
"Hmm...ini baunya sangat enak, "ujar Diana saat mencium aroma wangi daging bakar yg sedang di bakar oleh Davin,
"Sayang apa kau sudah lapar? "tanya Davin yg melihat istrinya mondar mandir di sebelahnya.
"Tentu saja, aroma ini membuat perutku terus meronta meminta jatah makan lebih cepat dan lebih banyak, "jawab Diana antusias
Davin menggelengkan kepalanya, merasa gemas melihat istrinya yg begitu polos.."Sini biar aku suapi, "Ujar Davin menyuruh Diana lebih dekat padanya,
"Apa itu sudah matang? berikan itu untukku, aku sudah tidak dapat menahan rasa lapar ini lagi, "Rengek Diana manja..
"Baiklah Tuan putri, ini semua untukmu, habiskan semuanya, "Ujar Davin sambil mengelus rambut Diana.
.
.
.
"Sayang apa kau menyukai liburan ini? "tanya Vino pada Fiola, di tengah-tengah aktivitasnya menyiapkan api unggun untuk mereka nikmati malam libur bersama,
"Suka, aku sangat suka, karna aku bisa menemukan sahabat baru, aku bahagia bisa memiliki sahabat seperti Diana Rita dan Rina, mereka semua luar biasa, mereka sangat menyayangi satu sama lain, dan aku tidak pernah mendapatkan sahabat seperti mereka sebelumnya. "Ujar Fiola senang.
"Baguslah jika kamu merasa senang, Setelah ini aku akan mengajakmu berlibur ke Paris. apa kau mau? "Ajak Vino.
"Vino, aku lebih suka liburan di tempat seperti ini, Paris, london, turki, apalah itu swiss aku sering mengunjunginya, namun tempat sederhana seperti ini aku belum pernah ketempat seperti ini sebelunya, ini kali pertama ku, mendatangi tempat seperti ini, dengan Vila sederhana, namun aku merasakan banyaknya cinta disini..
"Dulu aku paling nggan, mendatangi tempat-tempat seperti ini, karna aku merasa tempat seperti ini tidaklah menarik, tapi aku salah, justru tempat seperti ini memberikan ketenangan. di tambah aku punya kamu sekarang aku benar-benar bahagia, sahabat, kekasih, kalian semua memberikan kebahagian yg luar biasa pada ku, Terimakasih Sayang kamu sudah mau menerima aku dengan semua kekurangan ku, " Tutur Fiola bahagia, mendapatkan kekasih dan sahabat yg mau menerimanya dengan masalalu yg buruk..
"Aku yg seharusnya berterimakasih pada mu, terimakasih sudah mau menerima aku, aku sangat mencintaimu, "Ucap Vino mengutarakan kebahagiaan dan rasa cintanya pada Fiola.
"Et kamu mau apa? "tanya Fiola saat Vino sudah mendekat ingin memeluknya..
"Aku hanya ingin memelukmu,
"Jangan macam-macam, apa kamu tidak lihat disini banyak teman-temanmu, "Tolak Fiola malu..
"Aku tidak akan melakukan apa-apa aku hanya ingin memelukmu, apa salahnya dengan itu, "Ucapnya kecewa
"Jangan seperti anak kecil, ayo lanjutkan menyiapkan semuanya, sebentar lagi makanan kita akan matang, "seru Fiola
.
__ADS_1
.
.
"Apa kau butuh bantuan? "Tanya Radit pada Rina yg sedang membantu menyiapkan saus dan bumbu.
Rina melihat kearah Davin, setelah itu kembali fokus pada aktivitasnya, "Tidak perlu saya bisa melakukannya sendiri, "ujar Rina bicara tanpa menoleh pada Radit.
Radit memandang Rina dengan intens, "Ternyata dia tidaklah buruk, kenapa aku membencinya dulu? "gumam Radit masih setia mandang Rina..
"Apa anda tidak memiliki kegiatan lain? " Tanya Rina tak nyaman di pandangi oleh Radit.
"Tidak ada, saya kesini ingin menawarkan bantuan untuk mu, siapa tau kau membutuhkanya "Jawab Radit santai..
"Cih, sejak kapan laki-laki ini berkata manis? ini terlihat sangat menggelikan, "gumam Rina tak suka..
"Jika begitu carilah kesibukan yg lain, saya tidak ingin di ganggu, saya bisa mengerjakan ini semua sendiri, "Ujar Rina ketus..
"Ok jika kemaren dia berkata ketus padaku aku selalu meladeninya, tapi kenapa sekarang aku nggan untuk melawanya, kenapa aku jadi perduli terhadapnya "Gumam Radit masih memandang Rina..
Braakk.
Rina membanting wadah yg di pegangnya,
"Kenapa kau melihatku terus menerus? "ujar Rina sudah terlihat kesal.
"Eh, jangan salah paham, i- itu aku-aku, aku hanya melihat wajah mu yg terlihat berantakan karna di wajahmu ada noda, "Ujar Radit beralasan..
"Apa noda,? "tanya Rina langsung mengusap wajahnya dengan telapak tangannya,
"Aw, perih mata ku perih, air. air mataku perih, "teriak Rina perih karna tangannya mengenai matanya yg telah memegang cabai..
"Dit. ada apa?
"Kenapa dengan Rina?
"Ada apa dengan Rina?
"Dit kau apakan Rina?
Tanya Diana, Davin. Rita dan yg lainnya berbarengan.
__ADS_1
"I-itu..aku juga tidak mengerti tiba-tiba dia berteriak, "Ujar Radit terbata bingung.
"Perih-perih, ini sangat perih, "Ujar Rina masih berteriak
"Ayo cuci wajahmu, ..."Ujara Radit menggendong Rina ala bridal style masuk kedalam Vila dan membawa Rina ke wastafel "Ini cuci wajah mu, agar perihnya hilang. "Ujar Radit memberi arah.
Davin menyunggingkan senyum, saat melihat Radit menggendong Rina, "Sepertinya ada kemajuannya yg sangat pesat "Ujar Davin penuh makna.
Diana bingung dengan kata-kata Davin barusan, "Apa maksud mu,Dav?
"Si fobia wanita, sekarang mau menggendong wanita, ini adalah moment terbaik yg pernah aku lihat , "Jawab Davin dengan senyuman, karna untuk bersentuhan dengan wanita sangat mustahil bagi Radit, jangan kan untuk bersentuhan bicara formal dengan rekan bisnis saja nggan, bagaimana mau menyentuh..
"Apa kau tidak melihat kecurigaan sedikit pun pada si Gay fobia wanita itu, "Ujar Davin menyenggol bahu Vino, yg sama halnya terkejut dengan Davin saat melihat Radit menggendong Rina..
"Kau benar, aku akan menyediakan hotelku untuk pernikahannya selama tiga hari tiga malam, "jawab Davin yg terlihat masih tak percaya,
"Vin, Aku masih belum percaya, dengan yg ku lihat barusaan, langkah apa yg harus kita lakukan? "tanya Vino antusias,
"Ok, kita akan berikan mereka pendekataan terlebih dulu, setelah itu kita paksa Radit untuk menyatakan perasaannya, "jawab Davin menyusun rencana..
"Dav, ada apa? apa yg sebenarnya yg akan kalian lakukan? siapa yg gay? rencana apa yg akan kalian susun? "tanya Diana beruntun.
"Apa kau lihat tadi si fobia wanita menggendong Nona Rina, ini moment yg langka sayang, kau tau selama delapan tahun ini dia benar-benar membenci wanita, hanya dua wanita didunia ini yg disapa dan ditanya olehnya, Ibunya dan Tante mia, dan ini kali pertama aku melihat dia selama delapan tahun menyentuh wanita, "Ujar Davin menjelaskan.
"Dan aku yakin Radit menyukai Nona Rina, "ujar Davin penuh percaya diri..
"Apa menurutmu itu tidak berlebihan, begini maksudku, Rina tidak seperti yg kalian pikirkan. jika benar Radit menyukai Rina, aku hanya takut, Radit akan menerima penolakan dari Rina, Rina sangat membenci hubungan terikat, traumanya begitu besar. untuk menerima sebuah hubungan untuk saat ini menurutku itu sangat mustahil.
"Kalian jangan salah paham terhadapku, tapi itu memang yg sebenarnya, jika kalian ingin menyatukan mereka, aku mohon dengan cara pelan-pelan aku takut traumanya akan kembali, "Ujar Diana khawatir..
"Sayang bukankah ini terlihat sempurna, Radit mempunyai masalalu yg kelam, dan Nona Rina juga sama, tidakah mereka sangat cocok.."seru Davin antusias.
"Kenapa kalian bisa berpikir seperti itu? apa Radit akan mau menerima masalalu Rina yg seperti sekarang? aku hanya berpikir, jika Radit tau masalalu Rina, Radit akan menjauhi Rina, dan itu akan membuat traumanya semakin bertambah, "Tutur Diana Ragu.
.
.
.
.Bersambung..
__ADS_1
Kasih aku dukungan dengan Like koment dan Vote ya...