
"Tok_Tok_Tok....
"Haii...Apa Kabar.."Sapa Vino saat pintu apertemen Fiola terbuka..
" Eh.. Tuan Vino...kabar saya baik, silahkan masuk.."Jawab Fiola mempersilahkan Vino masuk..
"Silahkan Duduk Tuan, saya ambilkan minum sebentar.."Ujar Fiola..
"Tidak perlu Repot_repot, Nona Fiola,
"Tida Tuan, sama sekali tidak merepotkan.."Jawabnya, Fiola pun kedapur untuk mengambil minuman setelah selesai membawanya ke ruang tamu yg sudah ada Vino menunggunya..
"Silahkan di minum Tuan, "
"Terimakasih, Nona..Eum apa Nona Fiola malam Ini sibuk? "Vino mengutarakan kedatangannya..
"Tidak saya free...ada apa Tuan? "tanya Fiola,
"Eum, jika Nona tidak keberatan saya ingin mengajak Nona menghadiri acara, " Ucap Vino ragu_ragu...
"Apa Tuan serius ingin di temani saya? "Tanya Fiola memastikan, ...mulutnya memang mengatakan tak percaya namun hatinya bersorak senang, beberapa bulan mengenal Vino, Fiola sudah dapat melupakan Davin, hatinya berganti di penuhi Vino setiap saat, kehidupannya juga lebih tenang sekarang dibandingkan dulu saat masih mengikuti ayah dan kakaknya,
"Apa wajah saya terlihat main_main,? Oh apa mungkin saya kurang serius mengajak anda, baiklah saya akan mengulang lagi kata_kata saya barusan, agar terlihat lebih serius "Jawab Vino, di iringi dengan candaan,
"Tidak Tuan, Itu tidak perlu, "Pukul berapa acaranya?"Tanya Fiola,
"Acaranya pukul delapan malam, saya akan menjemput Nona pukul tujuh malam, "jawab Vino senang..
"Baiklah, saya akan menunggu anda,
"Apa Nona akan pergi? "tanya Vino melihat Fiola sudah berpakaian rapi dan terlihat tas yg sudah di persiapkan,
"Saya ingin menjenguk ayah dan Fiona, kebetulan sudah lama saya tidak menjenguk mereka.
"Mari saya antar, "tawar Vino
"Itu tidak perlu Tuan, saya sudah banyak merepotkan Tuan Vino, "Tolak Fiola,
"Sama sekali tidak Nona, saya senang bisa membantu Nona, "Ujar Vino..
"Ta
"Tidak ada tapi_tapi, Vino memotong ucapan Fiola, "ayo Vino menarik tangan Fiola pelan tanpa menyadarinya..
"Sebentar saya mau ambil tas saya terlebih dulu, "Tutur Fiola,
"Oh, baiklah" namun Vino tak melepas genggaman tangannya..
"Eum...Apa Tuan bisa melepaskan tangan anda, "Ujar Fiola ragu_ragu. Vino langsung melihat ke arah tangannya yg menggenggam erat tangan Fiola,
"Deg..
"Maaf..sa_saya..Vino langsung melepaskan genggamannya...
"Tidak masalah, "Jawab Fiola seraya meninggalkan Vino hendak mengambil tasnya.
"Oh, ini sangat memalukan, sejak kapan aku menggenggam tangannya, pasti setelah ini dia akan ilfil padaku, bodoh_bodoh, bagaimana bisa aku kehilangan kesadaran telah menggenggam tangannya..Ayo Vino cari alasan yg tepat untuk yg kamu lakukan tadi.."batin Vino, mengumpat serapah dirinya sendiri..
"Ayo Tuan, "Ajak Fiola..
.
.
.
.
.........Rumah Sakit.........
Hampir dua minggu Bobby tertidur di hospital bed..Bobby mengalami pendarahan yg cukup serius, mengakibat benda tumpul yg menghantam tempurung kepalanya, karna ini juga kedua kalinya dalam waktu dekat mengakibatkan lukanya sangat seriua,
Namun tuhan maha baik, hari ini Bobby sudah mulai bisa membuka matanya, Saat membuka matanya orang pertama yg di lihatnya adalah wanita yg akhir_akhir ini memenuhi isi kepalanya,
"Rita..."Panggilnya dengan suara Paru...
Rita terjolak takala mendengar suara yg memanggilnya, Rita langsung melihat ke arah Bobby, yg benar saja memanggilnya
__ADS_1
"Tuan Bobby, "Ujar Rita lalu berhambur memeluknya..
"Apa kau baik_baik saja, "Tanya Bobby saat Rita memeluknya,
Rita melepaskan pelukannya, "Kenapa Tuan menanyakan itu pada saya, harusnya Tuan liat diri anda, terbaring lemah tidak berdaya, "Jawab Rita mencibir..
Bobby mengulas senyum saat Rita bicara, "Siapa yg membawa saya kesini,? bagaimana kita bisa disini berdua? apa ayah mu tidak melukaimu juga? apa kamu sudah melangsungkan pernikahan?."tanya Bobby beruntun
"Ish, Kau ini bertanyalah satu_satu, saya bingung harus menjawab yg mana terlebih dahulu, "Jawab Rita ketus..
"Ok, ok..Apa kau tidak apa_apa? "tanya Bobby ulang..
"Minumlah dulu, kamu pasti haus" tawar Rita menyodorkan satu botol air mineral kepada Bobby, dan Bobby pun menerimanya..
"Kamu baik_baik saja kan, ayah mu tidak menyakitimu? Bagaimana kita bisa disini? "Tanya Bobby kembali..
"Saya baik_baik saja, Tuan Davin menyelamatkan Saya dan Tuan Bobby, "
"Tuan Davin? Tuan Muda datang ketempat mu?
"Iya, Tuan Davin datang bersama beberapa anak buahnya dan beberapa polisi, "Jawab Rita..
"Jadi kamu...Kamu tidak jadi menikah dengan pria brengsek itu, kan,? "tanya Bobby meraih tangan Rita dan menggenggamnya..
Rita mengangguk, mengiyakan pertanyaan Bobby..
"Syukurlah.."Ucapnya lolos begitu saja dari mulutnya..
"Ada apa? "Tanya Rita saat melihat wajah bahagia Bobby
"Tentu aku sedang berbahagia,
"Bahagia? bahagia karna apa? "Tanyanya polos..
"Karna dirimu, karna apa lagi? "aku janji setelah aku sembuh aku akan menikahimu." ujar Bobby mengutarakan keinginannya..
"Menikah,? apa harus secepat itu? "Jawab Rita polos.
"Kenapa? apa kau tidak ingin menikah dengan ku? "Selidik Bobby, heran bukankah Rita sendiri yg selama ini mengejar_ngejar dirinya, Bobby pikir dengan dia bicara akan menikahi dirinya dalam waktu cepat, akan melihat Rita meloncat senang dan memeluknya, bukan dengan reaksi seperti sekarang, Rita seperti orang yg akan menolaknya..
"Wanita memang menakutkan" Gumam Bobby, yg tak paham sifat wanita..
"Berhenti bicara formal, Pangkas Bobby "Aku adalah calon suamimu, "Ujar Bobby lebih pada perintah.
"Sa_
Belum keluar kalimat yg akan di utarakan oleh Rita, Namun Bobby melihatnya dengan tatapan tajam.
"Iya aku mengerti, "Ucapnya lemas.
"Begitu kau terlihat cantik.."Ujar Bobby senang mendengar Rita tanpa membantah,
"Kamu tunggu sebentar disini, aku panggilkan dokter dulu "Tutur Rita bergegas mencari dokter yg menangani Bobby agar bisa memeriksa keadaannya yg telah siuman.
"Dokter.."panggil Rita setelah bertemu dengan dokter yg menanganinya..Setelah mengatakan Bobby telah siuman, dokter tersebut pun melihat keadaan Bobby dan memeriksanya..
"Saya benar_benar salut pada anda Tuan Bobby, luka Tuan ini begitu serius kemaren namun anda begitu gigih untuk sembuh, "Tutur Dokter..
"Terimakasih Dok, ini semua berkat kerja keras anda. jika dokter tidak memberikan perawatan yg terbaik untuk saya, saya tidak tau apa yg terjadi dengan saya.."Jawab Bobby..
"Sama_sama Tuan Bobby, Baiklah, sepertinya semuanya sudah stabil, nanti saya kompirmasi lagi kesini mengenai kesehatan anda, setelah saya melakukan beberapa tes untuk anda, "Ujar Dokter
.
.
.
........Kediaman Anggara.........
"Bik.. Dimana istriku? "Tanya Davin setelah sampai kediamannya..
"Nona berada di taman belakang Tuan, "Jawab Bik Sum,
"Baik, terimakasih, dan tolong ini taro di kamar saya, " Davin memberikan satu Paper bag dan tas kerjanya..
"Tuan Davin benar_benar berubah sekarang, Nona Diana benar_benar sudah merubah Tuan Muda jadi lebih ramah pada semua orang dan tidak dingin lagi. "Gumam Bik Sum senang.
__ADS_1
Davin melangkahkan kakinya menuju taman buatan yg berada di belakang rumahnya, Setelah sampai Davin melihat Diana yg sedang merapihkan tangkai bunga yg sudah kering, Davin mendekap tubuh Diana dari belakang, "Apa yg kau lakukan disini, "Tanya Davin mendekam tubuh Diana dan mencium beberapa kali pucuk kepalanya..
"Kamu sudah kembali, Diana membalikan tubuhnya menghadap Davin, lalu melihat wajah lelah Davin, "Apa kau sangat lelah?
"Lelah ku sudah hilang setelah memelukmu, "Ujar Davin menarik pinggang Diana agar lebih dekat, dan memeluknya kembali..
"Ayo masuk aku akan membuatkan minuman segar untukmu, agar mengurangi rasa lelah mu, "Ajak Diana..
"Tidak usah Sayang, lebih baik kamu bersiap_siap kita akan kerumah sakit, Bobby sudah siuman. aku ingin melihatnya.."Ujar Davin..
"Benarkah, Rita pasti bahagia melihat Bobby telah siuman, "jawab Diana Senang..
"Aku akan hubungi Rina, aku mau kasih tau Rina Bila Bobby sudah siuman, "Ujarnya antusias.
"Sayang, apa hubungannya Bobby dengan Rina,? kenapa Rina akan senanang, "Tanya Davin Bingung mendengar penuturun Diana,
"Ya....ada dong, Dav. Jika Bobby siuman Rita pasti sedang bahagia, aku dan Rina juga ikut bahagia, "jawabnya penuh semangat
Davin menggelengkan kepalanya, Bingung untuk mengerti pemikiran wanita, "Ya sudah rapi_rapi sana aku ke ruang kerja sebentar untuk mengambil sesuatu, "Ujar Davin,
"Ok.."Jawabnya girang
.
.
Setelah Davin dan Diana rapih mereka pun menaiki mobil yg sudah disiapkan sopir, tak lupa Diana menjemput Rina untuk pergi ke rumah sakit bersama, karna Diana tadi sudah menghubungi Rina sebelum berangkat dan Rina mengiakan ajakan Diana, untuk pergi bersama..Setelah menjemput Rina Davin melanjutkan perjalannya menuju rumah sakit tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai..
.
.
.
.
..........Rumah Sakit.........
"Kreeekk
Suara pintu di dorong oleh Diana setelah sampai di ruangan Bobby, "Dian..."teriak Rita yg berada di ruangan Bobby
"Haiii Rita aku kangen sama kamu, "Jawab Diana berhambur memeluk Rita,
"Rin, kamu kesini juga.."Tanya Rita pada Rina
"Iya dong aku juga ingin melihat kebahagian teman ku saat ini, "Jawab Rina girang.
Tanpa menyapa yg sedang sakit Diana dan Rina langsung mencari tempat untuk mengobrol, setelah tiga wanita itu duduk kehebohan memenuhi ruangan Bobby, untungnya kamar yg di gunakan Bobby adalah ruangan VIP..jika ruangan umum sudah pasti di usir karna kehebohan mereka bertiga..
"Sayang apa kamu tidak ingin menyapa Bobby terlebih dahulu, "Ujar Davin mengingatkan Diana tujuannya menjenguk yg sakit,
"Ah..ya. Maaf.."Ujar Diana lalu melangkah mendekati Bobby, "Hai Bob bagaimana keadaan mu? "Tanya Diana
"Saya Baik Nona, terimakasih sudah meluangkan waktu anda untuk datang kesini." jawab Bobby sopan,
"Syukurlah...Jika kau sudah sehat. Baiklah berbincanglah dengan Davin, aku akan berbincang dengan kekasihmu, "Ujar Diana.
Davin yg melihat tingkah istrinya menggelengkan kepala, Davin senang melihat Diana tertawa senang bersama sahabatnya, namun sampai sekarang dia belum terlalu memahami semua keinginan dan sifatnya..
"Jadi kapan kau akan menikah dengan Bobby.? "tanya Diana setelah kembali berkumpul dengan Rita dan Rina..
"Ntalah.. Bobby bilang akan menikahiku setelah dirinya pulang dari sini, "Jawab Rita..
"Waah kau serius Rit? "Tanya Rina antusias
Rita mengangguk..
"Sekarang giliran kamu mencari laki_laki yg baik yg akan menjadi pendampingmu kelak" timpal Diana melihat Rina..
"Aku tak ingin memiliki suami. aku tidak ingin menikah, aku nyaman dengan aku yg sekarang, "Jawabnya tanpa ragu .
"Rin kamu butuh laki_laki yg melindungimu, kamu tidak usah mengingat masalalu, kamu harus membuka lembaran baru, bukalah hati mu untuk pria, tidak semua pria ******** "Tutur Diana, yg tau sahabatnya memiliki trauma terhadap laki_laki..
.
.
.
.Bersambung..
__ADS_1