar tak dapat menatap Davin...
Davin mengusap kasar rambutnya. tersadar telah menakuti istrinya, dengan kemarahannya saat ini..Davin mendekatkan dirinya pada Diana, namun dengan cepat Diana melangkah mundur karna takut keringat dingin yg berada di tubuhnya menandakan ketakutan getaran kaki mewakili ketakutanya saat ini..
Davin yg menyadari ketakutan Diana langsung menarik Diana kedalam pelukannya. "Maaf telah menakutimu, Setelah beberapa detik Davin melepas pelukanya, "Aku akan mencarikan makanan yg kau inginkan "Ujar Davin lalu mengambil dompet dan berlalu pergi tanpa mengganti pakaiannya..
Davin pergi mencariakan makanan yg Diana inginkan, dengan di temani Pak Asep, Setelah satu jam mencari kesana kemari, namun tetap tak menemukan penjual batagor tersebut, Jam sudah menunjukan pukul dua tiga puluh, namun Davin masih tetap berputar mencarinya, hingga Davin melihat Rumah siomay dan batagor bandung..namun keadaan ruko tersebut sudah tutup. namun tak mengurungkan Davin untuk turun menghampiri tempat tersebut..
"Jika ruko ini buka pukul tujuh pagi, tidak menutup kemungkinan para pegawainya sudah bangun jam segini "Guma Davin, lalu turun dari mobilnya setelah sampai depan ruko, Davin mengetuk pintu ruko,
"Tok_tok_tok..
"Permisi.....permisi, "teriak Davin yg membangunkan salah satu kariawan di dalam..
"Ceklek..
"Cari siapa Tuan.? "Tanya salah satu kariawan disana, setelah membuka pintunya..
"Mas saya mau beli batagor, "Jawab Davin..
" Beli batagor? Tuan kami buka pukul tujuh pagi, ini baru pukul tiga pagi, anda bisa kembali lagi nanti pukul tujuh pagi, saat ini kami belum menyiapkannya Tuan, "Jawab Kariawan tersebut..
"Mas, apa mas bisa buatkan satu porsi saja untuk saya? ini sangat urgent..saya tidak boleh pulang oleh istri saya jika saya tidak membawa batagor, "Ujar Davin memelas..
"Begini saja mas, saya akan bayar satu porsinya, sepuluh kali lipat dari harga biasanya, tapi tolong buatkan untuk saya, ini demi kelangsungan rumah tangga saya, " ujar Davin kembali memelas..
"Apa hubungannya batagor dan rumah tangga, benar_benar rumah tangga yg rumit "Gumam kariawan tersebut menggelengkan kepalanya bingun..
"Lupakan tentang harga diri..aku akan mendapatkan makanan ini aku harus meyakinkan si tukang batagor ini, agar dia mau membuatkannya "Gumam Davin..
"Baik saya akan menunggu, "Ujar Davin senang, kariawan tersebut pun mempersilahkan Davin masuk dan menyuruhnya duduk..
.
.
Tiga puluh menit batagor pesanan Davin pun matang, kariawan tersebut memberikannya pada Davin, "Tuan ini batagornya, semoga dengan batagor ini anak yg di kandungan istri anda senang, dan tidak ileran, "Ujar kariawan tersebut membuat setetment sendiri,
"Apa kau bilang? Anak dalam kandungan? "Tanya Davin terkejut, dengan penuturan kariawan tersebut,
"Iya memang, biasanya wanita hamil akan meminta makanan yg aneh_aneh di waktu yg tidak tempat, mislnya seperti sekarang, "Ujarnya kembali membuat Davin tersenyum senang..
"Jadi ini kemauan anak saya begitu,? Baik mas terimakasih, ini bayar batagornya dan ini untuk mas yg sudah membuat saya bahagia sekarang, "Ujar Davin memberi beberapa lembar uang pada kariawan tersebut lalu pergi menaiki mobil,
"Pak Asep ayo buruan pulang, keburu istriku kelaparan. "Perintah Davin yg tidak sabar ingin menanyakan perihal kehamilan Diana seperti yg di katakan Kariawan tadi jika yg meminta makanan di waktu yg tidak tepat itu karna si bayi...Davin terus tersenyum
"Ah seandainya aku memiliki kekuatan super, seperti si thor aku akan terbang agar cepat sampai rumah, Atau kekuatan menghilang seperti sue strom, menghilang muncul di kamar saat ini, "Davin terkekeh dengan kekonyilannya, "Aku akan menciumi perut istri ku, pasti setelah perut Diana membuncit itu akan sangat menggemas kan.."gumam Davin kembali terkekeh..
"Pak Asep yg mengendarai kemudi di buat bingung dengan senyuman Davin yg tak memudar, sekali_kali suara kekehan terdengar oleh pak Asep,
"Tuan Muda tidak kesurupan kan? kenapa Tuan sedari tadi senyum_senyum sendiri, "Gumam Pak Asep menggidikan bahunya aneh..
.
__ADS_1
.
.
Setelah lima belas menit Davin pun tiba, Davin langsung mengambil piring dan sendok membawanya ke atas menuju kamar,
"Ceklek..
"Dia tertidur...apa tidak akan mengganggu dirinya dan bayi ku, jika aku membangunkannya, "Ujar Davin yg mengikuti stetment yg di ucapkan si kariawan tadi..
"Oh tidak_tidak aku harus membangunkannya jika Diana tak memakan ini , maka junior ku akan ileran, ih itu sangat menggelikan itu tidak boleh terjadi, "Gumam Davin lalu membangunkan Diana..
"Sayang..bangunlah ini aku sudah membawakan makanan keinginan mu, "Ujar Davin mengelus pipi Diana..
"Eum, aku sudah tak menginginkannya, aku ngantuk Dav, "Jawab Diana tak berniat membuka matanya..
"Apa tak ingin memakannya? sayang yg benar saja aku sudah berkeling hingga tiga jam untuk mendapatkan batagor ini, masa kamu tidak ingin memakannya, ayolah sayang, jika kau tak ingin, tak apa, tapi setidaknya makanlah sedikit demi junior kita, jangan membuat anak jadi ileran, "Ujar Davin mengutarakan stetmentnya lagi..
"Apa? Anak? ileran? "jawab Diana terkejut lalu bangun duduk persis menghadap Davin..
"Iya kamu jangan egois, kasihan junior kita bila tak kesampaian ingin memakan sesuatu, "Ujar Davin lalu memberikan piring yg berisikan batagor yg Diana inginkan..
"Dav, apa yg kau katakan aku tidak mengerti "Jawab Diana tak mengerti dengan pembicaraannya dengan Davin..
"Sayang kenapa kau tidak memberi tahukan periahal kehamilan mu padaku, aku sangat bahagia sayang mendengarnya., "Ujar Davin menciumi seluruh wajah Diana..
"Dav, ini ada yg salah, siapa yg hamil? aku tidak hamil Dav, "Ujar Diana yg membuat senyumnya pudar seketika..
"Apa maksudmu,? bukan kah kau meminta makanan di jam segini itu karna keinginan bayi di perutmu, "Jawab Davin pelan..
"Siapa yg bilang Dav, aku ini tidak hamil, aku ingin batagor karna aku tadi bermimpi memakan batagor dan itu rasanya enak sekali, jadi aku menginginkannya tadu.. bukan karna aku ngidam, itu karna aku lapar, "Jawab Diana menjelaskan, membuat Davin seketika merasakan kekecewaan..
"Siapa yg mengatakan jika aku hamil, Dav? "tanya Diana penasaran..
"Sudah lupakan, aku lelah aku ingin tidur, "jawabnya kecewa lalu membaringkan tubuhnya membelakangi Diana, Begitu bahagianya tadi Davin mendengar perkataan Kariawan yg mengatakan bahwa istrinya hamil,namun penjelasan Diana seketika membuat senyum itu lenyap..
Davin memejamkan matanya, setelah mengingat Stetment yg di ucapkan kariawan tadi salah, Davin terlihat kesal,
"Kurang ajar kariawan itu sudah menipu ku, "gumam Davin masih merasakan kecewa
"Dav, apa ada masalah,? maafkan aku sudah membuatmu lelah, dan mengganggu waktu istirahatmu "Ujar Diana merasa bersalah..
"Sudah tidurlah, bukankah tadi kau bilang mengantuk "Ucapnya tanpa melihat Diana..
.
.
.
.
***Bersambung...
__ADS_1
Kasih aku semangat ya dengan like komen dan Vote***...