
"Brakk...
"AW.., Hey apa kau tidak dapat melihat ada orang di depan mu, apa kau buta? "Dengan wajah marah wanita tersebut melihat pada Diana...
"Maaf_maaf kan saya, Saya tidak sengaja ..."Ucap Diana yg ingin membantu wanita tersebut,
"Apa? maaf , wanita tersebut menepiskan tangan Diana dengan kasar, setelah kau membuat aku jatuh kamu bilang maaf, huh..dasar wanita kampungan.."Ucapnya angkuh
Belum selesai wanita tersebut marah _marah di kejutkan dengan suara yang tidak asing baginya..suara yg di carinya selama beberapa tahun belakangan ini.
"Ada apa ini? "Davin bertanya pada Diana.. tanpa melihat pada wanita yg sedang memaki Diana,
"Davin?
"Davin ini beneran kamu? wanita tersebut langsung mendekat pada Davin.
"Davin aku rindu banget sama kamu..kamu kemana aja? Aku hubungi kamu tapi kamu nggak pernah angkat telphone ku? aku tanya Radit, dan Vino, mereka juga tidak pernah memberitahukan tentang keberadaan mu. kamu kemana aja selama ini? aku mencari mu Vin, aku rindu sama kamu Vin.."Gisel langsung berhambur memeluk Davin.aku minta maaf untuk yang dulu Vin aku minta maaf aku terpaksa menerima Bagas, "Ujar Gisel menangis di pelukan Davin,
Davin mematung kaget, bertemu dengan Gisel, Tak lama Davin tersadar, Davin langsung melepaskan pelukan Gisel dengan kasar, wanita yg menabrak Diana adalah Gisel, wanita masa lalu Davin.
"Cih..
"Rindu? Setelah kau mencampa kan ku, dan memutuskan hubungan mu dengan ku..kau bilang rindu? Kau wanita yg egois yg pernah aku kenal,
"Vin maaf kan aku..waktu itu aku tidak punya pilihan. "Gisel menangis saat bicara kepada Davin..waktu itu aku terpaksa mengikuiti keinginan Papa dan mama ku..karna mereka memiliki hutang yang cukup besar kepada Papa Bagas, karna perusahan Papa ku sedang mengalami kerugian dan nyaris bangkrut. dan waktu itu papa Bagas menawarkan bantuan dengan syarat aku harus menikah dengan Bagas." Gisel menjelaskan
"Aku minta maaf, aku tidak punya pilihan, " Vin, aku tidak pernah mencintai Bagas,aku tersiksa menikah dengannya..Gisel kembali mendekat dan memegang tangan Davin. Vin tidak ada yang bisa menggantikan posisi mu di hati ku..Aku tidak pernah mencintai Bagas..aku hanya mencintai kamu.cuman kamu yang ada di hati aku..sekarang aku sudah berpisah dengan Bagas' apa kamu tidak ingin kembali lagi kepada ku?.kita bisa mulai dari awal lagi.kamu mau kan Vin? "Dengan tak tahu dirinya Gisel menawarkan untuk kembali lagi.
Davin hanya diam..tidak mengeluarkan suara sedikit pun..Davin masih tidak percaya jika dirinya bisa kembali berjumpa denang masa lalu nya tersebut, ,,
Terakhir bertemu dengannya tiga tahu yang lalu saat Davin pulang ke indonesia untuk melakukan bisnis,tak sengaja bertemu dengan Gisel yang sedang menemani Bagas suaminya,dan setelah pertemuan itu Davin nggan kembali ke tanah air sebab Davin tidak ingin berjumpa dengan masa lalunya tersebut,
"Huh ini gila, "gumam Davin
"Vin? kamu percaya kan sama aku?Gisel kembali bertanya karna tidak mendapat jawaban apa-apa,dari Davin
Davin pun tersadar..lalu memandang Gisel, "Aku harus pergi "Ucapnya dingin, langsung pergi meninggalkan Gisel yang masih terisak..
Davin langsung masuk ke dalam mobilnya,, Diana yang dari tadi menunggu di depan mobil pun mengikuti Davin untuk masuk kedalam..
"Apa Tuan ada masalah? "Diana bertanya setelah Diana masuk kedalam kendaraan milik Davin.
"Jangan pernah ikut campur dengan urusanku.." bentaknya.
"Maafkan saya Tuan sudah lancang.."Ucap Diana takut,
Keduanya pun pulang, hening tidak ada percakapan ,antara nereka...
Setelah sepuluh menit Davin mengendarai kemudinya, Davin pun bertanya. " Dimana alamat mu? "Tanyanya tiba_tiba
"Itu Perumahan garden xx no 25.... "Jawab Diana cepat.
Sesampainya di alamat yg Diana berikan tadi, Davin memberhentikan kendaraan , tempat di depan gerbang depan rumah Diana ..namun Diana nggan membuka pintu karna dia masih memikirkan yang terjadi di depan butik beberapa saat lalu,
"Siapa wanita tadi?apa wanita tadi kekasih Tuan Davin? jika memang benar kenapa Tuan Davin mau menerima perjodohan ini?..wanita tadi begitu cantik,dan sepertinya dia bukan dari keluarga sembarangan, "Batin Diana.
"Apa kau tidak akan keluar dari mobil ku hah? bentaknya keras, yg membuat Diana seketika terjolak kaget,
"Ma..Maaf Tuan..Diana pun langsung membuka pintu dan turun dari kendaraan Davin, "Apa Tuan tidak mau mampir dulu? "Tawar Diana basa basi..
Tanpa menjawab Davin pergi meninggalkan Diana..
"Huh dasar pria tukang marah-marah.pria aneh,pria dingin,,Diana terus mengumpat Davin. hingga masuk kedalam rumahnya.
Diana pun masuk kedalam rumahnya..
Diana langsung masuk tanpa memperhatikan, sekitarnya, tanpa di sadarinya, ada tiga pasang mata melihat ke arahnya.
"Dian. kamu sudah pulang nak? "suara Ibu mengagetkan Diana"
"Eh, Ibu, Ayah,Adek kalian, sedang apa?dengan nada sedikit terkejut Diana menyapa keluarganya.
"Aish..kenapa aku bisa melamun seperti ini? ini semua gara- gara Tuan dingin itu, aku sampai tidak menyadari kalau Ibu memanggil ku.."gumam Diana.
__ADS_1
"Bagaimana nak,? kamu sudah mendapat kan gaunnya? Apa kamu suka dengan gaun_gaunnya?
Dengan riang Diana menjawab sang Ibu,
"Tentu saja bu, Dian suka dengan gaun_gaun yg berada di sana, Ibu tau, tidak? butiknya itu sangat besar dan gaun-gaunnya sangat indah-indah, Ibu tau, harganya? sangat mahal-mahal sekali bu,,aku sampai nggan untuk memegang gaun-gaun itu,aku takut merusaknya.."Ujar Diana seantusias mungkin, agar orang tuanya tak mencurigai dirinya, yg sebenarnya terpaksa menerima pernikahan ini.
"Ha..ha..ha..kamu itu ada-ada aja nak,masa hanya memegang akan merusak, terlihat jelas kebahagian terpancar dari wajah Bu Mina,
"Ya tuhan mudah-mudah ngkau memberi kebahagian untuk putriku,mudah -mudahan dengan putri ku menikah dengan Tuan muda akan membuatnya bahagi, batin bu Mina..
"Ya. sudah sana kamu mandi, dan istirahat pasti kamu lelah kan, "Ujar sang Ayah
"Baiklah Ayah sayang..Dian mau istirahat Dian sangat lelah, "jawabnya lalu pergi meninggal kan keluarganya. Diana pun berjalan menuju kamarnya yang terletak di atas...
.
.
.
.
.
.
.
.
........***Kediaman Anggara***........
Setelah sampai rumah Davin langsung masuk ke dalam kamarnya, Davin mengingat kembali pertemuannya dengan Gisel..
"Kenapa aku memikirkannya, keluarganya telah merendah kan dan menghina keluarga ku, keluarganya telah membuat mama menangis dan bersedih, Dia tidak pantas mendapatkan maaf dari ku, Dia juga telah menyakiti ku, hingga aku terpuruk, gumam Davin.
Tok _tok _tok
Suara ketukan pintu menyadarkan Davin dari lamunannya..
"Krekkk
Davin membuka pintu.
"Mama...ada apa mah?
"Sayang kamu sudah pulang rupanya, Mama pikir kamu belum pulang.! "Nyonya Jasmine masuk kedalam kamar sang putra..."gimana sayang apa hari ini kamu bersenang-senang?terus bagaimana apa kalian sudah memilih gaunnya? gaun -gaunnya sangat indahkan?"dengan antusias Nyonya Jasmine bertanya..
"Bagaimana bisa aku menolak pernikahan ini , jika mama begitu bahagia dengan pernikahan ini,, "batin Davin
"Tentu saja mah..apapun yang mama berikan pasti itu yang terbaik ,"Jawab Davin dengan senyumannya.
"Baguslah sayang jika kamu suka, mama senang mendengarnya, mulai besok kamu tidak usah ke kantor dulu ya?kamu harus diam diri di rumah, Ok...
"Kenapa mah?bukan kah pernikahan Davin masih beberapa hari lagi, kenpa Davin tidak boleh keluar? Davin jenuh mah jika harus berdiam diri dirumah. "Ujarnya kecewa..
"Mama hanya tidak ingin perempuan itu datang untuk menemui mu lagi.."Ujar Nyonya Jasmine mengaget kan Davin.
"Mama tau jika Davin tadi bertemu dengan Gisel? aku tidak sengaja berjumpa dengannya mah, "tutur Davin heran, bagaimana bisa Mamanya tau jika dirinya bertemu dengan Gisel.
"Mama tau..tapi mama harap kamu menghargai Diana, saat ini kamu akan menikah dengannya, ..hargai Diana karna Dia adalah calon istri mu, walau pun mama tahu,wanita yang saat ini akan menikah dengan mu adalah wanita pilihan mama, tapi mama mohon hargai dia seperti kamu hargai mama..bukannya ini sudah menjadi kesepakatan kamu,agar mama mencarikan istri untuk mu? "Ucap Nyonya jasmine menasehati putranya.
"Iya mah, iya. Davin tau, Mama tenang aja, Davin akan selalu ingat kata_kata mama,
"Ya sudah, istirahatlah kamu pasti lelah, mama tinggal, kamu istirahat ya,
.
.
__ADS_1
.
.
.
Hari pun berlalu. pernikahan Davin dan Diana semakin dekat, ..kediaman Anggara sangat ramai sodara,sahabat Davin pada berdatangan..
"Hai..Bro setelah lama tidak pulang,sekali pulang langsung menikah aja, suara Radit dan Vino..mengalihkan pandangan Davin dari benda pipih di tangannya,,
"Mau apa kalian kesini? "Ujar Davin tak mengalihkan matanya dari benda pipih ditangannya..
"Wah..wah Apa kau tidak merindukan kami?"ujar Radit sahabatnya tersebut.
"Cih
"Untuk apa? kalian hanya membuat ku repot saja,sambil menatap keduanya dengan mengangkat bibir atasnya membentuk senyum.
"Kenap kau tidak mengabari kami.jika kau sudah sampai indonesia beberapa hari yg lalu ? "tanya Radit .
"Memberi tahu kalian hanya akan merusak acara ku. "Davin terus saja bersikap acuh pada kedua sahatnya tersebut, walau hatinya begitu senang dengan kedatangan kedua sahabatnya tersebut. tapi Davin tetap melihatkan wajah dinginnya..
"Baiklah -baiklah jika kehadiran kami tidak di inginkan, kami akan pergi, "ujar Vino..
Sontak Davin langsung menendang kaki Vino tepat di tulang keringnya..
"Aw -aw Vino langsung memegang kakinya yang mendapat tendangan tersebut,,
"selalu saja seperti ini, aku lemah sekarang bro, tidak setangguh dulu, "ujar Vino memelas
"Lemah apanya ? "Tanya Radit yg ikut menyentil kening Vino,
"Ah aku males bertemu kalian..kalian selalu menganiyaya ku "dengan wajah pura-pura sedih Vino memelas...
"Duh-aduh ada apa ini ramai sekali? kapan kalian sampai? "Tanya Nyonya Jasmine di tengah_tengah perdebatan anak dan sahabat_sahabatnya..
Vino dan Radit langsung mencium tangan Nyonya Jasmine.. setelah Nyonya jasmine bergabung diantara putra dan sahabatnya tersebut..
"Tante senang kalian kesini.."Ujar Nyonya Jasmine
"Iya tan kita baru saja sampai,dan langsung dapat hadiah dari anak tante yang dingin ini, "Adu Vino.sambil melirik ke arah Davin..
Nyonya Jasmine hanya tersenyum menanggapi ucapan Vino, yang tau jika berjumpa pasti mereka seperti ini...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung.
kasih semangat aku ya dengan like,komen,dan vote terimakasih🤗🤗***
__ADS_1